Ezequiel Schelotto: Perjalanan Karier yang Menarik
Ezequiel Schelotto, pemain sepak bola asal Argentina, memiliki karier yang sebagian besar berlangsung di Italia. Karier profesionalnya dimulai di Cesena sebelum ia melanjutkan untuk bermain di Atalanta dan Inter Milan.
Pindah ke Eropa dan Brighton
Setelah membangun reputasi di Italia, Schelotto kemudian memutuskan untuk mencoba peruntungannya di Eropa dengan bergabung bersama Sporting Lisbon di Portugal. Pada tahun 2017, ia memperkuat Brighton & Hove Albion di Premier League. Di musim pertamanya bersama Seagulls, ia tampil lebih dari 20 kali di semua kompetisi, namun pada musim keduanya ia harus dipinjamkan kembali ke Italia, bergabung dengan Chievo Verona.
Pengalaman di Brighton
Di tahun terakhir kontraknya, Schelotto kembali ke Brighton dan bermain sembilan pertandingan di bawah asuhan manajer Graham Potter. Dalam sebuah wawancara dengan media Italia, Schelotto mengungkapkan bahwa hubungan dengan Potter tidak berjalan baik. Ia menyatakan, “Di Premier League, saya memiliki masalah dengan Potter. Saya bermain di kandang, tetapi tidak di away. Satu formasi di kandang, lainnya di away. Setelah menang melawan Arsenal, saya bertanya kepadanya mengapa, dan ia mencadangkan saya selama beberapa minggu.
Kenangan di Arena Derby
Salah satu momen yang paling diingat oleh para penggemar Brighton adalah insiden antara Schelotto dan Wilfried Zaha dari Crystal Palace. Saat itu, ia mendapatkan kartu kuning setelah menendang bola ke arah Zaha dan kemudian membuat gerakan menangis kepada lawannya tersebut.
Konteks dan Dampak
Meski perjalanan karier Schelotto di Brighton tidak selalu mulus, kontribusinya tetap diingat oleh penggemar. Momen-momen unik dan tantangannya menggambarkan dinamika yang dialami pemain asing di liga top Eropa, serta tantangan yang dihadapi ketika beradaptasi dengan gaya bermain yang berbeda.
(PL/GN)
sumber : www.nzherald.co.nz
Leave a comment