Palladino Puji Semangat Juang Atalanta Usai Kalahkan Cagliari, Ungkap Perjuangan Scamacca
Pelatih kepala Atalanta, Raffaele Palladino, merasakan betul dua kemenangan beruntun timnya atas Chelsea di Liga Champions dan Cagliari di Serie A menunjukkan ‘semangat yang tepat’. Selain itu, Palladino juga mengungkapkan bahwa Gianluca Scamacca, pahlawan kemenangan atas Cagliari, nyaris tidak bisa bermain pada malam itu.
Ini adalah beberapa hari yang ideal bagi La Dea. Mereka mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 di Liga Champions, kemudian berhasil mempertahankan keunggulan dengan skor identik saat menghadapi Cagliari di Serie A.
Kemenangan Krusial di Serie A
Gianluca Scamacca, yang akhirnya menemukan kembali kebugarannya setelah hampir setahun absen akibat cedera ligamen lutut, kini telah mencetak empat gol dalam tiga pertandingan kompetitif terakhirnya, termasuk dua gol krusial malam itu.
“Tentu saja ini pertandingan yang sulit melawan tim Cagliari yang bagus, mereka memiliki pemain dengan kecepatan yang bisa menyerang balik kami,” kata Palladino kepada Sky Sport Italia.
“Kami bermain sangat baik di babak pertama, menciptakan banyak peluang dan tidak mengambil risiko apa pun. Kami memimpin, dan satu-satunya penyesalan adalah kami tidak memanfaatkan peluang lain untuk menggandakan keunggulan, karena jika Anda membiarkan pertandingan tetap terbuka, apa pun bisa terjadi.”
Scamacca Berjuang di Tengah Demam
Sempat ada kekhawatiran pertandingan akan berakhir imbang ketika Gianluca Gaetano berhasil menyamakan kedudukan. Namun, Scamacca menyelesaikan brace-nya hanya enam menit kemudian, mengunci kemenangan bagi Atalanta.
“Di babak kedua, kami mulai kehilangan intensitas dan stamina, saya rasa karena banyaknya pertandingan yang kami mainkan dalam 20 hari terakhir. Hal yang paling saya sukai adalah ketika kami kebobolan gol penyeimbang di menit ke-81, kami bisa saja runtuh secara mental, tetapi sebaliknya kami terus mendorong untuk memenangkannya. Itu menunjukkan semangat juang ada di dalam tim ini.”
Palladino juga mengungkapkan sesuatu yang tak terduga tentang performa striker bintangnya.
“Scamacca sempat demam, dia menahan rasa sakitnya dan ingin berada di sana untuk membantu tim. Saya mengatakan kepadanya bahwa ketika saya masih menjadi pemain, performa terbaik saya adalah saat saya demam, dan dia tersenyum. Dia memberikan segalanya untuk kami,” lanjut Palladino.
Tantangan dan Optimisme ke Depan
Sejak mengambil alih posisi pelatih dari Ivan Juric yang dipecat, ini akan menjadi kali pertama Palladino memiliki waktu satu minggu penuh untuk mempersiapkan pertandingan melawan Genoa. “Menang membantu Anda untuk menang,” ujar sang pelatih. “Kami meraih empat kemenangan kandang di depan para penggemar kami di semua kompetisi, jadi menciptakan antusiasme di Bergamo adalah hal yang fundamental.”
Pertandingan ini juga menjadi yang terakhir bagi Ademola Lookman dan Odilon Kossounou di tahun 2025, karena keduanya akan berangkat untuk tugas internasional di Piala Afrika. Selain itu, ada kekhawatiran di babak kedua ketika Berat Djimsiti mengalami masalah pada paha kanan bagian belakangnya.
“Jelas, kami kehilangan dua pemain penting, sangat disayangkan kami juga kehilangan Djimsiti hari ini dan kami harus melihat apa hasil tes nanti. Saya harus mencari solusi yang berbeda, tetapi memiliki waktu seminggu untuk mempersiapkan diri adalah bonus besar,” jelas Palladino.
“Saya belum punya banyak waktu untuk bekerja dengan para pemain ini di lapangan latihan ketika ada pertandingan setiap tiga hari dan juga perjalanan. Yang ada hanyalah waktu untuk pemulihan. Sekarang kami bisa berkonsentrasi pada latihan dan mengusulkan ide taktis baru.”
Meskipun Atalanta telah tampil luar biasa di Liga Champions dan saat ini berada di delapan besar, kemenangan atas Cagliari ini hanyalah kemenangan Serie A kedua mereka dalam 11 putaran terakhir.
“Saya perlu menanamkan mentalitas kepada para pemain ini bahwa ketika masa-masa sulit, kami harus mendorong lebih keras, lebih percaya pada kemampuan kami, dan saya melihat itu baik saat melawan Chelsea maupun malam ini. Tidak semua orang bisa tertinggal di kandang melawan Chelsea dan membalikkan keadaan, tidak semua orang bisa kebobolan gol penyeimbang di menit akhir saat kelelahan dan tetap berjuang untuk memenangkannya.
“Saya mengucapkan selamat kepada para pemain atas upaya mereka malam ini,” tutup Palladino, optimis dengan perjalanan timnya ke depan.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment