Misteri Pergantian Pulisic: Allegri Ungkap Alasan di Balik Hasil Imbang AC Milan
AC Milan gagal mempertahankan puncak klasemen Serie A setelah bermain imbang secara mengejutkan melawan Sassuolo. Hasil tersebut menghentikan rentetan tiga kemenangan beruntun Rossoneri dan membuat mereka harus merelakan posisi teratas kepada Inter Milan. Setelah pertandingan, pelatih Massimiliano Allegri angkat bicara mengenai keputusannya menarik keluar Christian Pulisic, meski sang pemain tampil impresif dan tim sedang membutuhkan gol kemenangan.
“Christian bergabung dengan kami di Turin setelah sempat demam, lalu berlatih. Ia bermain dengan baik selama 72 menit, namun pada saat itu, kami membutuhkan satu gelandang lagi. Loftus-Cheek bermain solid di depan, tetapi kami harus bertahan lebih baik, terutama untuk gol kedua. Kami seharusnya mengikuti pergerakan Laurienté, dan terlalu mudah bagi mereka untuk mencetak gol… Hari ini ia bermain bagus, seperti saat di Turin. Ia juga berperan penting untuk gol kedua dan memiliki peluang di menit-menit akhir. Ia tampil sangat baik,” ujar Allegri, seperti dikutip dari DAZN.
Jelas, Allegri memilih untuk mengorbankan Pulisic di lini serang demi mencari stabilitas lebih di lini tengah dengan memasukkan Samuele Ricci. Namun, langkah ini justru berbuah pahit. Hanya empat menit setelah pergantian tersebut, Rossoneri kebobolan gol kedua. Ketiadaan bintang USMNT itu di lapangan membuat Milan kesulitan menciptakan peluang serangan yang berbahaya, menunjukkan betapa krusialnya Pulisic dalam membangun momentum ofensif tim.
Massimiliano Allegri telah berhasil meningkatkan performa AC Milan meski dengan skuad yang dianggap belum sepenuhnya kompetitif. Meskipun lini tengah mereka cukup solid dengan beberapa alternatif, lini pertahanan dan depan masih terbatas pilihan, membuat pertandingan menjadi sulit diprediksi.
Namun, ambisi Rossoneri tidak berhenti di situ. Klub dikabarkan berencana untuk memperkuat skuad pada jendela transfer Januari 2026. Langkah ini bertujuan untuk lebih meningkatkan dampak Christian Pulisic di lapangan, demikian laporan dari La Gazzetta dello Sport.
Masa Depan Pulisic Bergantung pada Kemajuan AC Milan
Dengan kontrak yang berlangsung hingga 2027, AC Milan ingin meyakinkan Pulisic untuk menandatangani perpanjangan sebelum ia memasuki tahun terakhir kesepakatannya. Bintang tim nasional AS ini dilaporkan tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan dan menetapkan satu syarat utama: tim harus lolos ke UEFA Champions League.
Menyadari hal ini, Rossoneri berencana memperkuat lini pertahanan dengan pemain berpengalaman seperti Thiago Silva dan Thomas Kristensen. Selain itu, mereka juga mengincar dua bintang Premier League untuk meningkatkan daya gedor lini serang.
Sejak bergabung dengan AC Milan, Pulisic telah mencapai performa puncaknya, memberikan dampak signifikan baik dalam mencetak gol maupun kreativitas. Selama 113 pertandingan, bintang USMNT ini telah mencetak 41 gol dan memberikan 25 assist. Namun, pengaruhnya melampaui statistik tersebut, karena ia menjadi titik fokus serangan tim dan menciptakan sebagian besar peluang ofensif melalui permainan dinamisnya.
Sementara Rafael Leao juga menunjukkan peningkatan performa bersama bintang AS tersebut, Allegri mungkin akan mencari penyerang tengah yang unggul dalam duel udara dan memiliki fisik kokoh untuk memanfaatkan lebih banyak peluang gol, sehingga meningkatkan efisiensi tim. Jika perekrutan ini terwujud, tim Italia itu bisa memiliki kehadiran ofensif yang jauh lebih kuat, yang pada akhirnya akan sejalan dengan potensi perpanjangan kontrak Christian Pulisic dalam proyek yang solid.
(SA/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment