Lautaro Martinez: Kekalahan Inter dari Liverpool Murni Kesalahan Wasit
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, dengan tegas menyatakan bahwa kekalahan timnya dari Liverpool di Liga Champions disebabkan oleh kesalahan wasit. Penyerang asal Argentina itu berpendapat bahwa timnya “kehilangan segalanya karena ketidakadilan.”
Martinez berbicara kepada La Gazzetta dello Sport setelah menerima penghargaan 2025 Performance of the Year, merefleksikan kemunduran yang baru-baru ini dialami timnya dan menjabarkan ekspektasinya untuk sisa musim ini.
“Kami kecewa, tetapi tidak marah,” kata Lautaro ketika ditanya mengenai kekalahan di Anfield. “Jika Anda kalah karena kesalahan wasit, tidak banyak yang bisa Anda lakukan. Jika setiap tarikan kaos dianggap penalti, pertandingan tidak akan pernah dimainkan.”
Refleksi Kekalahan dari Liverpool dan Final Liga Champions
Lautaro juga membahas kekecewaan musim lalu di final Liga Champions di Munich. Ia menyebut bahwa tim sudah move on dari kekalahan tersebut. “Kekalahan itu menyakitkan, tetapi mereka membantu kami untuk tumbuh. Beberapa hasil memang tidak berpihak kepada kami, namun kami butuh waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Christian Chivu memberikan energi besar dan para pemain merasa mengalami peningkatan setiap hari.
Ambisi Scudetto dan Target Berbagai Kompetisi
Mengenai perebutan Scudetto, kapten Inter tersebut menegaskan bahwa persaingan tidak akan terbatas pada trio tradisional Serie A. “Saya juga memasukkan Roma, saya sangat menyukai pelatih mereka,” ujarnya, memperluas persaingan gelar menjadi empat kandidat kuat.
Martinez menolak untuk memprioritaskan satu trofi di atas yang lain, menekankan bahwa Inter ingin melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi. “Kami ingin melaju sampai akhir, seperti yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Bermain di dua final Liga Champions dalam tiga musim bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.”
Pujian untuk Talenta Muda dan Komitmen Seumur Hidup
Ia juga melontarkan pujian kepada para penyerang muda seperti Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. “Pio adalah pemain yang serius dan rendah hati, biarkan dia tumbuh dengan tenang dan dia akan menjadi pilar bagi Inter dan Italia. Bonny memiliki kekuatan dan kualitas, dan sangat membantu kami.”
Terakhir, Lautaro menegaskan kembali keinginannya untuk bertahan di klub seumur hidup. “Keluarga saya dan saya merasa sangat nyaman di Milan. Saya baru saja menandatangani kontrak baru, saya tidak punya alasan untuk pergi.”
Pernyataan Lautaro Martinez ini menggarisbawahi semangat juang dan ambisi besar Inter Milan untuk meraih kesuksesan di berbagai ajang. Dengan kepemimpinan kapten yang kuat dan dukungan untuk pemain muda, Nerazzurri tampak siap menghadapi tantangan sisa musim ini.
(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment