Performa Keinan Davis: Momen Menarik di Serie A
Keinan Davis tersenyum saat ditanya tentang kemungkinan namanya masuk dalam daftar pemain Inggris. “Saya rasa ini sedikit berlebihan,” ujarnya sambil tertawa.
Namun, jika kita melihat performanya di klub Serie A Italia, Udinese, angka yang ditorehkan Davis patut diperhitungkan, terutama dibandingkan dengan striker lain yang dipanggil oleh Thomas Tuchel untuk skuad persahabatan melawan Uruguay dan Jepang. Davis, yang kini berusia 28 tahun, mencatatkan statistik lebih baik dibandingkan salah satu striker yang dipanggil, Dominic Solanke dari Tottenham, dan menyamai Dominic Calvert-Lewin dari Leeds.
Kembali ke Sorotan
Seksi wawancara ini mengingatkan kita pada sesi pertama di kamp latihan pra-musim Udinese di Austria delapan bulan lalu. Saat itu, Davis mengungkapkan harapannya untuk menjalani musim 2025-26 dengan kondisi fisik yang prima. Sekarang, pencapaian tersebut menjadi nyata, menunjukkan betapa baiknya performanya di musim ketiga di Serie A.
Pencapaian Pribadi
Davis telah memenuhi keinginannya untuk tampil konsisten dan menunjukkan kematangan sesuai dengan postur tingginya yang 190 cm. Kini, ia tercatat telah mencetak 10 gol dan memberikan 3 assist di Serie A. Selain itu, kontribusinya di bulan Maret yang mencetak tiga gol dalam empat pertandingan membuatnya dinominasikan untuk penghargaan pemain terbaik bulan ini.
Partisipasi Tim
Davis berhasil mencatatkan 28 penampilan di semua kompetisi, termasuk 25 kali sebagai starter, setelah sebelumnya hanya tampil dalam 33 pertandingan dalam dua tahun pertamanya. Kebugarannya menjadi kunci suksesnya musim ini, dan rekan-rekannya di Udinese percaya bahwa ini adalah tahun-tahun puncaknya.
Komentar Rekan Setim
Salah satu rekan setim Davis, Jordan Zemura, menilai tempat Davis di tim: “Saya menyebutnya ‘Bomber’ karena mentalitasnya yang luar biasa. Dia adalah striker Inggris kedua terpenting saat ini setelah Harry Kane. Dia sangat berpengaruh bagi tim kami.”
Perkembangan Kepercayaan Diri
Davis mengaku senang mendapat perhatian tersebut. “Ketika Anda sebagai striker mencetak gol, mereka akan memanggil Anda ‘Bomber’. Rasanya luar biasa,” ujar Davis, mengingat kembali masa-masa di tim muda Aston Villa ketika dia dipanggil ‘Goals’ oleh pelatih.
Pemulihan dari Cedera
Setelah mengalami banyak cedera selama di Aston Villa, Davis menyadari bahwa pra-musim 2025 adalah waktu penting bagi kariernya. Ia bekerja keras untuk memperkuat kaki dan mengurangi cedera, bahkan memfokuskan latihan pada kekuatan kaki. “Saya tidak mengangkat berat badan atas karena itu membuat saya cepat besar dan membebani kaki saya,” ungkapnya.
Goal dan Pertandingan Terakhir
Empat hari sebelum wawancara ini, Davis mencetak gol melawan Genoa dalam pertandingan terakhir sebelum jeda internasional, menambah keunggulan di menit-menit akhir pertandingan. Ini menunjukkan bagaimana ia melihat diri sebagai seorang striker yang cepat.
Kemitraan dengan Zaniolo
Davis juga mendapat dukungan dari kreativitas Nicolo Zaniolo, mantan pemain Villa yang kini berperan penting di tim. Zaniolo dikenal dengan karisma yang unik di lapangan, dan keduanya membangun koneksi baik saat bertanding.
Kesimpulan
Berkaca pada perjalanan Davis, kini ia merasa lebih kuat dan siap bersaing di Serie A. Dengan sisa satu tahun di kontraknya dan penawaran perpanjangan yang belum dibahas, pencapaian 10 gol dalam satu musim layak mendapatkan perhatian. Jika ia terus tampil seperti ini, bukan tidak mungkin namanya akan kembali mencuat di skuat Inggris.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment