Milan Kuasai Derby della Madonnina Berkat Gol Pulisic, Roma Pimpin Klasemen Serie A
Christian Pulisic menjadi pahlawan AC Milan dengan mencetak satu-satunya gol kemenangan 1-0 atas Inter Milan pada hari Minggu. Hasil ini membawa Milan naik ke posisi kedua di klasemen Serie A, hanya terpaut dua poin dari pemuncak baru, AS Roma.
Pulisic Berkilau, Maignan Penyelamat
Penyerang asal Amerika Serikat, Pulisic, menunjukkan ketajamannya dengan gol kelimanya musim ini di menit ke-54. Gol tersebut tercipta setelah kiper Inter, Yann Sommer, gagal menepis dengan sempurna tembakan mendatar Alexis Saelemaekers. Ini adalah satu-satunya peluang bersih Milan dalam pertemuan yang penuh ketegangan di San Siro yang membahana.
Pulisic tampil sangat baik musim ini, dengan torehan dua assist dan menjadi top skor bersama di Milan dalam perolehan gol liga. Meskipun Milan punya rekor bagus melawan tim-tim besar, mereka kerap kehilangan poin saat berhadapan dengan lawan yang lebih lemah. Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, menyampaikan, “Seringkali Anda lebih fokus untuk pertandingan besar, dan kami perlu memahami bahwa kami rentan ketika intensitas kami menurun.”
Namun, Milan juga patut berterima kasih kepada Mike Maignan atas tiga poin yang berhasil diraih. Kiper asal Prancis itu berhasil menggagalkan penalti Hakan Calhanoglu di menit ke-74 dan menepis tendangan voli Lautaro Martinez ke tiang gawang delapan menit sebelum babak pertama usai. Sebelumnya, Francesco Acerbi juga menyundul bola membentur tiang gawang sepuluh menit lebih awal. Inter mendominasi permainan, tetapi tidak mampu melewati Maignan yang tampil gemilang.
Kondisi Klasemen dan Laga Selanjutnya
Inter kini duduk di posisi keempat, terpaut satu poin di belakang Milan dan juara bertahan Napoli, serta sedikit di atas Bologna yang sedang tampil apik. Tim asuhan Cristian Chivu kini mengalihkan fokus mereka ke pertandingan Liga Champions hari Rabu melawan Atletico Madrid. Mereka memiliki peluang untuk mengambil langkah lebih jauh menuju kualifikasi langsung babak 16 besar setelah memenangkan keempat pertandingan sebelumnya. Marcus Thuram optimistis, mengatakan, “Kami berada di jalur yang benar. Kami percaya pada pelatih dan proyek ini, dan kami tidak bisa mengubah pikiran kami hanya karena satu kekalahan. Ada hal-hal yang perlu kami tingkatkan, tetapi kami tidak bisa membuang segalanya begitu saja.”
Sementara itu, Milan memiliki waktu seminggu penuh untuk menikmati kemenangan derby kedua berturut-turut ini. Kubu merah-hitam kota itu tidak pernah merasakan kekalahan dari rival sekota mereka sejak Inter memastikan gelar liga ke-20 mereka atas Milan pada April 2024.
Roma Kokoh di Puncak
Sebelumnya, AS Roma berhasil mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen setelah meraih kemenangan 3-1 atas Cremonese di Stadio Giovanni Zini. Gol-gol dicetak oleh Matias Soule, Evan Ferguson, dan Wesley, melanjutkan awal yang kuat di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Roma yang sebelumnya hanya mencetak 12 gol dari 11 pertandingan liga, menunjukkan ketajaman di depan gawang dan kini masuk dalam perbincangan untuk gelar liga pertama mereka sejak tahun 2001.
Gasperini mengatakan, “Saya katakan kemarin bahwa wajar untuk bermimpi di posisi ini, meskipun pada akhirnya mimpi jarang menjadi kenyataan. Kami berusaha untuk menjaga mimpi ini tetap hidup sedikit lebih lama.”
Jalannya Pertandingan Roma
Soule melepaskan tembakan pembuka Roma di menit ke-17, tak lama setelah penyerang Cremonese Federico Bonazzoli memaksa Mile Svilar melakukan penyelamatan apik. Pertandingan yang awalnya berjalan ketat kemudian ditentukan oleh dua gol cepat dari Evan Ferguson, yang dipinjam dari Brighton, dan Wesley. Ferguson dengan tenang menyarangkan bola di menit ke-64 setelah terjadi kemelut di area Cremonese, mencetak gol klub pertamanya dalam lebih dari setahun. Beberapa saat kemudian, bek sayap asal Brasil, Wesley, menyelesaikan serangan balik cepat dengan penyelesaian brilian yang melewati Emil Audero.
Sebelum Roma mengamankan kemenangan, bek tengah Gianluca Mancini lolos dari hukuman penalti di akhir babak pertama setelah tinjauan VAR menganulir keputusan handball. Gasperini, yang sempat murka dengan keputusan awal pemberian penalti terhadap Mancini, diusir keluar lapangan karena protes keras tak lama sebelum Ferguson menggandakan keunggulan Roma. Insiden ini berarti Gasperini akan absen dalam pertandingan besar Roma melawan juara bertahan Napoli di ibu kota Italia akhir pekan depan. Gasperini terlihat gembira luar biasa di tribun setelah Ferguson mengakhiri paceklik gol klub yang telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu. Pemain berusia 21 tahun itu awalnya hanya di bangku cadangan, dan dengan Paulo Dybala serta striker Ukraina Artem Dovbyk keduanya cedera, gol pemain internasional Irlandia ini menjadi kabar baik bagi Roma. Francesco Folino mencetak gol hiburan di waktu tambahan untuk Cremonese, yang kini berada di posisi ke-12 setelah kekalahan keempat mereka musim ini.
(SA/GN)
sumber : supersport.com
Leave a comment