Statistik FPL Musim 2025/26: Angka Menarik dari Liga Fantasi Premier
Memasuki fase akhir musim Fantasy Premier League (FPL), berbagai angka mulai menceritakan kisah yang menarik.
Dari penyerang elit yang terus melampaui data yang diharapkan hingga para pemain yang tampaknya tidak beruntung dalam mendapatkan poin bonus, statistik ini memberikan wawasan berharga bagi manajer FPL yang ingin mendapatkan keunggulan.
Perbandingan Harry Wilson dan Mohamed Salah: Ekstrem Penyelesaian
Harry Wilson menjadi pemain dengan performa gol tertinggi dibandingkan ekspektasi gol (xG), mencetak 10 gol dari 4,98 xG yang diharapkan.
Yang menarik, ini bukan tren baru bagi pemain internasional Wales tersebut — dia telah konsisten melampaui xG dalam beberapa musim sebelumnya juga.
- Musim 2024/25: 6 gol dari 3,58 xG
- Musim 2023/24: 4 gol dari 2,90 xG
- Musim 2022/23: 2 gol dari 1,84 xG
Konsistensi ini menunjukkan bahwa penyelesaian Wilson mungkin lebih klinis dan bukan hanya kebetulan.
Dari sisi lain, tabel Statistik Kustom menunjukkan Mohamed Salah sebagai underperformer terbesar, dengan hanya 5 gol dari 9,74 xG. Ini menimbulkan pertanyaan bagi manajer FPL menjelang akhir musim — apakah dia akan memperbaiki performanya sebelum meninggalkan Liverpool di akhir musim?
DEFCON dan Penyerang: Kombinasi yang Jarang
Poin Kontribusi Pertahanan (DEFCON) biasanya didominasi oleh bek dan gelandang bertahan, sehingga menarik bahwa hanya tiga penyerang yang mencetak poin ini musim ini.
DEFCON biasanya didominasi oleh bek & gelandang… tetapi beberapa penyerang turut memberikan kontribusi
Hanya TIGA penyerang yang telah mengumpulkan Poin Kontribusi Pertahanan musim ini:
- Bowen (5 kali)
- Broja (1)
- Thiago (1)
— Fantasy Football Fix (@FantasyFootyFix) 28 Maret 2026
Bowen memimpin dengan mendapatkan DEFCON pada lima kesempatan, diikuti oleh Broja dan Thiago masing-masing sekali. Bowen juga menduduki urutan teratas untuk total kontribusi defensif di antara penyerang dengan 232, diikuti oleh Thiago dengan 174.
Sementara itu, João Pedro berada di urutan ketiga dengan 119, namun tampaknya tidak akan mendapatkan poin DEFCON dalam waktu dekat, dengan rata-rata hanya 4,06 per game, yang jauh di bawah ambang batas yang diperlukan.
Penjaga Gawang yang Menciptakan Peluang
Satu statistik mengejutkan musim ini adalah tiga penjaga gawang yang berhasil mencatat assist FPL — Areola, Pope, dan Sánchez.
Khususnya, penjaga gawang Chelsea, Sánchez, menonjol dengan menciptakan dua ‘peluang besar’ dan mengumpulkan 1,16 expected assists (xA) dari lima percobaan assist.
Tapi, belum ada penjaga gawang yang mendekati output menyerang yang ditunjukkan Ederson di kampanye terakhirnya di Manchester City, yang mencatat empat assist dengan empat ‘peluang besar’ dan 1,66 xA.
Pemain yang Tidak Beruntung dalam Poin Bonus
Poin bonus sering kali terasa tidak terduga, dan beberapa pemain mungkin merasa kurang beruntung dengan jumlah poin yang mereka terima musim ini.
Jensen dari Brentford adalah contoh paling jelas. Meskipun mengumpulkan 72 poin FPL dan 338 dalam Sistem Poin Bonus (BPS), dia belum menerima satu pun poin bonus. Sebagai perbandingan, rekan setimnya O. Dango memiliki 335 BPS tetapi mengantongi 10 poin bonus.
- Jensen: 72 poin FPL, 338 BPS, 0 poin bonus
- Tonali: 71 poin FPL, 391 BPS, 2 poin bonus
- Konsa: 95 poin FPL, 461 BPS, 3 poin bonus
Kasus ini menunjukkan betapa besar pengaruh waktu dan konteks pertandingan terhadap alokasi bonus, meskipun performa mendasarnya kuat.
Bruno Fernandes dan Kesenjangan Kreativitas
Dalam hal kreativitas, Bruno Fernandes beroperasi di level yang berbeda dari pemain lain di liga.
Dia memimpin dengan 17 assist FPL, sementara pemain terdekat — Rice, João Pedro, dan Cherki — masing-masing hanya memiliki sembilan assist. Fernandes juga telah mencoba 101 assist, yang 43 lebih banyak dari pemain lain, serta menciptakan 24 ‘peluang besar’, yang sembilan lebih banyak dari Cherki.
Meski begitu, kedudukan Cherki di banyak metrik tersebut menunjukkan potensi besar jika jam bermainnya meningkat.
Pemain yang Selalu Hadir: Keandalan Tetap Penting
Hanya dua pemain outfield yang telah bermain sepanjang waktu di Premier League musim ini — Virgil van Dijk dan Nikola Milenković.
Van Dijk telah mencetak 135 poin FPL, dengan rata-rata 4,35 poin per game, sementara Milenković mengumpulkan 96 poin dengan rata-rata 3,10 poin per game.
Pemain bertahan Nottingham Forest ini diharapkan dapat memberikan kontribusi DEFCON yang dominan, tetapi performanya masih solid dengan 256 kontribusi defensif — peringkat ke-10 di antara bek.
Set Pieces: Penalti dan Free-Kick
Set pieces tampaknya semakin penting untuk hasil di FPL.
Brentford mendapatkan penalti terbanyak musim ini dengan delapan, berhasil mencetak enam gol, sementara Chelsea mencetak semua tujuh penalti mereka dengan Palmer mencetak lima dan Enzo menambah dua.
Di sisi lain, Aston Villa dan Spurs belum mendapatkan satu pun penalti musim ini.
Khususnya dari free-kick, Liverpool sangat berbahaya. Dominik Szoboszlai mencetak empat dari 12 percobaan, mencatat rekor klub untuk gol free-kick langsung terbanyak dalam satu musim Premier League.
Juga, Anton Stach dari Leeds muncul sebagai pemain yang patut diperhatikan dengan tiga gol free-kick langsung dari tujuh percobaan — rasio konversi yang mengesankan menjelang akhir musim, terutama dengan jadwal yang menguntungkan bagi Leeds.
(PL/GN)
sumber : www.fantasyfootballfix.com
Leave a comment