Home Sepakbola Italia Serie A Gattuso janji padaku; semoga dia menepatinya. Itu sangat berarti bagiku.
Serie A

Gattuso janji padaku; semoga dia menepatinya. Itu sangat berarti bagiku.

Share
Gattuso janji padaku; semoga dia menepatinya. Itu sangat berarti bagiku.
Share

Kisah Rino Gattuso dan Persahabatan yang Tak Terlupakan

Rino Gattuso bergabung dengan AC Milan pada tahun 1999 dari Salernitana setelah tim meraih Scudetto bersama Alberto Zaccheroni. Mereka bertemu di sebuah kamp pelatihan U-21, di mana Gattuso bertanya tentang kehidupan di Milan, sementara interviewee menanyakan tentang Scotlandia, tempat Gattuso berkarier sebelum kembali ke Italia. Gattuso dikenal penuh semangat, lapar akan pengetahuan, dan memiliki kerendahan hati serta keberanian. Karakternya ini begitu menular sehingga sulit untuk tidak menyukainya.

Ambisi dan Rivalitas

Gattuso selalu mendengarkan saran yang diberikan, meskipun saat marah. Stubbornness-nya tidak menghalanginya untuk menerima masukan. Semasa muda, ambisi adalah hal yang mengikat mereka. Perasaan ini menciptakan rivalitas untuk mendapatkan tempat di tim, di mana Gattuso lebih sering bermain. Namun, seiring berjalannya waktu, interviewee merasa itu adalah hal yang adil. Mereka berdua memiliki kecintaan yang besar terhadap permainan dan jersey yang mereka kenakan.

Momen Tak Terlupakan

Momen terbaik bagi mereka adalah ketika mengangkat trofi Liga Champions di Athena. Namun, hubungan mereka tidak hanya sebatas lapangan. Mereka merupakan tetangga di pegunungan, dan interviewee berharap suatu saat bisa mengajak Gattuso untuk berjalan-jalan. Gattuso tidak terlalu menyukai ski, yang jadi bahan candaan di antara mereka.

Kekecewaan dan Harapan

Salah satu momen tersulit adalah ketika Gattuso menginginkan lelucon dengan menusukkan garpu ke punggung Andrea Pirlo, di mana interviewee sempat melerai. Namun ada satu kejadian yang lebih mengguncang: saat membaca berita bahwa Gattuso mungkin meninggalkan Milan. Interviewee tidak percaya dan langsung bertanya, dan saat itu Gattuso mengonfirmasi. Kebangkitan rasa sedih pun melanda.

Gattuso membuat janji untuk bertemu dan menikmati secangkir minuman bersama jika mereka berhasil lolos ke Piala Dunia. Interviewee menunggu di pegunungan, mengharapkan ikatan persahabatan yang tak lekang oleh waktu tetap terjaga.

Baca juga:  Napoli vs Verona: Siapa Bakal Pesta Tiga Poin di Maradona?

(SA/GN)
sumber : www.goal.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Man United bisa aktifkan klausul £21,7 juta untuk defender Serie A!

Manchester United dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan klausul £21,7 juta untuk mendatangkan...

Hanya satu pemain Italia di Serie A yang tampil di Piala Dunia!

Hanya satu pemain Italia yang tampil di Piala Dunia meski Serie A...

Presiden Napoli: Saatnya Reformasi Radikal Serie A untuk Masa Depan!

Presiden Napoli menekankan pentingnya reformasi radikal Serie A untuk memastikan masa depan...

Presiden Napoli: Reformasi Serie A Diperlukan untuk Bangkitkan Sepakbola Italia!

Presiden Napoli menegaskan bahwa reformasi Serie A sangat penting untuk menghidupkan kembali...