Insiden Mercon Guncang Serie A, Emil Audero Nyaris Celaka di Laga Cremonese vs Inter Milan
JAKARTA – Penjaga gawang tim nasional Indonesia, Emil Audero Mulyadi, yang kini membela Cremonese, nyaris terkena ledakan mercon yang dilemparkan oleh suporter Inter Milan. Insiden ini terjadi saat laga Serie A Liga Italia antara Cremonese melawan Inter Milan di Stadion Giovanni Zini, Senin, 2 Februari 2026 WIB.
Akibat kejadian tersebut, Audero sempat mendapatkan perawatan medis di lapangan, meskipun ia mampu melanjutkan pertandingan hingga usai. Sayangnya, Cremonese harus mengakui keunggulan Inter yang tengah kokoh di puncak klasemen dengan skor 2-0.
Jalannya Insiden yang Mengkhawatirkan
Insiden bermula ketika pertandingan memasuki menit ke-50, tak lama setelah babak kedua dimulai. Sebuah mercon atau cerawat dilemparkan oleh salah satu penggemar Inter dari tribune penonton ke arah gawang Cremonese. Ledakan terjadi tepat di dekat posisi Audero berdiri.
Kiper kelahiran Mataram, NTB, ini sempat terkejut dan terguncang oleh ledakan tersebut. Akibatnya, ia mengalami goresan kecil di kakinya. Beruntung, setelah mendapat penanganan dari tim medis, Audero dapat kembali ke bawah mistar gawang dan melanjutkan laga.
Tak hanya Audero, pelaku pelemparan mercon yang teridentifikasi sebagai pria berusia 29 tahun juga mengalami nasib sial. Tiga jarinya patah karena memegang petasan lain yang meledak sebelum sempat dilemparkan. Ia pun harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Reaksi dan Kecaman dari Berbagai Pihak
Insiden ini sontak menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk dari internal Inter Milan.
“Tidak pantas dan harus dikutuk. Tindakan itu sungguh berbahaya dan seharusnya tidak dilakukan,” ujar bek Inter, Alessandro Bastoni, menanggapi insiden yang mencoreng nama baik Inter.
“Saya mendukung Emil yang pernah menjadi bagian dari tim kami. Semoga hal semacam ini tidak terjadi lagi,” tambah Bastoni, yang lahir dan besar di Cremonese serta ayahnya juga merupakan mantan bek klub tersebut.
Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, juga menyampaikan kecaman keras. Ia menegaskan bahwa pelaku akan dilarang masuk stadion seumur hidup dan klub masih menunggu hasil investigasi resmi.
“Insiden semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini menunjukkan tindakan anti-sportivitas. Saya tahu pihak berwenang akan menyelidiki. Kita tinggal menunggu hasil penyelidikan. Tugas kami adalah menciptakan budaya untuk mencegah kejadian seperti ini,” kata Marotta.
“Kami berterima kasih kepada Audero yang menunjukkan sikap profesional meski sempat terkena dampaknya. Ia masih bisa bermain sehingga pertandingan bisa dilanjutkan,” tambahnya.
Dampak dan Potensi Sanksi
Akibat insiden ini, Inter Milan terancam sanksi berupa larangan suporter mereka datang ke stadion pada pertandingan tandang. Pihak klub dan otoritas sepak bola Italia akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Jalannya Pertandingan: Inter Mendominasi
Dalam pertandingan tersebut, Inter Milan memang tampil sangat dominan. Tim asuhan Cristian Chivu mampu menekan pertahanan lawan sejak awal laga. Kapten Lautaro Martinez berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-16 setelah menyambut sepak pojok Federico Dimarco.
Gol tersebut membuat Martinez kini berada di posisi keempat sebagai pencetak gol terbanyak bagi Inter dengan 128 gol. Jumlah ini menyamai rekor legenda Nerazzurri, Alessandro Altobelli, yang juga pernah membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1982.
Keunggulan Inter semakin kokoh setelah Piotr Zielinski mencetak gol pada menit ke-31. Skor 2-0 untuk Inter bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Klasemen Sementara Liga Italia
Kemenangan atas Cremonese membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 55 poin. Mereka unggul delapan poin dari rival sekota, AC Milan, yang berada di posisi kedua. AC Milan sendiri berpeluang memangkas jarak poin jika berhasil mengalahkan Bologna di pertandingan selanjutnya.
Sementara itu, Cremonese masih berjuang di papan bawah. Tim asuhan Davide Nicola itu berada di posisi ke-15 dengan 23 poin, unggul enam poin dari Fiorentina yang menduduki zona degradasi.
(SA/GN)
sumber : voi.id
Leave a comment