AC Milan vs Como Bakal Digelar di Perth, Australia: Serie A Pastikan Laga Kontroversial Terus Berjalan
Presiden Serie A, Ezio Simonelli, telah mengkonfirmasi bahwa liga Italia akan tetap melanjutkan rencana kontroversial untuk menggelar pertandingan liga antara AC Milan dan Como di luar Italia. Laga tersebut direncanakan berlangsung di kota Perth, Australia, pada tanggal 8 Februari.
Konteks Perpindahan Laga
Keputusan Serie A untuk memindahkan pertandingan ini diambil agar tidak bentrok dengan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Upacara akbar tersebut akan diselenggarakan di San Siro pada tanggal 6 Februari. “Milan-Como akan dimainkan di Perth pada 8 Februari,” kata Simonelli pada hari Kamis.
Dialog dengan FIFA dan Isu Wasit
Simonelli juga mengungkapkan telah berdiskusi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam sebuah pertemuan yang disebutnya sangat akrab. “Kami sempat memiliki keraguan mengenai kewajiban yang dibebankan kepada kami, khususnya persyaratan untuk menggunakan wasit asing,” jelas Simonelli.
Namun, Pierluigi Collina, Ketua Komite Wasit FIFA, memberikan jaminan mengenai kemampuan para wasit tersebut. “Collina memberi kami jaminan tentang kemampuan mereka,” tambah Simonelli.
Reaksi dan Penolakan
Rencana kontroversial ini tidak luput dari pro dan kontra. Beberapa pemain telah menyatakan penolakan terhadap prospek pertandingan Serie A yang digelar di luar negeri. Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, pada bulan Oktober lalu juga sempat menyatakan bahwa ia lebih memilih pertandingan tersebut dimainkan di Italia.
Jadwal Pertandingan
Pertandingan AC Milan melawan Como dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat, 8 Februari (waktu WIB). Untuk informasi lebih lanjut mengenai waktu kick-off spesifik dan platform siaran resmi di Indonesia, garisfinish.com akan memberikan pembaruan setelah pengumuman resmi dari pihak penyelenggara.
Keputusan ini menandai langkah berani dari Serie A untuk memperluas jangkauan globalnya, meskipun harus menghadapi penolakan dari sebagian pihak. Laga di Perth ini diharapkan dapat menarik perhatian penggemar sepak bola di Australia dan Asia, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan tradisi pertandingan kandang-tandang dalam liga-liga top Eropa.
(SA/GN)
sumber : www.ansa.it
Leave a comment