Jordan Pickford: Kiper Kelas Dunia yang Terlupakan
(Foto oleh Carl Recine/Getty Images)
Pendahuluan
Kasus Jordan Pickford sangat menarik untuk dibahas. Sangat sulit untuk menemukan pemain sepak bola yang pandangannya tampak berbeda antara kalangan internal Everton dan luar.
Kualitas di Dalam Tim
Bagi penggemar Everton, tidak ada keraguan bahwa Pickford layak berada di antara kiper elit. Jika ia bukan yang terbaik di Premier League musim ini — dan beberapa musim sebelumnya — maka ia pasti berada di urutan teratas.
Statistik dan Prestasi
Pickford meraih clean sheet ke-100 untuk Everton akhir pekan lalu, dengan melakukan penyelamatan refleks alami dari Enzo Fernandez, menambah daftar penyelamatan spektakulernya di musim 2025-26.
Beberapa minggu lalu, ia melakukan penyelamatan luar biasa yang diakuinya sebagai yang terbaik dalam karirnya, saat menghentikan tendangan Sando Tonali di Newcastle. Penyelamatan lain yang mengesankan adalah saat ia mementahkan tendangan Cesar Azpilicueta dari Chelsea serta penyelamatan ganda melawan Sheffield United. Semua merupakan aksi kelas dunia.
Kurangnya Pengakuan
Namun, performa Pickford sering kali tidak mendapatkan pengakuan yang seharusnya. Ia jarang mengecewakan, baik untuk klub maupun timnas. Dengan 81 caps untuk Inggris, kesulitan untuk menemukan kesalahan dalam penampilannya cukup menunjukkan kualitasnya. Berapa banyak kiper nomor satu Inggris yang seandal dirinya?
Data dan Angka
Data mencerminkan kapasitasnya. Musim ini, Pickford mencatat 11 clean sheets di Premier League, hanya kalah dari David Raya, yang dilindungi oleh pertahanan yang sering dianggap terbaik di liga.
Ke-11 clean sheet tersebut diraih meski ia membuat penyelamatan terbanyak keempat di Premier League, 36 lebih banyak dari Raya, dan 22 lebih banyak dari Gianluigi Donnarumma dari Manchester City, yang juga memiliki 11 clean sheets.
Hasil clean sheets tentunya merupakan usaha kolektif. Namun, Pickford sendiri menunjukkan keahlian dalam mencegah gol. Menurut Opta, ia telah mencegah 6.0 harapan gol (expected goals) yang merupakan performa terbaik di Premier League. Sebagai perbandingan, Guglielmo Vicario dari Tottenham memiliki angka minus -5.5, sementara Alisson Becker hanya -3.1.
Dengan kata lain, ada 13 kiper di Premier League yang kebobolan lebih banyak dari yang seharusnya berdasarkan kualitas peluang yang dihadapi. Pickford tidak hanya berada di kelompok kiper yang berhasil mengungguli statistik tersebut, tetapi dengan margin terbesar.
Hanya ada empat kiper yang menghadapi harapan gol lebih tinggi dibanding Pickford musim ini: Martin Dubravka, Vicario, dan Djordje Petrovic. Namun, ia tetap menempati posisi teratas dalam kategori gol yang dicegah.
Alasan di Balik Minimnya Perhatian
Lalu, mengapa tidak ada sorotan yang memadai untuk Pickford? Mungkin karena citra antagonisnya, yang telah sedemikian rupa hingga orang dewasa membawa dinosaur tiup ke stadion untuk mengolok-oloknya. Situasi ini mengakibatkan ia kurang dihargai di kalangan penggemar secara umum.
Mungkin juga ada faktor lain terkait perhatian publik. Beberapa nama Everton seperti Iliman Ndiaye tengah diisukan diperebutkan klub-klub yang lebih kaya, membuat status pemain di tim menjadi perhatian bagi para penggemar.
Pickford sendiri tampak tidak tertarik untuk meninggalkan Everton. Di tengah masa-masa sulit, ia tetap menjadi andalan. Kiper yang baik seringkali dianggap bisa mengamankan 10 poin setiap musim, dan Everton sangat membutuhkan poin-poin tersebut. Meskipun ia tidak masuk dalam pembicaraan tim terbaik musim ini, pengakuan dan pujian tetap ada di sini.
Konteks dan Dampak
Dengan penampilan konsisten dan statistik yang mendukung, Pickford seharusnya mendapatkan lebih banyak perhatian di luar lingkaran Everton. Tetapi, karakter dan citranya mungkin menghalangi pengakuan tersebut. Dukungan dan performa gemilangnya menjadi aset berharga bagi Everton dalam kompetisi yang semakin ketat ini.
(PL/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment