Jordi Garcia: Memperkenalkan Metodologi Baru di Udinese
Jordi Garcia, Kepala Performa Udinese, membagikan pandangannya mengenai perannya di klub Serie A tersebut. Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkapkan pendekatannya dalam meningkatkan kondisi fisik pemain dan mengubah budaya kerja di klub.
Deskripsi Pekerjaan
Jordi menjelaskan, “Pekerjaan saya adalah bekerja setiap hari dengan pemain untuk meningkatkan kebugaran mereka sepanjang tahun, sehingga hasil yang maksimal dapat diraih pada setiap pertandingan. Saya mengawasi semua aspek seputar pemain, termasuk nutrisi, teknologi, dan metodologi pelatihan.”
Ia dipekerjakan dua tahun lalu dengan tujuan untuk mengubah metodologi dan filosofi di Udinese. Klub ingin menciptakan budaya baru, dan mereka tahu pengalaman saya dari Watford di Premier League,” tambahnya.
Perubahan yang Diterapkan
Jordi menjelaskan bahwa tujuan utama adalah menciptakan budaya pelatihan yang berbeda, dengan lebih fokus pada program individu. “Saya percaya pada kerja individu untuk setiap pemain, bukan hanya kelompok.” Ia menilai banyak klub yang kurang memperhatikan kondisi fisik individu pemain, sehingga beberapa memilih untuk menyewa pelatih pribadi.
Inovasi Teknologi di Udinese
Di Udinese, mereka telah mengembangkan platform sendiri untuk mengumpulkan data dari semua departemen. “Kami menggunakan teknologi di dalam dan luar lapangan, memantau kelelahan serta kinerja melalui sistem GPS dan Catapult,” katanya. Dengan informasi tersebut, tim dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai performa pemain.
Jordi menekankan bahwa kenaikan performa pemain adalah kunci mencapai hasil yang baik. Ia berharap para pemain merasa progresif selama masa mereka di klub.
Stereotip yang Dihadapi
Mengenai stereotip dalam pekerjaan ini, Jordi mengatakan, “Setiap klub memiliki filosofi dan taraf yang berbeda. Di klub besar seperti Real Madrid, fokus utamanya adalah meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.” Ia menjelaskan perbedaannya saat bekerja dalam jangka pendek dibandingkan dengan pengembangan pemain muda di Udinese.
Pemain Berbakat yang Pernah Dilatih
Setiap pemain memiliki kunci tersendiri untuk meningkatkan performa mereka. Jordi mengenang pengalaman melatih pemain top seperti Arjen Robben dan Fabio Cannavaro. “Robben memiliki kecepatan luar biasa pada langkah awalnya, sementara Cannavaro menunjukkan kekuatan luar biasa di kaki,” ungkapnya.
Pentingnya Faktor Genetik
Jordi menekankan bahwa untuk mencapai level tertinggi dalam sepakbola, faktor genetik tidak bisa diabaikan. “Namun, dedikasi dan kerja keras tetap penting. Pemain perlu memiliki kapasitas berpikir cepat, kualitas teknis, dan kemampuan passing yang baik,” klarifikasinya.
Dampak Kerja terhadap Kesuksesan Tim
Salah satu contohnya adalah Florian Thauvin dan Kun Aguero, di mana Jordi sukses membantu Aguero menemukan potensi penuhnya di Atletico Madrid. “Dengan perubahan gaya hidup, Aguero mampu mencetak 25 gol dan beranjak ke Manchester City,” tegasnya.
Menjaga Intensitas Permainan
Jordi mengingat bahwa meskipun jumlah pertandingan cenderung sama dengan sebelumnya, intensitas permainan telah meningkat pesat. “Hal ini membutuhkan waktu pemulihan yang lebih baik,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya psikologi pemain dan waktu istirahat dari rutinitas mereka.
Dengan pendekatan baru dan teknologi canggih yang diterapkan di Udinese, Jordi berharap timnya tidak hanya mencapai hasil positif dalam jangka pendek, tetapi juga meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.
(SA/GN)
sumber : www.flashscore.com
Leave a comment