Pada Januari lalu, klub Serie A, Roma, berhasil merekrut Lorenzo Venturino dari Genoa dalam kesepakatan yang cukup rendah profil meski di Italia. Pemain muda ini bergabung dengan status pinjaman awal, di mana Roma punya opsi untuk membelinya secara permanen.
Venturino yang berusia 19 tahun memang tidak banyak bermain di Genoa pada paruh pertama musim ini, namun Gian Piero Gasperini menunjukkan kepercayaan dengan memberinya menit bermain di Roma. Ia telah tampil tujuh kali di Serie A, dengan total lebih dari 100 menit. Melawan klub induknya, Genoa, ia bermain selama 45 menit, dan 35 menit dalam kemenangan Roma atas Cremonese. Meskipun belum mencetak gol, bakatnya mulai terlihat jelas.
Kekuatan Utama Venturino
Pemain muda ini pertama kali menarik perhatian musim lalu di Genoa dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1. Gol tersebut mencerminkan kekuatannya: keberanian, kemampuan membawa bola, dan ketangkasan dalam situasi satu lawan satu. Ia tampil percaya diri dalam mengecoh lawan, seolah-olah bola menempel padanya meskipun ada ancaman di sekitarnya.
Kekuatan Venturino terletak pada pusat gravitasi yang rendah, memudahkan dia melewati pemain bertahan dengan kecepatan yang mengesankan. Ia juga menunjukkan fleksibilitas yang baik, mampu bermain di kedua sisi sayap dan bahkan di posisi tengah, terutama di bawah bimbingan Gasperini. Ia dapat menggunakan kedua kaki, yang sering mengecoh lawan-lawan yang mengharapkan ia menggunakan kaki yang lebih kuat.
Gaya dribble-nya mirip dengan Nicola Zalewski, namun Venturino tampak memiliki kekuatan tubuh yang lebih baik untuk mempertahankan bola dari tekanan lawan.
Masa Depan Cerah untuk Venturino
Dalam beberapa musim terakhir, Genoa telah dikenal dengan kebijakan mengembangkan pemain muda, seperti yang terlihat dari kepindahan Honest Ahanor ke Atalanta. Kepercayaan yang diberikan kepada Venturino di usia 18 tahun mencerminkan pendekatan tersebut.
Di Roma, di bawah asuhan Gasperini, ia memiliki kesempatan yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya. Pelatih Italia ini menyukai pemain yang menyerang secara langsung di sepertiga akhir, yang sejalan dengan filosofi permainan man-to-man. Contoh terbaru adalah Ademola Lookman, dan Venturino diperkirakan akan mendapatkan pengalaman serupa.
Gasperini menyadari bahwa memberi kepercayaan pada Venturino sangat berharga, apalagi Roma kini butuh pemain dribbler agresif, dan ia hadir untuk mengisi kekosongan tersebut. Baru-baru ini, Venturino dipanggil ke skuad U21 Italia, yang menunjukkan bahwa profilnya mulai meningkat berkat penampilannya di Roma.
Kini, hal yang dibutuhkan adalah lebih banyak waktu bermain agar kemampuannya bisa berkembang. Kontribusi gol di sepanjang jalan juga akan sangat membantu posisinya.
(SA/GN)
sumber : www.getfootballnewsitaly.com
Leave a comment