Situasi Sulit Fiorentina: Dari Start Buruk Vanoli hingga Seruan Emosional Edin Dzeko
Awal musim ini tidak berjalan mulus bagi Fiorentina. Di bawah arahan pelatih mereka, Vanoli, La Viola mencatat rekor buruk sebagai pelatih Fiorentina pertama sejak Ottavio Bianchi 23 tahun lalu yang gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan liga pertamanya.
Awal yang Penuh Tantangan
Situasi sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda positif di awal, dengan dua hasil imbang berturut-turut di kandang Genoa dan saat menjamu Juventus. Namun, setelah kekalahan mengecewakan 1-0 dari AEK Athens di ajang Conference League, suasana negatif di dalam Artemio Franchi menjadi sorotan tajam. Striker veteran Edin Dzeko dengan terus terang menyuarakan kekesalannya terhadap atmosfer yang tidak mendukung tersebut.
Permintaan Emosional dari Edin Dzeko
Dzeko, penyerang yang baru didatangkan pada musim panas ini, menyampaikan perasaannya kepada Sky Sport Italia dengan nada emosional.
“Kalian boleh bilang kami payah, bahwa kami tidak pantas mengenakan seragam ini, itu semua tidak masalah,” kata penyerang asal Bosnia tersebut. “Namun, jika kami bermain di kandang, kami butuh bantuan dari suporter, bukan ejekan setiap kali ada umpan yang salah.”
“Kami harus keluar dari situasi ini bersama-sama, ini tidak benar. Jika kalian ingin mencemooh, lakukan setelah peluit akhir, tetapi selama pertandingan kami membutuhkan dukungan kalian. Memang benar, kami tidak bermain bagus, tetapi kami tetap butuh bantuan kalian.”
“Kami kesulitan menyambungkan dua atau tiga umpan secara beruntun, dan itu tidak normal untuk tim seperti kami. Saat seorang pemain melakukan kesalahan, ejekan langsung muncul, sehingga lain kali dia akan merasa cemas dan mungkin tidak berani mencoba umpan berisiko, atau dia tidak ingin bola di kakinya. Itu membuat segalanya menjadi lebih sulit.”
“Kami butuh lebih banyak dukungan dari tribun. Saya paham ini situasi yang sulit saat ini, dan kondisi stadion agak aneh (beberapa bagian Artemio Franchi masih ditutup karena pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung), tetapi kami harus mendapat lebih banyak dukungan saat bermain di kandang. Jika tidak, energi negatif hanya akan terus berputar-putar.”
Puncak Frustrasi Sang Striker
Permintaan Dzeko yang penuh gairah ini rupanya membuat sebagian suporter tidak senang. Hal ini berujung pada pemandangan yang tak biasa, di mana Dzeko terlihat mengambil megafon setelah kekalahan 2-0 dari Atalanta tiga hari kemudian. Ia berbicara langsung kepada tribun tandang di New Balance Arena, Bergamo, untuk menyampaikan pesannya secara langsung.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Fiorentina tidak hanya berjuang di lapangan, tetapi juga menghadapi tantangan besar dalam menjaga hubungan harmonis dengan para suporternya. Dukungan penuh dari tribun tentu akan menjadi kunci bagi mereka untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini.
(SA/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment