Inter Milan Dihantui Masalah Kebobolan Menit Akhir, Ancam Ambisi Scudetto dan Eropa
Inter Milan menunjukkan kerentanan yang berulang di seperempat akhir pertandingan, sebuah tren yang membayangi penampilan mereka di Serie A maupun kompetisi Eropa. Kekalahan 1-0 dari Liverpool di Liga Champions menjadi contoh terbaru, menyusul “keruntuhan” serupa saat menghadapi Juventus dan Atletico Madrid.
Statistik Bicara: Pola Kebobolan yang Mengkhawatirkan
Data statistik mengungkapkan pola yang mengkhawatirkan. Sebanyak 20 gol yang bersarang ke gawang Inter pada tahun 2025 tercipta setelah menit ke-75. Angka ini mewakili 30% dari total kebobolan Inter secara keseluruhan.
Jika kita melihat lebih dekat pada musim saat ini, empat dari 13 gol yang telah Inter derita datang di menit-menit akhir. Meskipun jumlah ini mungkin tidak terlihat ekstrem, hanya beberapa klub seperti Hellas Verona, Parma, Cagliari, dan Udinese yang memiliki rekor lebih buruk dalam menjaga pertahanan di penghujung laga. Sementara itu, rival berat seperti AC Milan, Roma, dan Napoli mampu mempertahankan catatan yang jauh lebih baik di fase-fase krusial ini.
Chivu Warisi Masalah Klasik Inter Milan

Kecenderungan ini rupanya bukan hal baru. Inter Milan mewarisi masalah ini dari musim sebelumnya. Kala itu, 12 dari 35 gol yang bersarang ke gawang mereka terjadi di menit-menit akhir, mencakup sekitar 34% dari total kebobolan. Faktor ini diyakini menjadi salah satu penyebab kegagalan mereka meraih Scudetto yang sudah di depan mata.
Kelalaian defensif di akhir pertandingan berulang kali merugikan tim. Hal ini mengindikasikan perlunya penyesuaian taktis atau perubahan personel untuk memastikan keunggulan dapat dipertahankan dalam pertandingan ketat. Cristian Chivu, sebagai pelatih kepala, kini dihadapkan pada tugas berat untuk memecahkan teka-teki ini.
Dampak pada Ambisi Musim Ini
Pola ini menunjukkan bahwa, meskipun memiliki skuad yang kuat, Inter Milan harus mengatasi masalah kelelahan, rotasi pemain, dan konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan. Penanganan yang serius terhadap isu ini menjadi kunci penting untuk menjaga ambisi gelar mereka, baik di kancah domestik Serie A maupun di kompetisi Eropa.
(SA/GN)
sumber : sempreinter.com
Leave a comment