Serie A Pastikan Ganti Bola Musim Dingin Kontroversial, Kembali ke Warna Kuning atau Putih
Lega Serie A telah mengambil langkah untuk mengganti bola musim dingin berwarna oranye yang menuai kontroversi dalam beberapa pekan terakhir. Presiden Lega Serie A, Ezio Simonelli, mengonfirmasi keputusan ini setelah adanya protes keras terkait masalah inklusivitas.
Konteks Pergantian Bola
Sebelumnya, Serie A beralih dari bola kuning tradisional yang biasa digunakan di musim dingin. Langkah ini diambil dengan tujuan memastikan visibilitas maksimal dalam kondisi cuaca buruk. Namun, satu hal yang luput dari pertimbangan adalah fakta bahwa bola oranye baru, yang dikenal sebagai Puma Orbita Hi-Vis, hampir mustahil terlihat oleh individu yang mengalami buta warna.
Protes yang datang bukan hanya dari para penggemar, tetapi juga dari pihak-pihak yang peduli terhadap pengalaman menonton sepak bola bagi semua kalangan. Ketidakmampuan sebagian penonton untuk mengikuti pergerakan bola mengurangi esensi dan kegembiraan dari pertandingan itu sendiri.
Pernyataan Presiden Lega Serie A
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Rai Radio 1, Simonelli mengonfirmasi bahwa liga telah mengambil langkah untuk kembali menggunakan warna yang lebih tradisional. Ia menjelaskan bahwa proses penggantian ini tidak akan berlangsung instan karena rumitnya proses manufaktur.
“Kami telah menerima banyak protes yang beralasan mengenai hal ini. Ada beberapa pihak yang tidak dapat melihat bola tersebut karena buta warna,” jelas Simonelli. “Kami telah meminta pemasok kami untuk menyiapkan pasokan bola baru.”
“Untuk setiap pertandingan, dibutuhkan 25 bola. Itu berarti 500 bola per minggu, belum termasuk yang kami berikan kepada setiap tim untuk latihan,” lanjutnya. “Mereka telah memulai produksi bola baru dengan warna yang lebih terlihat, tetapi akan membutuhkan sedikit waktu sebelum bola oranye dapat diganti. Kami akan kembali menggunakan warna kuning atau putih,” tegas Simonelli.
Sejarah Singkat Bola Oranye
Bola Puma Orbita Hi-Vis berwarna oranye ini telah digunakan di Serie A sejak putaran ke-12 musim 2025-26, yang dimulai dengan kemenangan tandang Bologna 3-0 melawan Udinese pada 22 November. Sejak saat itu, bola tersebut telah dipakai dalam lima putaran pertandingan liga.
Keputusan untuk kembali ke bola berwarna kuning atau putih merupakan langkah positif dari Lega Serie A untuk memastikan bahwa sepak bola dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Meskipun ada penundaan dalam proses penggantian, komitmen liga terhadap inklusivitas patut diapresiasi.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment