Statistik Pertandingan Bayer Leverkusen vs Arsenal di UEFA Champions League
Catatan Pertemuan Sebelumnya
Bayer Leverkusen telah berhasil lolos dari empat dari lima pertemuan knockout Eropa mereka melawan klub-klub Inggris, satu-satunya kegagalan terjadi melawan Liverpool pada musim 2004-05 di UEFA Champions League. Sementara itu, Arsenal pernah bertemu Bayer Leverkusen di fase grup kedua pada musim 2001-02, di mana mereka bermain imbang 1-1 di kandang lawan dan menang 4-1 saat bermain di Highbury.
Rekor Arsenal Melawan Tim Jerman
Seluruh lima pertemuan Arsenal di fase knockout UEFA Champions League melawan tim-tim Jerman selalu menghadapkan mereka dengan Bayern Munich. Arsenal tersingkir di babak 16 besar pada 2004-05, 2012-13, 2013-14, 2016-17, dan perempat final 2023-24.
Performa Terakhir Bayer Leverkusen
Bayer Leverkusen tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di UEFA Champions League dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang, dan berhasil mempertahankan clean sheet di semua pertandingan tersebut. Ini adalah pertama kalinya mereka berusaha mempertahankan empat laga tanpa kebobolan dalam kompetisi ini.
Dominasi Arsenal di Musim Ini
Arsenal merupakan satu-satunya tim yang tidak pernah tertinggal dalam UEFA Champions League musim ini, dengan 62% kemenangan dan 38% hasil imbang dari total waktu permainan mereka. Tim ini juga mencatatkan xG terbaik (+8) saat berada dalam status imbang, dengan 9.4 xG untuk dan 1.4 xG melawan.
Keterlibatan Leverkusen dalam Serangan
Melihat data menjelang babak 16 besar, Bayer Leverkusen mencatatkan jumlah tembakan terbanyak yang berasal dari kehilangan bola tinggi (26), lebih banyak dibandingkan tim lain di UEFA Champions League musim ini. Hanya Qarabag yang lebih buruk dalam hal total kehilangan bola (118) dibandingkan tim asal Jerman ini (109).
Peran Vital Pemain Kunci
- 43% dari peluang yang diciptakan Bayer Leverkusen di UEFA Champions League musim ini berasal dari sisi kiri, persentase tertinggi di antara semua tim. Alejandro Grimaldo, sebagai bek sayap kiri, telah menciptakan 23 peluang, lebih banyak 12 peluang dibandingkan rekan setimnya, Ibrahim Maza.
- Viktor Gyökeres dari Arsenal mencetak 10 gol dalam 14 penampilan di UEFA Champions League, empat di antaranya didapatkan setelah melakukan carry bola. Hanya Vinícius Júnior (6), Raphinha, dan Lamine Yamal (masing-masing 5) yang memiliki carry yang berujung gol lebih banyak sejak awal musim lalu.
- Sejak musim lalu, Jurriën Timber dari Arsenal memiliki persentase paling rendah dalam hal dribble-pass (7.4%) dari semua pemain yang mencoba 50+ tackle di UEFA Champions League.
- Aleix García dari Bayer Leverkusen mencatat rata-rata 16.6 passing yang memecah garis per 90 menit di UEFA Champions League musim ini, yang tertinggi di antara semua gelandang dengan menit bermain minimal 300.
Konteks dan Dampak
Pertemuan antara Bayer Leverkusen dan Arsenal di UEFA Champions League membawa banyak catatan menarik dan statistik yang dapat mempengaruhi strategi kedua tim. Arsenal menunjukkan performa kokoh di kompetisi ini, sedangkan Leverkusen melakukan upaya maksimal untuk menciptakan peluang. Konflik ini bisa menjadi penentu bagi kedua tim dalam meraih sukses di Eropa dalam beberapa tahun ke depan.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment