Gökhan Inler Ungkap Hampir Gabung Arsenal, Ditolak Udinese Era Arsene Wenger
Mantan bintang internasional Swiss, Gökhan Inler, baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan dari masa lalu kariernya. Inler, yang kini menjabat sebagai direktur untuk Udinese, membeberkan bahwa ia pernah menjadi target utama Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger, namun kepindahannya gagal terwujud karena penolakan dari klub lamanya, Udinese.
Inler, yang namanya dikenal luas saat menjadi gelandang tangguh di Serie A, menceritakan kisah ini dalam wawancara terbarunya di The Italian Football Podcast. Mantan pemain tengah tersebut mengaku bahwa rumor mengenai ketertarikan Arsenal memang sudah beredar kala itu.
Ditolak Udinese, Wenger Gagal Boyong Inler
“Tentu saja, selama periode itu saya memiliki agen. Saya tidak punya banyak informasi karena saya fokus pada lapangan,” ujar Inler. “Ya, rumor itu ada. Di belakang layar, sekarang saya mengerti apa yang terjadi di belakang layar, tetapi sebelumnya, Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi.”
Inler kemudian melanjutkan pengakuannya yang jarang diketahui publik. “Tetapi saya bisa mengatakan, dan banyak orang tidak tahu tentang ini, bahwa di tahun pertama saya di Udine, saya mendapat tawaran dari Arsenal. Namun, klub mengatakan tidak, Inler adalah bagian dari proyek kami, jadi saya bertahan di sini empat tahun.”
Gelandang pekerja keras itu mengonfirmasi bahwa Arsene Wenger memang menginginkannya. Ia juga menyebutkan koneksi dengan rekan senegaranya, Johan Djourou dan Philippe Senderos, yang saat itu bermain untuk Arsenal, membuat ia sempat bertemu dengan sang pelatih tim nasional. Meski demikian, keputusan Udinese untuk mempertahankannya membuat Inler menikmati empat tahun yang luar biasa bersama Bianconeri.
Kilas Balik Karier Gemilang Gökhan Inler
Gökhan Inler memiliki perjalanan karier yang patut diacungi jempol. Setelah membela Udinese dan Napoli di Serie A, ia mencatatkan 15 gol dalam 259 penampilan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Selama di Italia, Inler berhasil meraih dua gelar Coppa Italia dan satu Supercoppa Italiana bersama Napoli.
Namanya juga tercatat dalam sejarah Premier League setelah ia memenangkan gelar juara bersama Leicester City di musim 2015-16. Dalam wawancara yang sama, Inler juga sempat membuka cerita tentang hubungannya dengan Jamie Vardy selama di Leicester.
Di level internasional, Inler melakukan debut senior untuk Swiss pada Februari 2006. Ia telah mengoleksi tujuh gol dalam 89 pertandingan internasionalnya bersama timnas Swiss.
Kini, Inler, yang berusia 41 tahun, kembali mengabdi untuk Udinese. Ia ditunjuk sebagai Kepala Area Teknis klub pada musim panas lalu. Selama karier bermainnya, ia tampil dalam 162 pertandingan dan mencetak sembilan gol untuk Bianconeri. Pengungkapan Inler ini memberikan gambaran menarik tentang potensi karier yang bisa saja berbeda, seandainya Udinese mengizinkan kepindahannya ke salah satu klub raksasa Premier League.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment