Manchester United Kembali ke Jalur Kemenangan di Derby Manchester
Bagian akhir dari seri tentang kondisi taktik masing-masing tim “Big Six” Premier League. Bagaimana masing-masing tim berkembang musim ini, apa yang mereka lakukan dengan baik, dan masalah apa yang perlu diperbaiki?
- Bagian pertama tentang Manchester City
- Bagian kedua tentang Arsenal
- Bagian ketiga tentang Tottenham Hotspur
- Bagian keempat tentang Liverpool
- Bagian kelima tentang Chelsea
Jalannya Pertandingan
Pada satu sore yang penuh harapan, suasana kelabu di Old Trafford sirna setelah Manchester United mengalahkan tetangga mereka, Manchester City, dengan skor 2-0. Ini merupakan pertandingan pertama Michael Carrick sebagai pelatih interim, setelah pemecatan Ruben Amorim yang menjabat selama 14 bulan.
Dalam masa kepemimpinan Amorim, United memang mencatat beberapa hasil gemilang, tetapi banyak dari kemenangan tersebut didapat dengan cara yang kurang meyakinkan. Namun, akhir pekan ini, tim menunjukkan performa solid yang seharusnya lebih meyakinkan. Meskipun tiga gol lain dibatalkan karena offside, United hanya kebobolan 0.47 expected goals, yang merupakan angka terendah bagi City di Premier League sejak Februari 2021.
Kemenangan ini sangat dibutuhkan setelah masa sulit Amorim yang berakhir dengan 24 kemenangan dari 63 pertandingan, hanya 38.1 persen. Namun, performa United memang mulai membaik, mengingat mereka finis di posisi ke-15 yang mengecewakan pada musim 2024-25.
Statistik dan Perkembangan Tim
Perbaikan itu terlihat pada grafik rata-rata poin per game mereka dalam sepuluh pertandingan terakhir, menunjukkan peningkatan performa menjelang akhir musim gugur. Kemenangan mereka dimulai dengan mengalahkan Sunderland 2-0 di kandang pada awal Oktober dan diakhiri dengan kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada akhir November.
Meskipun performa menurun setelah itu, beberapa situasi bisa dimaklumi. Dalam pertandingan terakhir Amorim melawan Leeds, dia terpaksa memainkan Patrick Dorgu sebagai gelandang serang, sementara beberapa pemain kunci, termasuk Bruno Fernandes dan Mason Mount, absen karena cedera.
Taktik dan Pendekatan Baru Carrick
Sebelum pemecatan Amorim, banyak yang mempertanyakan kesesuaian taktik 3-4-2-1 yang diterapkannya dengan skuad yang ada. Carrick baru saja menjalani satu pertandingan, tetapi sudah memperlihatkan penyesuaian taktis yang lebih sesuai dengan kemampuan para pemain.
Dalam pertandingan melawan City, Carrick memilih untuk tidak membangun serangan dari belakang dan malah memanfaatkan celah yang ditinggalkan oleh pertahanan lawan. Ini terbukti efektif meski City mendominasi penguasaan bola. Posisi pemain di lapangan juga lebih alami, dengan Fernandes kembali beroperasi di posisi yang tepat sebagai gelandang serang.
Perbaikan Kombinasi Serangan
Meskipun United menunjukkan variasi dalam cara mereka mencapai area ofensif, prinsip permainan menyerang yang diterapkan selama masa Amorim tetap ada. Alih-alih mengandalkan dribbling individu, United lebih fokus pada kerja sama tim. Kombinasi satu-dua dan pergerakan pemain ketiga semakin memperkaya serangan mereka.
Pemain baru seperti Mbeumo dari Brentford telah menambah dimensi baru dalam permainan sayap, memperkuat hubungan dengan Amad di sisi kanan. Kombinasi ini berhasil menciptakan lebih banyak ruang dan peluang bagi tim untuk menyerang.
Masalah di Tengah Lapangan
Meski memiliki perlindungan lebih dari formasi tiga bek, United masih terlihat rentan, terutama di lini tengah. Pasangan gelandang yang sering dipilih, yaitu Fernandes dan Casemiro, tidak selalu dapat menjaga keseimbangan pertahanan.
Di bawah Carrick, pendekatan pertahanan lebih sederhana, dengan penekanan pada kerja sama dan menutup celah ketika tidak menguasai bola. Carrick menekankan pentingnya kekompakan tim dan jarak antar pemain yang pendek agar lebih efisien dalam bertahan.
Pentingnya Ketenangan dalam Permainan
Salah satu peningkatan terbesar yang terlihat adalah ketenangan para pemain saat unggul. United mengalami kesulitan saat mempertahankan keunggulan sebelumnya, tetapi di pertandingan melawan City, mereka menunjukkan kemampuan untuk tetap tenang dan fokus, terutama setelah mencetak gol kedua.
Dengan Carrick di kursi kepelatihan, ada harapan baru bagi United untuk kembali merangkak ke papan atas. Kemenangan ini adalah langkah yang penting, dan jika bisa diikuti dengan konsistensi, bisa membawa United kembali ke jalur yang benar.
Dengan penampilan yang lebih solid dan strategi yang lebih sesuai dengan karakter skuad, langkah Carrick menjadi sangat dinantikan di sisa musim ini.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment