Pemain Wolverhampton Hanya Menyisakan Potensi di Liga Utama
Wolverhampton Wanderers dipastikan tidak akan berkompetisi di Premier League musim depan. Meski demikian, beberapa pemain mereka masih memiliki peluang untuk tetap bersaing di tingkat ini, salah satunya adalah Yerson Mosquera.
Kartu Kuning dan Masalah Disiplin Mosquera
Yerson Mosquera, bek asal Kolombia, menunjukkan bakat yang menjanjikan, tetapi tingkah lakunya bisa menjadi penghalang. Saat menghadapi West Ham United dengan skor akhir 4-0, Mosquera menerima kartu kuning ke-12 dalam 28 penampilan di Premier League, dan itu terjadi hanya dalam waktu 20 menit pertandingan.
Dengan rata-rata 0.43 kartu kuning per pertandingan, ia hanya kalah dari mantan pemain Crystal Palace, Jamie Fullarton, yang memiliki 0.44 kartu kuning dalam 25 laga.
Suspensi dan Dampaknya
Kartu kuning yang diterimanya pada laga malam itu menjadi yang kesepuluh di liga musim ini, sehingga Mosquera harus absen dalam dua pertandingan mendatang melawan Leeds United dan Tottenham Hotspur akibat sanksi larangan bermain.
Kepribadiannya yang flamboyan terkadang disukai penggemar, tetapi bisa menjadi gangguan bagi rekan setimnya. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika kapten Jose Sa dan bek Ladislav Krejci tampak berdebat dengan Mosquera setelah insiden kartu kuning tersebut.
Kritik dari Pelatih
Pelatih Rob Edwards terlihat jelas merasa kesal saat menunggu Mosquera dan wasit di akhir babak pertama. Ia menyampaikan keprihatinan tentang ketidakdisiplinan Mosquera, yang berpotensi merugikan tim. “Sangat disayangkan karena ia sedang menunjukkan performa bagus,” ujar Edwards. “Sekarang kita harus menghadapi kenyataan kehilangan pemain penting selama beberapa pertandingan.”
Kemudahan dalam menerima kartu kuning bukanlah hal baru bagi Mosquera. Rata-rata 0.51 kartu kuning per 90 menit menjadikannya salah satu pemain dengan catatan buruk dalam hal disiplin di Premier League.
Kemampuan dan Potensi
Walau masalah disiplin menjadi perhatian, Mosquera masih memiliki kualitas yang diinginkan klub-klub Premier League. Ia memiliki tinggi badan, ketahanan fisik, kecepatan, dan kemampuan mengolah bola yang patut diperhitungkan. Dalam statistik, ia tercatat di antara 10 besar dalam urusan duel yang dimenangkan serta tujuh besar dalam tackle yang berhasil.
Tantangan di Depan
Namun, di usianya yang mendekati 25 tahun, Mosquera perlu lebih dapat mengontrol emosinya. Jika tidak, sikapnya dapat menjadi penghalang bagi kariernya dan kemungkinan pindah ke tim lain musim panas mendatang. Edwards mengingatkan bahwa sikap tersebut harus diubah, “Kami perlu menyingkirkan hal-hal semacam itu dari permainannya.” Ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh Mosquera dan tim jika mereka ingin kembali ke jalur yang benar.
Jika Mosquera dapat mengatasi masalah disiplin ini, diharapkan ia bisa memberikan kontribusi yang lebih baik bagi tim, baik di divisi Championship maupun untuk kariernya di masa mendatang.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment