Statistik xG Serie A: Inter Memimpin, Kejutan Genoa dan Fiorentina
Dua belas giornata Serie A telah berlalu, dan angka-angka statistik mulai menunjukkan pola menarik. Salah satu yang paling menonjol adalah Expected Goals (xG), model statistik yang mengukur probabilitas sebuah tembakan ke gawang menjadi gol.
FBref, sebagai penyedia data terkemuka, telah menyusun peringkat khusus yang mempertimbangkan xG tim-tim Serie A dibandingkan dengan gol yang mereka cetak, serta posisi mereka di klasemen setelah 12 pekan. Hasilnya? Penuh kejutan!
Dominasi xG Inter, Milan Menguntit
Di puncak klasemen xG, dengan selisih yang cukup jauh, adalah Inter asuhan Cristian Chivu. Nerazzurri mencatatkan 22.4 xG, unggul dari rival sekota, Milan, yang ‘hanya’ di angka 18.8.
Roma Efisien, Mengatasi Ekspektasi
Yang menarik, Roma asuhan Gasp, yang saat ini memimpin klasemen Serie A, berada di posisi keenam dalam peringkat xG dengan 16.2 xG. Angka ini 6.2 lebih rendah dari Inter, menunjukkan efisiensi luar biasa Giallorossi.
Roma tercatat memenangkan enam pertandingan dengan jumlah gol lebih banyak dibandingkan peluang yang mereka ciptakan (xG):
- Pisa 1-0 (dengan 0.8 xG)
- Verona 2-0 (dengan 0.9 xG)
- Fiorentina 2-1 (dengan 1.4 xG)
- Parma 2-1 (dengan 1.0 xG)
- Udinese 2-0 (dengan 1.5 xG)
- Cremonese 3-1 (dengan 1.9 xG)
Inter: xG Tinggi, Gol Minim di Laga Krusial
Sebaliknya, Inter justru sering mencetak gol lebih sedikit dari yang mereka hasilkan dalam tiga dari empat kekalahan mereka. Melawan Udinese, Napoli, dan Milan, Nerazzurri hanya mencetak 1 gol (dengan 1.8 xG), 1 gol (dengan 1.8 xG), dan 0 gol (dengan 1.9 xG) secara berturut-turut.
Kejutan di Papan Bawah: Genoa dan Fiorentina dengan xG Tinggi
Namun, kejutan terbesar justru datang dari papan tengah peringkat xG, di mana kita menemukan Genoa dan Fiorentina.
Kedua tim ini, yang terdampar di dasar klasemen Serie A dengan masing-masing 8 dan 6 poin, justru menempati posisi ke-8 dan ke-9 dalam peringkat xG.
Genoa mencatatkan 16.0 xG, dibandingkan dengan ‘hanya’ 11 gol yang mereka cetak. Angka ini satu gol lebih banyak dari Fiorentina yang memiliki 15.3 xG.
Bagi Genoa, yang awalnya dilatih Vieira dan kini De Rossi, pertandingan yang menonjol adalah saat melawan Como yang berakhir 1-1, padahal mereka memiliki 2.2 xG. Kekalahan dari Lazio (0-3 dengan 1.6 xG) dan Torino (1-2 dengan 2.1 xG) juga menunjukkan problem serupa.
Sementara itu, untuk Fiorentina, hasil 2-2 melawan Bologna datang meskipun mereka menciptakan 3.4 xG yang sangat tinggi.
Tantangan Konversi Peluang
Data ini dengan jelas menyoroti kesulitan besar yang dialami kedua tim, baik Genoa maupun Fiorentina, dalam mengonversi peluang yang mereka ciptakan menjadi gol. Ini menjadi pekerjaan rumah utama bagi staf pelatih untuk meningkatkan efektivitas finishing tim demi mendongkrak posisi mereka di klasemen Serie A.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment