Pesta Gol Juventus Hantam Cremonese 5-0: Bukti Ambisi Scudetto!
Juventus secara tegas menyatakan ambisi mereka untuk meraih Scudetto musim ini setelah menghancurkan Cremonese dengan skor telak 5-0. Kemenangan dominan ini membuat Bianconeri kini menyamai perolehan poin Roma dan Napoli di papan atas klasemen, dengan Jonathan David kembali mencetak gol dan Weston McKennie tampil impresif.
Performa meyakinkan ini melanjutkan tren positif Juventus yang sebelumnya juga melumat Sassuolo 3-0 pada pertandingan tengah pekan. Jonathan David berhasil merobek jala lawan, menebus kegagalan penalti yang ia alami saat bermain imbang 1-1 kontra Lecce. Meskipun sejumlah pemain kunci seperti Francisco Conceicao, Dusan Vlahovic, Federico Gatti, Daniele Rugani, dan Arek Milik masih absen karena cedera, Lloyd Kelly kembali memperkuat lini pertahanan, sementara Fabio Miretti sekali lagi diplot sebagai trequartista.
Di kubu Cremonese, Jamie Vardy yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-39 menjadi ujung tombak serangan. Mereka tampil tanpa Martin Payero yang sakit flu, setelah sebelumnya membuang keunggulan 2-0 dan harus puas bermain imbang melawan Genoa di tengah pekan.
Jalannya Pertandingan
Jonathan David nyaris membuka keunggulan Juventus pada menit keenam setelah berhasil merebut bola dari umpan balik Dennis Johnsen yang ceroboh. Sayangnya, kiper Emil Audero berhasil menghalau bola dan tendangan David hanya membentur tiang dekat.
Tak lama berselang, Andrea Cambiaso membalas “kesalahan” tersebut di lini pertahanan Juve, namun Alessio Zerbin tidak mampu memanfaatkan peluang setelah kiper Michele Di Gregorio sigap mengamankan bola.
Audero kembali melakukan penyelamatan penting dengan kakinya untuk menepis tendangan keras Weston McKennie dari sudut sempit. Juventus akhirnya memecah kebuntuan lewat gol yang cukup unik.
Sebuah tendangan bebas yang dibersihkan jatuh ke tepi kotak penalti, di mana Miretti melepaskan tendangan voli dahsyat yang awalnya terlihat akan melebar, namun bola justru membentur kepala Bremer dan benar-benar mengecoh Audero. Kedua rekan setim itu tampak tertawa kecil atas gol tersebut, mengingat Bremer sendiri seperti tidak menyadari bahwa bola mengenainya.
Cremonese mencoba merespons dengan menekan pertahanan Juventus untuk mencari gol penyama. Namun, upaya mereka justru membuka celah bagi serangan balik cepat Juventus. Khephren Thuram melesat dari tengah lapangan, memberikan umpan terobosan kepada David di sisi kiri. David dengan tenang mengontrol bola dan melepaskan tembakan melewati kiper yang maju, menjadikan skor 2-0 untuk Bianconeri.
Drama sempat terjadi ketika Cremonese dihadiahi penalti setelah Johnsen melakukan sentuhan pertama yang terlalu berat di dalam kotak penalti dan Manuel Locatelli melakukan tekel. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan bahwa gelandang Juventus itu lebih dulu menyentuh bola. Keputusan ini memicu kemarahan pelatih Cremonese, Davide Nicola, yang akhirnya diusir dari lapangan karena protes berlebihan.
Juventus kemudian mendapatkan penalti yang tak kalah kontroversial. Sebuah tembakan Thuram membentur kaki Federico Baschirotto, mengubah arah bola, lalu memantul ke lengan Baschirotto yang terangkat. Kenan Yildiz maju sebagai eksekutor, dan tendangannya membentur tiang. Namun, karena bola sedikit menyentuh tangan Audero, Yildiz diizinkan untuk menyambar bola rebound dan mencetak gol ketiga Juventus.
Setelah babak kedua dimulai, Juventus langsung menggandakan keunggulan mereka. Miretti kembali menjadi dalang dengan umpan terobosannya yang brilian, mengirim McKennie lolos di tengah lapangan. McKennie dengan lincah mengecoh Audero dan menyelesaikannya dari sudut yang sangat sempit, meskipun Filippo Terracciano sudah berusaha mati-matian untuk menghalau bola dari garis gawang. Gol ini akhirnya tercatat sebagai gol bunuh diri Terracciano.
McKennie sempat melepaskan tembakan lemah yang tidak terlalu merepotkan Audero, namun Yildiz kembali menguji kiper lawan dengan tendangan melengkung bertenaga yang berhasil ditepis. Akhirnya, McKennie tidak bisa dihentikan untuk mencetak gol kelima Juventus. Menerima umpan silang dari Pierre Kalulu di sisi kanan, McKennie melepaskan sundulan terarah ke sudut bawah gawang dari jarak sekitar 12 yard. Kemenangan 5-0 ini menandai kali pertama Juventus mencetak lima gol atau lebih dalam satu pertandingan Serie A sejak Februari 2018, saat mereka mengalahkan Sassuolo 7-0.
Cremonese tetap berusaha hingga akhir pertandingan. Alberto Grassi memaksa Michele Di Gregorio melakukan penyelamatan satu tangan yang fantastis. Kemudian, bola berhasil masuk ke gawang Juve dari sepak pojok yang dihasilkan, namun dianulir karena adanya pelanggaran handball yang jelas oleh Bianchetti. Juventus juga sempat melihat satu gol mereka dianulir setelah Jonathan David berada dalam posisi offside saat menerima umpan terobosan dari Miretti.
Statistik Pertandingan
- Juventus 5-0 Cremonese
- Pencetak Gol:
- Bremer 12′ (Juventus)
- Jonathan David 15′ (Juventus)
- Kenan Yildiz 35′ (Juventus)
- Filippo Terracciano (OG) 48′ (Cremonese)
- Weston McKennie 64′ (Juventus)
- Penalti Gagal: Kenan Yildiz 35′ (Juventus)
Kemenangan telak ini menjadi sinyal kuat dari Juventus bahwa mereka siap bersaing memperebutkan gelar Scudetto di musim ini. Performa lini serang yang tajam dan pertahanan yang solid akan menjadi modal penting bagi Bianconeri dalam mengarungi sisa kompetisi Serie A.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment