Ultras Fiorentina Gelar Protes Diam: Kosongkan Tribun Selama 20 Menit
Kelompok ultras Fiorentina mengumumkan rencana untuk mengosongkan tribun selama 20 menit pada pertandingan mendatang. Aksi protes ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas performa buruk tim yang terus berlanjut. Mereka menyuarakan kemarahan, “Kalian menginjak-injak sejarah sebuah kota dan rakyatnya. Malu pada kalian semua!”
Krisis di Firenze
La Viola, julukan Fiorentina, kini tengah berada dalam krisis total. Mereka terdampar di dasar klasemen Serie A dan menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan di kompetisi musim ini.
Situasi ini diperparah dengan penampilan di kancah Eropa. Meskipun berhasil melaju ke babak play-off Conference League sebagai salah satu tim unggulan, lolosnya mereka terasa hambar setelah menelan kekalahan 1-0 dari Lausanne-Sport di Swiss pada laga terakhir.
Pesan Tegas Curva Fiesole
Menjelang pertandingan yang wajib dimenangkan melawan Udinese pada hari Minggu mendatang di Stadio Franchi, suporter Fiorentina memutuskan untuk mengambil sikap. Kelompok ultras Curva Fiesole mengeluarkan pernyataan resmi terkait protes mereka.
“Kekacauan yang semakin parah di tim dan klub ini kini telah melampaui batas toleransi para penggemar Viola,” bunyi pernyataan dari kelompok Curva Fiesole.
“Oleh karena itu, klub penggemar terorganisir mengumumkan bahwa selama 20 menit pertama pertandingan antara Fiorentina dan Udinese, Curva Fiesole akan tetap kosong.”
“Kami mengundang seluruh bagian stadion lainnya untuk melakukan hal serupa. Keheningan dan ketidakhadiran kami adalah satu-satunya hal yang pantas bagi mereka yang menginjak-injak sejarah sebuah kota dan rakyatnya. Malu pada kalian semua!”
Langkah Klub dan Kesetiaan Suporter
Sebagai respons terhadap performa memalukan, manajemen Fiorentina telah mengisolasi tim dalam kamp pelatihan di Viola Park sejak Minggu lalu, menyusul kekalahan kandang 2-1 dari Hellas Verona.
Meski demikian, dukungan suporter tidak luntur sepenuhnya. Lebih dari 800 penggemar rela melakukan perjalanan jauh ke Swiss untuk menyaksikan pertandingan Conference League dan terus bernyanyi sepanjang laga. Namun, kesetiaan itu belum mampu diimbangi dengan peningkatan performa maupun hasil di lapangan, menunjukkan dalamnya krisis yang melanda klub asal Florence ini.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment