Debut Premier League yang Mengesankan bagi Farai Hallam
Debut sebagai wasit di Premier League, terutama di pertandingan antara Manchester City dan Wolverhampton Wanderers, tentu menjadi tantangan tersendiri. Hal ini dialami oleh Farai Hallam, wasit berusia 32 tahun yang sebelumnya merupakan pemain profesional di Stevenage. Penampilannya saat City mengalahkan Wolves 2-0 di Etihad Stadium mendapat banyak pujian.
Jalannya Pertandingan
Dalam pertandingan tersebut, City unggul 1-0 di babak pertama. Ketika itu, pemain Wolves, Omar Marmoush, merasa timnya seharusnya mendapatkan penalti setelah Yerson Mosquera, bek Wanderers, terlihat melakukan handball di dalam kotak penalti. Namun, Hallam menolak permohonan penalti tersebut.
Setelahnya, ia diminta untuk memeriksa insiden tersebut melalui monitor di pinggir lapangan oleh VAR. Biasanya, situasi seperti ini mengarah pada penalti bagi tim tuan rumah, dan para pendukung City telah bersiap merayakannya.
Namun, setelah melihat tayangan ulang, Hallam membuat keputusan yang mengejutkan banyak orang dengan tetap pada keputusan awalnya. Ia mengumumkan, “Setelah ditinjau, bola mengenai lengan pemain Wolves yang berada di posisi alami, sehingga keputusan di lapangan akan tetap.”
Reaksi dan Komentar
Bekas asisten wasit Premier League, Darren Cann, menyatakan bahwa keputusan Hallam tersebut “tanpa diragukan lagi adalah keputusan yang tepat.” Ia juga menambahkan, “Hallam, yang menjalani debut di Premier League, membuat panggilan yang sangat baik dan berani untuk mempertahankan keputusan di lapangan bahwa tidak ada handball. Dalam hukum permainan, keputusan ini benar karena lengan Yerson Mosquera berada dalam posisi yang wajar dan bola menyentuh lengan dari jarak yang sangat dekat.”
Dampak pada Liga
Pencapaian Hallam di debut pertamanya menunjukkan keberanian dan kemampuan yang luar biasa, terutama dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan di lapangan. Dengan demikian, performanya bisa menjadi inspirasi bagi wasit yang lainnya dalam kompetisi bergengsi seperti Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment