Kekalahan Telak Fiorentina dari Sassuolo: Tren Buruk Berlanjut
Meskipun ada rumor mengenai perubahan formasi menjadi empat bek, pelatih Paolo Vanoli tetap setia dengan skema 3-5-2 andalannya. Pietro Comuzzo masuk menggantikan Marin Pongračić yang terkena skorsing, Fabiano Parisi mengisi posisi Robin Gosens yang cedera, sementara Albert Guðmundsson lebih dipilih daripada Roberto Piccoli. Di kubu lawan, pelatih Fabio Grosso menurunkan Cristian Volpato sebagai pengganti Domenico Berardi yang harus absen hingga Januari.
Dukungan Loyalitas Viola
Sebuah apresiasi tinggi patut diberikan kepada para pendukung Fiorentina. Mereka memenuhi tribun tandang, menunjukkan dukungan penuh kepada klub di masa sulit ini. Alih-alih mengeluh, sekitar 4.000 pendukung Viola hadir di Emilia Romagna dan mengubah Stadion Mapei menjadi seperti kandang sendiri bagi tim kesayangan mereka.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama
Fiorentina memulai pertandingan dengan baik. Moise Kean memiliki peluang awal dari tendangan bebas cerdik Rolando Mandragora. Mandragora kemudian berhasil menyelinap di belakang pertahanan lawan dan melepaskan umpan silang. Insiden terjadi saat Arijanet Murić hampir “memenggal” Fabiano Parisi ketika keduanya berebut bola. Pelanggaran itu jelas merupakan penalti, dan wasit Pairetto tidak memerlukan VAR untuk mengonfirmasi keputusannya. Rolando Mandragora maju sebagai eksekutor, meskipun sempat ada protes dari Kean, dan dengan tenang menembak bola ke sudut bawah gawang, membawa Fiorentina unggul.
Namun, keunggulan Fiorentina tidak bertahan lama. Dalam lima menit saja, Cristian Volpato melepaskan tembakan yang membentur Pablo Marí. Bola berubah arah, mengecoh David de Gea, dan bersarang di gawang. Gol ini membuat kedudukan kembali imbang.
Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan berjalan dengan pola yang jelas: Sassuolo menguasai bola dan mencari celah di pertahanan Fiorentina, sementara La Viola berusaha keras menutup kelemahan dan sesekali melancarkan serangan balik. Ini adalah gambaran yang diharapkan dari tim papan tengah yang menghadapi tim paling mengecewakan di Serie A. Kekhawatiran terbesar adalah pelanggaran-pelanggaran kecil yang terus dilakukan Fiorentina di area pertahanan mereka sendiri, memberikan serangkaian tendangan bebas dan sepak pojok bagi lawan. Akhirnya, tuan rumah berhasil memanfaatkan salah satunya. Tarik Muharemović, yang lolos dari penjagaan ketat, menyundul bola hasil tendangan pojok untuk membawa Sassuolo unggul. Ini menjadi bukti nyata bahwa Fiorentina sangat kesulitan dalam menghadapi set piece.
Babak Kedua: Dominasi Penuh Sassuolo
Dominasi Sassuolo berlanjut di babak kedua. Fiorentina tampak gagal menciptakan strategi yang koheren dalam menyerang. Gol Muharemović seolah menguras seluruh energi pemain dan istirahat paruh waktu tidak cukup untuk memulihkannya. Mereka gagal memberikan dampak berarti, malah sering melakukan pelanggaran yang menempatkan diri dalam masalah. Tim tampak kebingungan dan tidak memiliki ide bagaimana bangkit dari ketertinggalan.
Situasi semakin diperparah setelah Vanoli melakukan beberapa perubahan yang secara nominal bersifat menyerang. Koordinasi penjagaan pemain mereka kacau, memungkinkan Ismaël Koné menggiring bola sejauh 40 yard tanpa hadangan sebelum akhirnya menyelesaikan peluang dengan tembakan yang membentur tiang gawang dan masuk. Sassuolo kini unggul dua gol.
Dengan ketertinggalan dua gol, semua tahu pertandingan telah usai, termasuk para pemain Fiorentina. Mereka terlihat hanya menjalani sisa pertandingan tanpa keyakinan bisa membalikkan keadaan, dan mereka benar. Semua upaya mereka terlambat, tidak terkoordinasi, dan pada akhirnya tanpa makna. Ketika peluit akhir dibunyikan, penderitaan mereka belum berakhir. Mereka masih harus menghadapi sisa musim yang panjang.
Statistik Pertandingan
- Gol:
- Sassuolo: Volpato 14’ (assist Muharemović), Muharemović 45’+1 (assist Laurienté), Koné (assist Volpato)
- Fiorentina: Mandragora PK 9’
- Kartu:
- Sassuolo: Murić 7’, Thorstvedt 16’, Grosso kartu merah 59’
- Fiorentina: Ndour 90+2’, Viti 90’+4, Mandragora 90’+6
Konteks dan Masa Depan Fiorentina
Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Fiorentina menjadi 14 pertandingan beruntun di Serie A. Dengan hanya mengumpulkan 6 poin, zona degradasi semakin terasa tak terhindarkan. Tim tidak pernah terlihat seburuk ini. Segalanya terasa buruk.
Sebagian orang mungkin optimistis melihat pertandingan berikutnya melawan Hellas Verona, yang juga belum meraih kemenangan. Pertandingan ini bisa disebut sebagai “laga enam poin” untuk menghindari degradasi. Selain itu, ada beberapa pertandingan yang secara teoretis lebih “bisa dimenangkan” seperti melawan Udinese, tandang ke Parma, dan menjamu Cremonese. Namun, sulit untuk percaya bahwa skuad yang mahal ini mampu keluar dari zona degradasi.
Fiorentina akan menghadapi tantangan lain pada Kamis dini hari WIB, dalam ajang Conference League melawan Dynamo Kyiv. Pertandingan ini dijadwalkan akan digelar pada Kamis, 23 November 2023, pukul 00.45 WIB.
(SA/GN)
sumber : www.violanation.com
Leave a comment