Lima Bintang Serie A yang Bersinar di Piala Afrika
Saat gelaran Piala Afrika (AFCON) berlangsung, sorotan tertuju pada sejumlah liga top Eropa yang turut merasakan dampaknya. Serie A, liga papan atas Italia, menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan total 21 pemain bertolak dari Italia menuju benua Afrika untuk membela negara mereka.
Dari para pemain tersebut, kami di garisfinish.com telah memilih lima nama yang menonjol dan berpotensi memainkan peran penting, baik di turnamen yang sedang berjalan maupun edisi selanjutnya pada 2025.
Ebenezer Akinsanmiro – Pisa dan Nigeria
Ebenezer Akinsanmiro membuka daftar ini sebagai prospek menarik untuk tim nasional Nigeria. Gelandang berusia 21 tahun yang berstatus pinjaman dari Inter Milan ini tentu berharap bisa mendapatkan kesempatan lebih di kancah internasional, terutama mengingat situasi Pisa yang sedang kesulitan di dasar klasemen. Nigeria, yang tengah berbenah setelah kekalahan di final AFCON 2023 dari Pantai Gading, bisa mendapatkan suntikan kepercayaan diri berharga dari pemain ini.
Catatan Pisa musim ini cukup mengkhawatirkan, dengan kebobolan 22 gol dari 16 pertandingan Serie A. Namun, Akinsanmiro yang telah mencatatkan debut bersama timnas di bawah asuhan Eric Chelle awal bulan ini melawan Mesir, bisa kembali ke klub dengan pengalaman berharga untuk paruh kedua musim.
Neil El Aynaoui – AS Roma dan Maroko
Gelandang AS Roma berusia 24 tahun, Neil El Aynaoui, baru mendapatkan cap pertamanya dari enam penampilan di timnas Maroko pada September lalu. Namun, ia secara bertahap memberikan sinyal akan menjadi pemain reguler di lini tengah Atlas Lions.
Neil, yang lahir di Prancis, adalah putra dari mantan petenis profesional Younes El Aynaoui. Ia memulai karier sepak bolanya di klub kampung halaman, Nancy, pada 2018.
Ia kemudian pindah ke Lens pada 2023 dan tampil sangat impresif di musim kedua dari dua musimnya di Ligue 1 dengan mencetak delapan gol dari 23 pertandingan. Performa ini menarik perhatian AS Roma untuk memboyong sang playmaker dengan mahar €23,5 juta pada musim panas ini. Ia beraksi bersama Maroko dengan harapan negaranya bisa memenangkan gelar AFCON pertama mereka sejak satu-satunya kemenangan pada 1976.
Keyakinan tinggi menyelimuti tim setelah Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia FIFA di Qatar 2022.
Evan Ndicka – AS Roma dan Pantai Gading
Talenta kelahiran Prancis lainnya, Evan Ndicka, telah menjadi bagian konsisten dari skuad inti internasional Pantai Gading sejak debutnya pada tahun kemenangan AFCON 2023.
Mirip dengan rekan setimnya di Giallorossi, El Aynaoui, pemain berusia 26 tahun asal Paris ini juga akan berpartisipasi dalam tim yang memiliki kepercayaan diri tinggi, karena Gajah Putih datang sebagai juara bertahan. Menariknya, Ndicka lahir di ibu kota Prancis dari ayah Kamerun dan ibu Pantai Gading. Setelah mewakili negara kelahirannya dari level U16 hingga U21, tampaknya bek tengah jangkung ini telah membuat pilihan internasional yang tepat.
Mantan pemain Auxerre dan Eintracht Frankfurt yang memiliki tinggi 193 cm ini tidak hanya berkesempatan menambah 23 penampilannya dengan seragam oranye, tetapi turnamen yang solid juga bisa membantu Pantai Gading meraih gelar AFCON berturut-turut untuk pertama kalinya.
Odilon Kossounou – Atalanta dan Pantai Gading
Mengikuti Ndicka adalah rekannya di jantung pertahanan Pantai Gading, Odilon Kossounou dari Atalanta. Pemain berusia 24 tahun kelahiran Abidjan ini merupakan bagian lain dari skuad juara AFCON 2023 yang mengalahkan Nigeria untuk meraih mahkota Piala Afrika pertama mereka sejak kemenangan 2015 di Equatorial Guinea. Dengan tinggi 190 cm, ia juga menghadirkan kehadiran fisik yang besar dan atletis di lini belakang tim asuhan Emerse Fae.
Kossounou adalah pemain yang benar-benar tampil menonjol di kancah internasional maupun klub. Sebagai produk akademi ASEC Mimosas yang terkenal di dunia (akademi yang sama yang melahirkan Didier Zokora, Emmanuel Eboue, Gervinho, dan Salomon Kalou, serta Kolo dan Yaya Toure), karier senior Kossounou dimulai dengan singkat sebagai remaja di Hammarby di Swedia, sebelum ia pindah ke Belgia bersama Club Brugge.
Di sana, ia langsung membuktikan nilainya dan membantu mengamankan dua gelar liga serta satu Piala Super, sebelum bergabung dengan Bayer Leverkusen di Bundesliga pada 2021. Setelah kesuksesan yang luar biasa dalam tiga musim bersama Die Werkself, ia kini bermain untuk Atalanta setelah masa peminjaman awal pada musim 2024-25.
Ademola Lookman – Atalanta dan Nigeria
Pemain Atalanta dan bintang Nigeria, Ademola Lookman, nyaris menduduki posisi teratas dalam daftar ini. Meskipun harus diakui bahwa penyerang cepat La Dea ini sedikit berjuang di Serie A musim ini, dengan hanya dua gol dari 11 penampilan, ia bisa memainkan peran besar saat kembali bergabung dengan rekan setimnya di Super Eagles, Osimhen dkk., dalam upaya membalas kekalahan 2-1 di final AFCON 2023 yang digelar di Abidjan.
Pemain berusia 28 tahun kelahiran Inggris ini mencetak 20 gol dalam 40 pertandingan di semua kompetisi pada musim 2022-23, termasuk 15 gol di Serie A dan lima gol dalam tujuh pertandingan Liga Champions.
Performa Eropa yang luar biasa tersebut, tentu saja, mengikuti keberhasilan meraih gelar Liga Europa pada musim 2023-24. Jika Lookman bisa kembali menunjukkan performa yang membuatnya mencetak hat-trick penentu melawan Bayer Leverkusen di final Dublin, maka Nigeria mungkin bisa menambah gelar AFCON keempat mereka ke lemari piala.
(SA/GN)
sumber : www.getfootballnewsitaly.com
Leave a comment