Adrien Rabiot Penuh Keyakinan: AC Milan Bisa Raih Scudetto Musim Ini Bersama Allegri
Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, mengungkapkan keyakinannya yang tinggi bahwa Rossoneri memiliki potensi untuk memenangkan gelar Scudetto musim ini. Ia juga menyatakan kegembiraannya bisa kembali bekerja sama dengan pelatih Massimiliano Allegri, yang ia gambarkan memiliki kemampuan unik bahkan “meramal masa depan.”
Rabiot menyampaikan pandangannya kepada media setelah kemenangan 1-0 Milan atas rival sekota Inter dalam laga derby della Madonnina pekan lalu. Kemenangan krusial tersebut membuat Milan kini duduk di posisi kedua klasemen Serie A, hanya terpaut dua poin dari AS Roma yang memuncaki tabel. Rossoneri akan melanjutkan perjuangan mereka di liga dengan menjamu Lazio di San Siro pada Sabtu ini.
Optimisme Rabiot untuk Scudetto
Para penggemar Milan tentu memimpikan gelar Scudetto, dan Rabiot meyakini bahwa mimpi itu sangat mungkin terwujud.
“Ada segalanya untuk mewujudkannya,” kata Rabiot. “Klub seperti Milan, grup yang solid di ruang ganti, dan staf pelatih yang penting. Sekarang kami harus bekerja minggu demi minggu, memberikan yang terbaik, dan berkorban. Untuk menang, Anda selalu perlu memberikan sesuatu yang ekstra dan memiliki mentalitas yang ditanamkan oleh pelatih kepada kami.”
Rabiot sebelumnya pernah bekerja di bawah Allegri saat keduanya berada di Juventus. Momen reuni dengan pelatih asal Italia itu menjadi salah satu alasan utama kepindahannya ke San Siro dari Marseille pada musim panas lalu.
Allegri: Sang Pemenang dan Sosok Visioner
“Dia adalah seorang pemenang, dan saya menyukai kepribadiannya,” ujar gelandang Prancis tersebut saat berbicara tentang Allegri.
“Cara dia melatih, gairahnya terhadap sepak bola, dan ambisinya. Dia selalu memberikan segalanya, dan saya melihat diri saya dalam cara berpikirnya. Di luar lapangan, dia sangat positif. Dia suka bercanda dan membantu kami tetap tenang.”
Rabiot mengungkapkan bahwa Milan sebenarnya sudah mendekatinya tahun lalu saat ia berstatus bebas transfer. “Milan mendekati saya tahun lalu juga, saat saya berstatus bebas transfer, dan kami sudah berbicara,” lanjut Rabiot.
“Saya bisa katakan saya tiba di waktu yang tepat. Klub juga menginginkan saya pada Juli lalu, ketika saya masih di Marseille, tetapi sulit bagi saya untuk pergi. Setelah insiden itu [bentrokan dengan Jonathan Rowe], klub-klub Italia lainnya menghubungi saya, tetapi saya tahu apa yang saya inginkan. Allegri mengatakan kepada saya: ‘Mari kita lihat apa yang terjadi,’ dan sesuatu benar-benar terjadi. Saya tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tetapi dia bahkan meramal masa depan.”
Rabiot sempat absen dalam lima pertandingan sebelum kembali beraksi di laga derby pekan lalu. Selama masa pemulihannya, Allegri secara konsisten berkomunikasi dengannya.
“Dia bertanya kepada saya kapan saya akan kembali tiga atau empat kali dalam sehari, tetapi sejujurnya, dia hanya ingin saya bermain ketika saya benar-benar siap karena cederanya serius,” ungkap Rabiot. “Memiliki pelatih yang sering berbicara dengan Anda, bahkan saat tidak bisa bermain, membantu Anda tetap fokus pada tujuan. Allegri luar biasa dalam hal ini.”
Dengan semangat dan optimisme yang ditunjukkan Rabiot, serta bimbingan dari Massimiliano Allegri, AC Milan memiliki modal berharga untuk bersaing ketat di puncak Serie A musim ini. Pertandingan melawan Lazio pada akhir pekan ini akan menjadi ujian selanjutnya dalam perjalanan mereka meraih gelar yang didambakan.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment