Drama di Stadio Tardini: AC Milan Buang Keunggulan Dua Gol, Parma Amankan Poin Imbang 2-2
AC Milan gagal mempertahankan keunggulan dua gol di Stadio Tardini, setelah Parma bangkit secara heroik untuk memaksakan hasil imbang 2-2 dalam laga sengit Serie A pada Sabtu, 8 November 2025. Alexis Saelemaekers dan Rafael Leao sempat membawa Rossoneri unggul, namun Adrian Bernabé dan Enrico DelPrato memastikan poin berharga bagi tim tuan rumah.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Milan datang ke pertandingan ini dengan motivasi tinggi untuk merebut posisi puncak klasemen, menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Roma sebelumnya. Meskipun tanpa Adrien Rabiot dan Santiago Gimenez yang masih absen, serta Christian Pulisic, Fikayo Tomori, dan Ardon Jashari yang baru kembali dari cedera dan hanya duduk di bangku cadangan, Milan menunjukkan dominasinya sejak awal. Bek sayap Pervis Estupinan juga kembali bermain setelah absen sejak 28 September.
Tekanan awal Milan hampir membuahkan hasil saat Lautaro Valenti nyaris melakukan gol bunuh diri ketika mencoba menghalau umpan silang Rafael Leao yang hendak disambar Christopher Nkunku. Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-12. Nkunku memberikan assist kepada Alexis Saelemaekers yang melepaskan tendangan mendatar akurat ke pojok bawah gawang, mengejutkan kiper Parma, Zion Suzuki.
Parma sempat merespons pada menit ke-18 melalui Oliver Sorensen, namun golnya dianulir karena offside. Milan kemudian menggandakan keunggulan di menit ke-25 setelah Saelemaekers dijatuhkan oleh Abdoulaye Ndiaye di kotak penalti. Wasit, setelah meninjau VAR On-Field Review, tetap pada keputusannya. Rafael Leao yang menjadi eksekutor berhasil menaklukkan Suzuki, meski kiper tersebut sempat menebak arah bola dengan benar.
Menjelang akhir babak pertama, Parma berhasil memperkecil ketertinggalan. Sascha Britschgi merebut bola dari Estupinan di sisi lapangan dan memberikan umpan kepada Adrian Bernabé. Bernabé kemudian melepaskan tendangan kaki kiri melengkung yang indah ke pojok atas gawang Milan, tanpa bisa dijangkau Mike Maignan. Gol ini membangkitkan semangat Ducali.
Kebangkitan Parma di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Parma tampil jauh lebih agresif. Mereka langsung menciptakan peluang besar ketika Patrick Cutrone mengirim umpan tarik yang disambar Pellegrino dari jarak enam yard, namun Estupinan berhasil melakukan blok krusial. Bola kemudian mengenai tangan Samuele Ricci dari jarak dekat, namun VAR memutuskan bukan penalti.
Maignan harus berjibaku menepis sundulan Enrico Delprato dari umpan silang Britschgi. Sundulan Delprato dari lemparan ke dalam Lautaro Valenti juga sempat menyamping tipis dari tiang gawang. Pelatih Milan, Max Allegri, mencoba mengubah formasi menjadi 4-4-2, namun Milan tampak kehilangan fokus setelah unggul 2-0.
Parma seharusnya bisa menyamakan kedudukan lebih awal ketika Bernabé melepaskan tendangan melambung dari jarak 14 yard setelah umpan cerdas dari Cutrone. Tak lama berselang, sundulan Pellegrino membentur tiang gawang.
Dominasi Parma di babak kedua akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62. Umpan silang Britschgi dari sisi kanan kembali menemukan Enrico Delprato yang menyundul bola di tiang dekat, mengarahkannya ke pojok bawah gawang. Ini menjadi momen yang emosional bagi Delprato, seorang pendukung Rossoneri seumur hidup.
Milan seharusnya bisa merebut kembali keunggulan di menit ke-76 saat Christian Pulisic masuk sebagai pemain pengganti setelah pulih dari cedera. Berlari bebas setelah flick tumit Leao, Pulisic secara mengejutkan menendang bola melebar padahal hanya tinggal berhadapan dengan Suzuki.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim silih berganti menyerang untuk mencari gol kemenangan. Saelemaekers juga sempat melepaskan tendangan salto akrobatik dari umpan Luka Modric yang melebar. Maignan dengan sigap menepis sundulan Delprato dari tendangan bebas Hernani. Namun, di serangan balasan, Saelemaekers menggiring bola melewati Suzuki namun tembakannya ke gawang kosong malah melebar, diganggu oleh bek Parma yang mengejar. Suzuki juga sempat kesulitan mengamankan tembakan keras Modric. Di masa injury time, Youssouf Fofana menyambar umpan silang Ruben Loftus-Cheek dari jarak tujuh yard namun masih melebar.
Statistik Pertandingan
Parma 2-2 Milan
- Alexis Saelemaekers (menit 12, Milan)
- Rafael Leao (penalti, menit 25, Milan)
- Adrian Bernabé (menit 45+1, Parma)
- Enrico Delprato (menit 62, Parma)
Konteks dan Dampak
Hasil imbang ini jelas menjadi kerugian besar bagi AC Milan yang seharusnya bisa membawa pulang tiga poin krusial untuk persaingan di papan atas Serie A. Kehilangan keunggulan dua gol menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah bagi tim asuhan Max Allegri untuk menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, bagi Parma, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan. Meskipun terpuruk di lima pertandingan terakhir, semangat juang mereka untuk bangkit dari ketertarungan dua gol menunjukkan karakter kuat tim dan bisa menjadi suntikan moral berharga untuk pertandingan-pertandingan berikutnya di Serie A.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment