Rencana Newcastle United untuk Hadapi Aston Villa
Kepala pelatih Eddie Howe meyakini bahwa Newcastle United masih dapat meraih “hal-hal hebat” meski terhalang oleh batasan aturan finansial. Timnya berusaha untuk mengubah status quo di Premier League dalam pertemuan melawan Aston Villa.
Statistik Finansial dan Kompetisi
Secara tradisional, klub-klub yang mengeluarkan banyak uang untuk gaji pemain cenderung meraih poin terbanyak. Namun, Newcastle dan Aston Villa telah berhasil membuktikan sebaliknya, dengan peringkat kedelapan dan keenam dalam daftar gaji terbesar di liga.
Newcastle berhasil lolos ke Liga Champions pada tahun 2023 dan 2025, sedangkan Aston Villa mengikuti jejak tersebut pada tahun 2024. Kini, kedua tim berupaya untuk mengulangi kesuksesan itu musim ini, dengan Newcastle berpeluang naik ke posisi keempat dengan kemenangan atas Villa yang saat ini berada di posisi ketiga, jika hasil lainnya mendukung.
Pernyataan Pelatih
“Orang-orang yang lebih cerdas dari saya berkata bahwa anggaran gaji mengikuti posisi di liga, tetapi saya tidak bisa berpikir seperti itu,” ujar Howe. “Kita harus berpikir berbeda dan menemukan cara untuk tetap memenangkan pertandingan agar dapat menggoyahkan status quo dan menyelesaikan musim dengan sebaik mungkin.”
Howe kembali menekankan bahwa “Sepak bola dimainkan di lapangan, bukan dengan uang.” Meskipun Newcastle telah mengeluarkan lebih dari £100 juta untuk pembelian pemain baru pada musim panas lalu, klub juga menjual penyerang bintang mereka, Alexander Isak, ke Liverpool dengan rekor transfer Britania sebesar £125 juta.
Persaingan dan Tantangan
Banyak pemain yang menjadi target Newcastle, seperti Hugo Ekitike dan Joao Pedro, memilih bergabung dengan klub-klub besar lainnya seperti Liverpool dan Chelsea, memperlihatkan tantangan yang dihadapi Newcastle dalam menarik pemain berkualitas. Meskipun Newcastle sebagian besar dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, klub-klub legacy seperti Arsenal dan Tottenham mampu menghabiskan lebih banyak karena aliran pendapatan yang lebih baik.
Analisis dari firma keuangan Deloitte menunjukkan bahwa Liverpool menghasilkan £367 juta lebih banyak dalam pendapatan dibandingkan Newcastle musim lalu, dan Howe mengakui bahwa timnya harus berusaha lebih keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
“Saya tahu orang-orang sudah bosan mendengarnya, tetapi ini adalah fakta. Membangun pendapatan kami sangat penting, dan saya tahu ada banyak pekerjaan yang dilakukan di belakang layar untuk mencapainya,” tambahnya.
Misi Musim Ini
Secara keseluruhan, biaya skuad untuk kampanye liga 2026-27 akan dibatasi hingga 85% dari pendapatan klub, sementara tim yang bersaing di Eropa harus mematuhi batas maksimum 70% yang ditetapkan oleh UEFA. Hal ini semakin menekankan bahwa Newcastle harus menerapkan strategi yang cerdas dalam mengelola sumber daya yang ada.
Dengan semangat untuk terus berkembang, Newcastle United bertekad untuk membuktikan bahwa mereka dapat mencapai kesuksesan, terlepas dari batasan finansial yang ada.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment