Pergeseran Nilai Pasar Pemain Serie A: Siapa Meroket, Siapa Terjun Bebas?
Dunia sepak bola Serie A Italia selalu dinamis, termasuk dalam hal nilai pasar para pemainnya. Seperti rutinitas tahunan, periode Natal ini kembali membawa pembaruan dari Transfermarkt, yang secara signifikan mengubah hierarki nilai di liga utama Italia.
Inter Milan masih memegang status tim dengan nilai skuad keseluruhan tertinggi. Namun, kegagalan meraih trofi musim lalu ternyata meninggalkan jejak, mengakibatkan banyak pemain Nerazzurri mengalami penurunan nilai, dengan Marcus Thuram sebagai salah satu yang paling menonjol.
Di sisi lain, AC Milan justru patut berbahagia dengan lonjakan nilai pasar Davide Bartesaghi sebesar 15 juta Euro. Penampilannya yang impresif, terutama setelah dwigol melawan Sassuolo, menunjukkan dirinya telah secara definitif mengungguli Estupiñan.
Bintang-Bintang yang Nilainya Meroket
Bartesaghi memang bersinar, tetapi pemain yang paling signifikan peningkatannya adalah Marco Palestra. Winger Cagliari yang sejatinya milik Atalanta ini kini bernilai 25 juta Euro, sebuah lompatan impresif sebesar 16,5 juta Euro dari pembaruan sebelumnya. Ia pun sudah masuk radar klub-klub raksasa seperti Inter dan Juventus.
Pemain lain yang juga mencatatkan kenaikan apik antara lain Bonny (+12 juta Euro), Svilar (+10 juta Euro), dan yang mungkin sedikit mengejutkan, Pavlovic (+10 juta Euro).
Tak ketinggalan ada Nico Paz. Kenaikannya “hanya” 10 juta Euro, namun itu membawanya mencapai nilai fantastis 65 juta Euro. Pemain yang sangat kuat ini sayangnya hanya bisa dinikmati Serie A selama beberapa bulan lagi, karena masa depannya sudah tertulis jelas: Real Madrid.
Siapa Saja yang Nilainya Menurun Drastis?
Namun, tidak semua berita membawa kabar baik. Jika ada yang melambung, tentu ada pula yang merosot. Mari kita lihat siapa saja yang mengalami penurunan terbesar. Di posisi pertama, ada bek Juventus, Gleison Bremer. Pemain yang mungkin paling penting bagi Juventus ini harus berhadapan dengan badai cedera. Berbagai kali harus menepi, beberapa di antaranya cukup lama, telah mengorbankan 15 juta Euro dari nilainya dibandingkan tahun lalu.
Hal serupa dialami Marcus Thuram, yang setelah awal musim yang meledak-ledak, performanya sedikit melambat, juga akibat cedera yang membuatnya absen hampir dua bulan. Posisi ketiga ditempati pemain Inter lainnya, Dumfries. Setelah musim 2024/25 yang hebat, ia gagal mengulanginya sejauh ini, ditambah lagi dengan fakta bahwa pemain asal Belanda ini akan absen setidaknya dua hingga tiga bulan.
Banyak nama besar di kategori ini, mulai dari Frattesi yang selalu dikaitkan dengan rumor transfer, David yang mengecewakan, hingga Scalvini, Lobotka, dan Dodô.
Perubahan Nilai Lainnya: Dari Pio Hingga McTominay
Ada pula pemain-pemain yang nilainya, entah naik atau turun, tidak terlalu signifikan perubahannya. Pio Esposito menikmati kenaikan 5 juta Euro, membuat valuasinya menjadi 35 juta Euro, sementara kenaikan serupa membawa Saelemaekers ke angka 25 juta Euro.
Dengan penurunan 5 juta Euro, Cambiaso dan Locatelli masing-masing kini bernilai 30 juta dan 25 juta Euro. Hal yang sama terjadi pada McTominay, yang nilainya turun dari 50 menjadi 45 juta Euro.
Perhatikan juga Barella dan Çalhanoglu, yang nilai pasarnya juga menurun! 5 juta Euro lebih rendah untuk pemain Italia tersebut, sementara pemain Turki itu turun 3 juta Euro dan kini bernilai 22 juta Euro. Secara umum, seluruh skuad Inter terlihat mengalami penurunan nilai setelah akhir musim tanpa trofi.
Daftar Pemain Termahal Serie A: Siapa yang Mendominasi?
Lalu, bagaimana perubahan peringkat pemain dengan nilai tertinggi di Serie A? Posisi teratas tetap tidak berubah, dengan Lautaro Martinez memimpin semua pemain. Bastoni dan Yildiz kemudian melengkapi podium tiga besar.
Seperti yang disebutkan, Nico Paz berhasil meroket, menyalip Marcus Thuram dan Barella untuk menduduki posisi kelima. Sementara itu, Kean harus rela turun ke peringkat ke-12.
Perubahan nilai pasar ini mencerminkan dinamika performa pemain, kondisi fisik, dan potensi masa depan mereka di salah satu liga terkompetitif di Eropa. Pergeseran ini tentu akan menarik untuk dicermati pengaruhnya terhadap bursa transfer dan strategi klub-klub Serie A ke depannya.
(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment