Pembinaan Carlos Cuesta di Parma: Era Baru Pelatih Muda di Serie A
Carlos Cuesta baru-baru ini diangkat menjadi pelatih kepala Parma, menjadikannya sebagai pelatih termuda di lima liga top Eropa. Pada Juni lalu, menjelang ulang tahun ke-30, Cuesta telah menempuh 15 tahun perjalanan dalam dunia sepakbola.
Awal Karir Management
Langkah Cuesta menuju dunia pelatihan dimulai saat ia diundang untuk melatih anak-anak muda di Palma, Mallorca, ketika masih remaja. Dalam sebuah wawancara, Cuesta menyatakan, “Saya banyak menonton pertandingan dan mencoba memahami ‘mengapa?’ dan bagaimana cara meningkatkan permainan.”
Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang ilmu olahraga di Madrid, ia terlibat sebagai pelatih di akademi Atletico Madrid, yang membawanya menjadi pelatih tim U-14 pada usia 22 tahun. Pengalamannya berlanjut di Juventus sebelum bergabung dengan staf pelatih Mikel Arteta di Arsenal pada Agustus 2020.
Perjalanan Bersama Parma
Setelah Cristian Chivu pindah ke Inter, Parma memilih Cuesta sebagai pelatih baru. Meskipun awal karirnya di Parma ditandai dengan sulitnya hasil, Cuesta menunjukkan kemajuan yang stabil sejak bulan November. Saat ini, Parma berada di posisi ke-12 dalam klasemen, dengan selisih tujuh poin dari zona degradasi dan menyisakan delapan pertandingan.
Evaluasi Pertandingan Awal
Awal yang lambat ditandai oleh kekalahan 3-1 dari Bologna pada 2 November, yang membuat Parma hanya meraih satu kemenangan dari sepuluh pertandingan pertama. Namun, perlawanan kuat ditunjukkan saat mereka berhasil mengimbangi AC Milan dengan hasil 2-2, setelah tertinggal dua gol lebih dulu.
Cuesta menekankan pentingnya penyesuaian dengan liga Serie A. “Saya berusaha beradaptasi secepat mungkin dan mengeluarkan potensi terbaik dari para pemain,” ujarnya setelah pertandingan tersebut.
Perbaikan Dalam Permainan
Meskipun banyak yang tidak berubah setelah hasil imbang tersebut, Parma di bawah Cuesta tetap berada dalam formasi 3-5-2 yang digemari. Dalam dua puluh pertandingan terakhir, mereka menunjukkan indikator positif dengan peningkatan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang yang diciptakan.
Statistik Peningkatan
Berikut adalah beberapa statistik yang menunjukkan kemajuan Parma di bawah Cuesta:
- Persentase Penguasaan Bola: Meningkat dari 41,6% menjadi 46,6%
- Jumlah Percobaan Passing: Meningkat dari 319.2 menjadi 391.3 per 90 menit
- Peluang yang Diciptakan: Dari 6,6 menjadi 8,7 per 90 menit
Strategi di Lapangan
Cara bermain Cuesta juga ditandai dengan rotasi posisi yang cerdas. Dia mampu mengubah taktik sesuai kebutuhan tim. Misalnya, saat melawan Milan, Cuesta melakukan perubahan taktis yang sukses, menunjukkan bahwa dia bisa menemukan cara untuk bermain dengan lebih menarik dan efektif.
Bernabe, pemain yang sebelumnya berlatih di Barcelona dan Manchester City, menjadi pemain kunci Parma, menciptakan 30 peluang dalam permainan terbuka. Selain itu, Emanuele Valeri juga memberikan kontribusi di sisi kiri dengan banyak umpan silang.
Masalah Pertahanan
Sementara serangan menunjukan potensi, pertahanan Parma masih perlu diperbaiki. Mereka telah kebobolan tujuh gol dari luar kotak penalti, dan kesalahan komunikasi sering terjadi di antara pemain muda. Pengalaman minimal dalam tim kemungkinan menjadi faktor tambahan dalam beberapa performa buruk.
Pengaruh Keputusan Cuesta
Seiring dengan berjalannya musim, Cuesta berhasil menyesuaikan gaya permainan Parma dengan kebutuhan tim yang relatif muda. Meskipun ada tantangan, dedikasinya untuk meningkatkan kualitas tim dan permainan dapat terlihat, dan ini menjadi fondasi yang baik untuk perjalanan karir kepelatihan yang lebih panjang di masa depan.
(SA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment