Max Capriolo: Dari Pembina Bintang Serie A, Kini Mengukir Mimpi di Xiapu, Tiongkok
FUZHOU – Max Capriolo, pelatih yang pernah membantu mematangkan bakat dua pemain internasional Italia, Moise Kean dan Alessandro Buongiorno, kini melangkahkan kakinya di lapangan latihan sekolah-sekolah di Xiapu. Ia membawa segudang pengalaman dari Serie A untuk para pemain muda di daerah pesisir tenggara Tiongkok, Provinsi Fujian.
Pengalaman Serie A di Tanah Tiongkok
Setelah karier bermain yang sederhana di liga-liga bawah Italia, Capriolo beralih ke dunia kepelatihan. Ia telah menangani hampir setiap kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga profesional U18. Pria berusia 50 tahun ini membawa dua dekade pengalaman melatih, termasuk masa baktinya di akademi-akademi muda klub Serie A seperti Juventus dan Torino. Sejak awal 2024, ia bertugas di bawah direktur program Marco Marchi dalam “Cagliari Xplay”, sebuah proyek kerja sama jangka panjang antara klub Italia Cagliari dengan Kabupaten Xiapu.
“Gairah di sini mengingatkan saya pada Italia,” ujar Capriolo. “Anak-anak ini melihat Anda, mereka berusaha keras, dan Anda bisa melihat mereka berkembang.”
Model Latihan dan Kolaborasi Efektif
Capriolo bekerja bersama Ale Taris, pelatih tim muda Cagliari lainnya yang berusia 31 tahun. Mereka menjalankan program komprehensif yang mencakup delapan tim sekolah dan secara langsung mengelola tim putra dan putri Sekolah Menengah No. 1 Xiapu. Pendekatan mereka mencerminkan filosofi pelatihan muda Cagliari, namun disesuaikan dengan kerangka pendidikan Tiongkok.
“Model latihannya tidak jauh berbeda,” jelasnya. “Tetapi kami harus bekerja sesuai jadwal sekolah.” Ini berarti sesi latihan diadakan pada malam hari setelah jam pelajaran akademik berakhir, dengan sore hari didedikasikan untuk analisis dan kolaborasi dengan guru pendidikan jasmani setempat.
“Pagi hari adalah waktu kami mempersiapkan latihan untuk keesokan harinya,” kata Capriolo. “Ale dan saya berdiskusi tentang apa yang kami amati. Kami bekerja erat dengan pelatih Tiongkok untuk memastikan semua orang memahami tujuan kami.”
Buah Manis Kerja Keras
Pendekatan kolaboratif ini terbukti efektif dalam mentransfer tidak hanya keterampilan, tetapi juga pola pikir profesional. Hasilnya terlihat jelas pada musim panas ini, ketika Taris dan Capriolo memimpin tim putri Xiapu meraih kemenangan di Kejuaraan Liga Sepak Bola Pemuda Provinsi Fujian U18.
“Pengalaman itu bukan hanya tentang kemenangan,” Capriolo merefleksikan. “Atmosfernya luar biasa. Orang-orang menangis dan merayakan. Seluruh kota merayakan bersama. Itu adalah momen indah yang menunjukkan kekuatan sepak bola untuk menyatukan komunitas.”
Taris, yang setiap hari bekerja dengan skuad putri, juga menggambarkan kemenangan itu sebagai kenangan paling tak terlupakan di Xiapu. Bagi Capriolo, yang merayakan ulang tahunnya di Xiapu dengan pesta kejutan yang diorganisir oleh staf lokal pada bulan Oktober, pekerjaan ini memiliki makna profesional dan pribadi.
“Saya sangat senang dengan kejutan ini,” katanya. “Ini adalah momen yang sangat istimewa dalam hidup saya.”
Jembatan Menuju Sepak Bola Eropa
Kemitraan Xiapu-Cagliari, yang dimulai dengan serangkaian camp musim panas pada 2019, telah berkembang menjadi program sepanjang tahun. Akademi sepak bola Cagliari telah mendirikan cabang Tiongkok pertamanya di Xiapu. Tahun ini, pelatih tim muda dari Cagliari tinggal di Xiapu selama tiga bulan setiap semester.
Kerja sama ini terus mendalam dengan penandatanganan kontrak tiga tahun. Pada November nanti, delapan siswa Xiapu—satu putra dan tujuh putri—akan melakukan perjalanan ke Italia untuk berlatih di akademi Cagliari, memungkinkan mereka merasakan budaya sepak bola Eropa.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertandingan amatir semakin berkembang pesat di Tiongkok. Di berbagai provinsi seperti Jiangsu dan Guizhou, liga-liga lokal kini memenuhi lapangan komunitas, menarik ribuan penggemar bahkan menarik perhatian pemain dan media internasional. Xiapu menawarkan model alternatif yang berfokus pada pemain sekolah dan pengembangan bertahap serta berkelanjutan, terutama di kota-kota kecil.
Mimpi Serie A dari Xiapu?
Capriolo menekankan kesabaran dalam pendekatannya. “Kami tidak mencari superstar dalam semalam. Jika pemain berlatih dengan mentalitas yang benar, peningkatan tidak dapat dihindari.”
Ketika ditanya apakah ia percaya seorang siswa Xiapu pada akhirnya bisa mencapai Serie A, Capriolo menjawab dengan optimisme yang terukur. “Mengapa tidak? Dengan gairah yang konsisten, metode yang tepat, dan dedikasi harian, tidak ada yang mustahil. Kami sedang membangun sebuah jalan.”
Saat malam tiba dan sesi latihan lainnya dimulai, Capriolo mengawasi murid-muridnya melakukan drill dan passing dengan presisi yang semakin meningkat. “Mereka harus ingat bahwa sepak bola adalah sebuah permainan,” katanya. “Mereka harus menikmati olahraga ini, tetapi selalu memberikan yang maksimal. Itulah cara mimpi menjadi kenyataan.”
(SA/GN)
sumber : english.news.cn
Leave a comment