Home Sepakbola Inggris Premier League Strategi Kiper Premier League Menghadapi Sayap dan Set Piece!
Premier League

Strategi Kiper Premier League Menghadapi Sayap dan Set Piece!

Share
Strategi Kiper Premier League Menghadapi Sayap dan Set Piece!
Share

Analisis Penjaga Gawang Premier League: Menghadapi Situasi Sudut

Kobbie Mainoo dari Manchester United baru-baru ini mengunggah gambar dari tendangan sudut setelah kemenangan 1-0 melawan Everton, menggambarkan bagaimana tim tuan rumah mengerubungi kiper dan menguji kewibawaan Senne Lammens di setiap pengiriman. Dia bahkan membandingkannya dengan ajang WWE Royal Rumble.

Situasi tersebut menunjukkan betapa rumitnya pertahanan saat menghadapi tendangan sudut di Premier League. Kini, lebih banyak tim dengan sengaja mengerubungi kiper lawan, memblokir pergerakannya dan berusaha merebut bola kedua daripada menjaga bola utama itu sendiri.

Strategi Kiper di Premier League

Dengan semakin banyaknya pelanggaran yang dibiarkan oleh wasit saat grappling di depan gawang, kali ini kami mengulas bagaimana kiper Premier League bertahan pada situasi tendangan sudut. Kami menganalisis beberapa ratus klip, dengan fokus pada kiper yang memainkan sebagian besar menit liga di setiap klub musim ini. Meskipun ada sekitar 30 kiper yang tampil di Premier League, analisis ini berfokus pada 20 kiper utama.

Secara umum, pendekatan mereka dibagi dalam tiga kategori: kiper yang sering keluar dari garis gawang dan lebih suka menangkap bola, kiper yang cenderung memukul bola ketimbang menangkap, dan kiper yang lebih suka menjaga posisi di garis gawang dan mengelola ruang.

Kiper yang Meninggalkan Garis Gawang

Robin Roefs (Sunderland)

Roefs mencatat jumlah klaim dan pukulan terbanyak (63) di antara kiper Premier League musim ini. Dia berhasil mengimbangi antara menangkap (42) dan memukul (21), serta dikenal agresif dalam situasi sudut.

Kemandiriannya membantu tim bertahan dengan lebih tenang. Namun, agresivitasnya bisa menjadi pedang bermata dua. Kadang-kadang, ia gagal menjangkau bola di tengah kerumunan pemain lawan.

Baca juga:  Update Palmer: Cedera! Siap Lawan Palace Gak Ya?

Emiliano Martinez (Aston Villa)

Martinez, dikenal karena kehebatannya dalam situasi udara, lebih sering menangkap bola daripada memukul. Dia memiliki jenis keberanian yang diperlukan di bawah tekanan, meski terkadang tidak agresif cukup saat menghadapi pengiriman yang datar.

Robert Sanchez (Chelsea)

Sanchez cenderung mengambil keputusan agresif saat mengamankan bola, sering kali meninggalkan garisnya untuk memulai serangan balik. Tetapi, ia terkadang kesulitan saat jalur ke bola terhalang dan menjadi sasaran dalam ramainya area penalti.

David Raya (Arsenal)

Kiper ini memang tidak setinggi beberapa rekan, namun kepiawaiannya dalam membaca situasi membuatnya efektif dalam menjangkau bola. Meskipun menggunakan teknik menangkap yang lebih sering, kadang-kadang ia lebih baik menggunakan pukulan untuk mengeluarkan bola dari situasi yang sempit.

Nick Pope (Newcastle United)

Pope menunjukkan ketangguhan dan tidak ragu untuk menyerang bola di area enam yard. Dia lebih suka menangkap ketimbang memukul, tetapi kadangkala terlalu percaya diri, yang membuatnya rentan terhadap gol.

Senne Lammens (Manchester United)

Dikenal karena mentalitas agresif dan konsistensinya, Lammens berhasil menjaga kepercayaan lini belakang saat menghadapi situasi sudut. Dia memiliki kombinasi yang baik antara menangkap dan memukul, menjadikannya kiper yang bisa diandalkan.

Kiper yang Mengutamakan Memukul

Jose Sa (Wolves)

Sa memiliki statistik yang baik dengan rata-rata klaim dan pukulan tertinggi kedua di liga. Pendekatannya yang agresif membantu timnya meskipun mereka berada di posisi terbawah klasemen.

Martin Dubravka (Burnley)

Dubravka paling banyak menggunakan pukulan untuk mengamankan bola daripada berusaha menangkapnya. Walaupun dia berusaha keras, timnya tetap kebobolan sejumlah gol dari situasi sudut.

Djordje Petrovic (Bournemouth)

Petrovic memiliki kombinasi yang baik antara angka klaim dan pukulan, dengan kecenderungan mengutamakan pukulan saat tekanan tinggi. Dia menunjukkan keberanian meski tak selalu optimal dalam mengamankan bola.

Baca juga:  Drama Genoa: Inter Lolos 'Squid Game', Puncak Serie A Kembali!

Alisson (Liverpool)

Alisson cenderung lebih aman dengan memukul bola ketimbang menangkapnya. Keputusan ini lebih banyak didorong oleh situasi yang berisiko di kotak penalti, meski terkadang menjadi masalah ketika bola berada dalam kendali lawan.

Caoimhin Kelleher (Brentford)

Kelleher menunjukkan keputusan yang baik dalam situasi sudut dan memiliki statistik yang kuat, namun tidak lepas dari kelemahan saat berhadapan dengan pengiriman yang rumit.

Kiper yang Lebih Mempertahankan Garis Gawang

Bart Verbruggen (Brighton & Hove Albion)

Verbruggen menunjukkan kecenderungan untuk tetap berada di garis gawang dan mengandalkan pertahanan, demikian juga halnya dengan Jordan Pickford (Everton) dan Matz Sels (Nottingham Forest) yang lebih bersikap pasif saat bertahan.

Verbruggen jarang meninggalkan garisnya, tetapi saat dia melakukannya, dia melakukannya dengan keyakinan. Timnya menunjukkan struktur pertahanan yang baik meski kiper mereka tak terlalu agresif di udara.

Dimensi Tim

Setiap kiper memiliki gaya dan pendekatan masing-masing saat bertahan di situasi sudut. Perbedaan ini memberikan dampak signifikan di lapangan, tidak hanya pada performa individu kiper, tetapi juga keseluruhan performa tim.

Dengan pengetatan permainan dan meningkatnya intensitas di lingkungan Premier League, kemampuan kiper untuk mengelola tekanan pada situasi sudut akan terus menjadi kunci bagi kesuksesan tim meraih kemenangan.

(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Strategi Roberto De Zerbi: Formasi Kemenangan Tottenham di Debut Premier League!

Di bawah arahan Roberto De Zerbi, Tottenham menerapkan formasi inovatif yang mengubah...

Jadwal Liga Premier 2025-26: Tanggal, Siaran, dan Cara Menontonnya!

Jadwal Liga Premier 2025-26 hadir dengan tanggal dan siaran lengkap. Temukan cara...

Pahlawan Cult Premier League Pensiun di Usia 29 Usai Pertandingan Piala Dunia.

Pahlawan Cult di Premier League mengumumkan pensiun pada usia 29 tahun setelah...

Tonton Chelsea vs Man City: Saluran TV dan streaming langsung Premier League!

Saksikan pertandingan seru Chelsea melawan Man City di Premier League! Temukan saluran...