Pembenahan Tim Setelah Kepergian Ruben Amorim
Ruben Amorim baru saja memberikan konferensi pers yang cukup mengesankan, di mana ia mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap keputusan manajemen klub. Ia menegaskan bahwa dirinya dipekerjakan sebagai manajer, bukan sekadar pelatih, yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap pengaruh eksekutif dalam pengambilan keputusan di lapangan.
Keputusan Manajemen
Pihak manajemen tampaknya merasa bahwa Amorim tidak memahami posisinya, dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan pelatih asal Portugal tersebut. Dalam 14 bulan bekerja, Amorim telah melepas tujuh pemain inti dari skuad yang sebelumnya gagal, meski telah melakukan beberapa perekrutan dengan nama-nama baru seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Patrick Dorgu, dan Benjamin Sesko. Meskipun penampilan mereka di Leeds menunjukkan kemajuan, skuad masih perlu diperkuat.
Situasi Skuad
Pada pertandingan terakhir di Elland Road, komposisi bangku cadangan tim terlihat kurang meyakinkan dengan dua pemain berusia 17 tahun, tiga pemain berusia 18 tahun, dan seorang pemain berusia 20 tahun, yang hanya memiliki satu kali pengalaman di Premier League. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada pengeluaran dalam transfer, stok pemain masih terlalu sedikit.
Refleksi dari Pengalaman
Amorim berhasil mengantar tim menduduki posisi kelima saat ini, yang seharusnya memberikan alasan bagi manajemen untuk mendukungnya dalam jendela transfer yang akan datang. Namun, dalam kondisi seperti sekarang, pelatih seringkali berada jauh di bawah dalam hierarki tim, sehingga setiap pernyataan yang menyoroti keputusan di atas mereka dapat dianggap tidak layak.
Dampak Kepergian Amorim
Kebanyakan penggemar United mungkin tidak akan merasa kehilangan setelah kepergiannya, namun mereka merasa prihatin terhadap kondisi klub yang tampaknya kembali melakukan kesalahan. Keputusan ini menghadirkan tantangan baru dan kemungkinan bagi tim untuk kembali ke titik awal dalam upaya peningkatan performa di masa depan.
(PL/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment