Pergantian Pelatih di Tottenham: Igor Tudor Pamit Setelah Kinerja Buruk
Igor Tudor baru saja meninggalkan posisinya sebagai pelatih Tottenham Hotspur setelah sebelumnya menjabat di Juventus. Tudor dipecat dari Juventus pada bulan Oktober setelah mengalami delapan pertandingan tanpa kemenangan. Kini, ia meninggalkan Spurs sebagai salah satu dari enam pelatih yang pernah memimpin setidaknya lima laga di Premier League namun gagal meraih satu kemenangan pun.
Kritik Terhadap Gaya Bermain
Salah satu alasan yang diungkapkan saat Tudor ditunjuk sebagai pelatih adalah untuk membawa permainan yang lebih menyerang, setelah ada kritik terhadap gaya bermain tim di bawah Thomas Frank. Pada masa kepemimpinannya, Spurs memang rata-rata mencatatkan sedikit lebih banyak tembakan per laga (11,6) dibandingkan saat ditangani Frank (11,1). Namun, dalam metrik lainnya, Tottenham justru mengalami penurunan, termasuk jumlah gol yang hanya mencapai 0,8 per pertandingan, turun dari angka 1,4, dan expected goals (xG) yang juga menurun dari 1,1 menjadi 1,0. Begitu pula dengan sentuhan di kotak penalti lawan: turun menjadi 21,0 dari 24,3.
Statistik Pertahanan yang Memprihatinkan
Di sisi pertahanan, Tottenham tergolong kurang baik saat Tudor melatih. Mereka menghadapi jumlah tembakan terbanyak kelima dan tembakan tepat sasaran terbanyak keempat di Premier League. Spurs juga kebobolan xG terbanyak kedua, hanya kalah dari sejumlah tim. Hanya Burnley dan Newcastle yang menghadapi lebih banyak peluang besar (17) dibandingkan Spurs (16), sementara Burnley (167) menjadi tim yang lebih banyak membiarkan sentuhan di kotak penalti mereka dibandingkan Spurs (161).
Dampak Terhadap Tim dan Kompetisi
Keterpurukan Tudor di Tottenham menunjukkan tantangan besar bagi manajemen tim untuk mencari sosok pelatih yang mampu membawa Spurs ke jalur kemenangan. Dalam dunia sepak bola, performa pelatih sangat berpengaruh terhadap nasib tim, dan kini Tottenham harus berbenah untuk meningkatkan daya saingnya di Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment