Home Sepakbola Italia Serie A

Conte Heran Costa: Kok Berubah Pasca-Chelsea?

Serie A

Conte Heran Costa: Kok Berubah Pasca-Chelsea?

Share
Conte Heran Costa: Kok Berubah Pasca-Chelsea?
Share

Conte Abaikan Kritik Diego Costa: Tak Mau Buang Energi untuk Hal Tak Penting

Pelatih kepala Napoli, Antonio Conte, menegaskan bahwa segala kritik yang ditujukan kepadanya oleh mantan strikernya di Chelsea, Diego Costa, tidak akan ia hiraukan. Conte menyatakan dirinya enggan membuang energi membaca komentar-komentar yang tidak penting, terutama menjelang laga penting Liga Champions Napoli melawan Chelsea.

Komentar Pedas dari Sang Mantan

Diego Costa, striker berusia 37 tahun yang pernah bermain di bawah asuhan Conte di Chelsea, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang cukup tajam. Dalam wawancara di podcast “The Obi One Podcast” dengan mantan rekan setimnya di Chelsea, John Obi Mikel, Costa menyebut Conte sebagai “orang yang sangat pahit.

Costa adalah bagian penting dari tim Chelsea yang berhasil menjuarai Premier League di musim 2016-17 bersama Conte. Namun, hubungan keduanya merenggang di kemudian hari.

Dalam podcast tersebut, Costa tidak menahan diri, menyatakan: “Sangat disayangkan karena saya sangat bahagia di Chelsea, tetapi saya tidak ingin menimbulkan masalah bagi klub. Para pemain ingin saya kembali tetapi tidak ada yang menyukainya (Conte), itu sebabnya dia tidak bertahan lama.”

Ia melanjutkan kritiknya, “Dia adalah orang yang tidak percaya pada orang lain, dia pikir dia tahu segalanya. Anda tidak menikmati latihan dengannya. Dia selalu marah, selalu dengan wajah cemberut. Dia mungkin tidak berhubungan seks di rumah karena dia adalah pria yang sangat pahit.”

Costa bahkan mengklaim, “Masa lalu adalah masa lalu, itu memalukan. Gelar-gelar yang dia menangkan di Chelsea, dia memenangkannya bersamaku karena kesialannya. Saya mendoakan yang terbaik untuk hidupnya.”

Respons Tegas Antonio Conte

Ketika ditanya mengenai komentar Costa dalam konferensi pers pada Selasa lalu, Conte memberikan respons yang dingin namun tegas. Ia mengindikasikan bahwa dirinya tidak terlalu peduli dengan opini tersebut.

Baca juga:  Waduh! Fans Chelsea luka di Napoli, diminta super waspada.

“Jujur saja, saya bukan orang yang membuang energi membaca apa yang orang katakan atau tidak,” ujar Conte.

“Juga karena saya tahu betul bahwa di sekitar sepak bola ada orang-orang yang cerdas, orang-orang pandai, dan orang-orang bodoh. Saya tidak membuang atau menghabiskan waktu saya membaca orang-orang cerdas atau orang-orang bodoh,” tambahnya.

Conte kemudian menyinggung kembali masa-masa mereka bersama di Stamford Bridge. “Diego Costa bermain dengan saya satu musim. Saya bisa berbicara tentang sepak bola dan kami memenangkan liga bersama. Kemudian dia ingin pergi tiga kali di musim yang sama, saya tahu semua ini. Setelah Chelsea, saya tidak tahu apa yang terjadi padanya.”

Sejarah Hubungan yang Penuh Gejolak

Diego Costa bergabung dengan Chelsea dari Atlético Madrid pada musim panas 2014 dan berhasil mencetak 59 gol dalam 120 pertandingan. Ia memenangkan dua gelar Premier League di Stamford Bridge dan menjadi pencetak gol terbanyak klub dalam tiga musim penuhnya. Namun, Costa tidak pernah menyembunyikan ketidakpuasannya dengan kehidupan di Inggris dan beberapa kali mendorong kepindahan kembali ke Atlético.

Hubungan antara Conte dan Costa mencapai titik didih pada Januari 2017. Costa dicoret dari tim setelah pertengkaran di tempat latihan dan adanya tawaran menggiurkan dari klub Liga Super Tiongkok, Tianjin Quanjian. Chelsea akhirnya mendatangkan striker Álvaro Morata pada musim panas itu, sementara Costa memilih untuk tetap berada di Brasil daripada kembali ke London.

Costa menuduh Chelsea memperlakukannya “seperti penjahat” sebelum akhirnya ia kembali bergabung dengan Atlético pada Januari 2018.

Konteks dan Dampak

Insiden ini menunjukkan gesekan panjang antara dua sosok besar dalam sepak bola yang pernah mencapai puncak kesuksesan bersama. Meskipun perseteruan ini mencuat kembali, Antonio Conte, yang kini berusia 56 tahun, telah melanjutkan kariernya dengan gemilang. Ia juga memimpin Chelsea meraih Piala FA pada 2018, dan sukses membawa Inter Milan serta Napoli meraih gelar Serie A.

Baca juga:  Roma Serius Incar Raspadori! Siap Guncang Serie A?

Reaksi Conte yang memilih untuk tidak terlalu ambil pusing menunjukkan fokusnya pada tantangan saat ini bersama Napoli, terutama menjelang pertandingan krusial di Liga Champions. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam dunia sepak bola, dinamika hubungan personal dapat terus berlanjut bahkan bertahun-tahun setelah kebersamaan di lapangan berakhir.

(SA/GN)
sumber : www.espn.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

VIDEO MILAN-PARMA 0-1 | EXTENDED HIGHLIGHTS | SERIE A 2025/26

Judul: MILAN-PARMA 0-1 | RINGKASAN PERTANDINGAN PANJANG | SERIE A 2025/26 Deskripsi...

VIDEO ROMA-CREMONESE | HIGHLIGHTS | Brilliant Display At The Olimpico | Serie A 2025/26

Judul: ROMA-CREMONESE | HIGHLIGHTS | Penampilan Brilian di Olimpico | Serie A...

VIDEO MILAN-PARMA | HIGHLIGHTS | The Unexpected Happened At San Siro! | Serie A 2025/26

Judul: MILAN-PARMA | HIGHLIGHTS | Kejutan Terjadi di San Siro! | Serie...

VIDEO ATALANTA-NAPOLI 2-1 | EXTENDED HIGHLIGHTS | SERIE A 2025/26

Judul: ATALANTA-NAPOLI 2-1 | HIGHLIGHT TERPANJANG | SERIE A 2025/26 Deskripsi Video:...