
Raksasa Italia Lazio telah mengumumkan rencana pendanaan untuk proyek stadion baru mereka yang telah lama dinantikan. Mereka berencana mengumpulkan sekitar £416 juta (€480 juta) untuk mengubah Stadio Flaminio yang bersejarah menjadi venue sepak bola modern.
Presiden klub, Claudio Lotito, telah mendorong pengembangan ini selama bertahun-tahun sebagai langkah untuk meninggalkan Stadio Olimpico yang mereka bagi dengan AS Roma dan akhirnya mendapatkan rumah permanen sendiri.
Pendanaan Proyek £416 Juta
Rencana pendanaan Lazio menunjukkan bahwa sebagian besar proyek akan dibiayai melalui investasi eksternal. Diperkirakan bank dan lembaga keuangan akan menyediakan kira-kira €284 juta (£245 juta), yang setara dengan sekitar 59% dari total biaya proyek.
Sisa pendanaan akan berasal dari sumber internal, dengan pemegang saham klub berkontribusi antara €75 juta (£64 juta) hingga €80 juta (£69 juta) melalui pinjaman atau suntikan ekuitas.
Lotito juga berencana untuk membentuk perusahaan terpisah yang dikenal sebagai NewCo untuk mengawasi konstruksi dan pengelolaan jangka panjang stadion tersebut. Struktur ini akan memungkinkan proyek beroperasi secara independen dari operasi keuangan utama klub, sehingga melindungi Lazio dari potensi risiko finansial yang terkait dengan pengembangan.
Sesuai rencana pendanaan, utang akan dilunasi secara bertahap selama beberapa dekade, menggunakan pendapatan yang dihasilkan dari stadion itu sendiri, termasuk pendapatan hari pertandingan, layanan perhotelan, dan acara. Perkiraan menunjukkan masa pembayaran utang ini bisa berkisar antara 60 hingga 90 tahun.

Visi untuk Rumah Baru Lazio
Pengembangan ini dirancang untuk memodernisasi venue ikonik sambil menjaga struktur arsitektur bersejarahnya. Rencana ini mencakup penambahan tingkat kedua yang digantung di sekeliling stadion yang ada, menciptakan lingkungan sepak bola modern tanpa mengubah kerangka kerja yang dirancang oleh Nervi.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas stadion menjadi sekitar 50.750 penonton dan meregenerasi distrik sekitarnya dengan ruang publik dan infrastruktur yang lebih baik.
Lazio berharap konstruksi dapat dimulai pada 2027 jika prosedur administratif berjalan lancar, dengan stadion baru berpotensi dibuka sekitar 2031. Klub juga melihat venue ini sebagai tempat potensial untuk menggelar pertandingan UEFA Euro 2032.
Mendapatkan stadion sendiri akan menjadi langkah bersejarah bagi Lazio setelah bertahun-tahun berbagi Stadio Olimpico dengan rival kota, AS Roma.
Kesimpulan
Strategi pendanaan Lazio mencerminkan tren yang lebih luas di sepak bola Eropa, di mana klub semakin mengandalkan utang jangka panjang yang didukung oleh pendapatan stadion untuk membiayai proyek infrastruktur besar. Jika pengembangan Stadio Flaminio berhasil, Lazio bisa mendapatkan rumah modern yang sesuai dengan kebutuhan suporter mereka, sekaligus memperkuat kemandirian finansial klub dalam jangka panjang.
(SA/GN)
sumber : footballgroundguide.com
Leave a comment