Pukulan Berat bagi AC Milan: Kalah 0-3 dari Udinese di San Siro
AC Milan mengalami kekalahan telak 0-3 dari Udinese di San Siro, menandai kekalahan ketiga dari empat pertandingan Serie A terakhir. Hasil ini membuat Milan gagal memanfaatkan kesempatan untuk merangsek kembali ke posisi kedua di belakang Inter, sementara Udinese meraih sukses besar di kandang lawan.
Kekalahan ini juga mencatat sejarah buruk bagi Massimiliano Allegri. Ini menjadi kali pertama Allegri kalah di kandang dalam laga Serie A dengan selisih tiga gol tanpa mencetak satu pun gol. Kekalahan serupa terakhir kali dialami Rossoneri pada Februari 2021 ketika dikalahkan Inter dengan skor 0-3.
Kemenangan ini menandai keberhasilan Udinese dalam mencatat double San Siro pada musim Serie A ini. Mereka sebelumnya berhasil mengalahkan Inter di tempat yang sama, dan kini menaklukkan kedua klub Milan dalam satu musim liga, yang baru terjadi untuk kedua kalinya sejak musim 2003-04.
Statistik Pertandingan
Udinese menunjukkan pertahanan yang solid di bawah asuhan Kosta Runjaic. Mereka mencatat tiga clean sheet berturut-turut di Serie A untuk kedua kalinya selama kepemimpinan Runjaic. Sebelumnya, rekor tiga laga tanpa kebobolan diraih antara Februari dan Maret 2025, menegaskan disiplin tim dalam bertahan.
Data statistik mengungkapkan ketidakefisienan Milan dan ketepatan Udinese dalam memanfaatkan peluang. Milan melakukan 20 percobaan, sedangkan Udinese hanya 12. Meskipun Milan memiliki 1.65 xG dibandingkan 1.24 xG Udinese, tim tamu lebih efektif dalam mengubah tekanan menjadi gol.
Jalannya Pertandingan
Udinese membuka keunggulan di menit ke-27 setelah serangan cepat dari Nicolo Zaniolo. Ia menggiring bola dari dalam setengah lapangan Udinese hingga tepi kotak penalti Milan dan mengirim umpan kepada Arthur Atta. Usaha Atta kemudian dibelokkan oleh Davide Bartesaghi ke gawang sendiri, membawa Udinese unggul.
Milan berusaha merespons dengan cepat, namun sejumlah peluang yang ada tidak mampu dikonversi. Rafael Leao menjatahdiri bola kepala dengan buruk saat mencari gol penyama kedudukan. Di sisi lain, Keinan Davis hampir menambah masalah bagi Milan dengan tembakan yang membentur mistar gawang, menandai bahaya lain yang mengintai sebelum jeda.
Udinese kemudian menggandakan keunggulan dengan Zaniolo kembali berperan penting. Ia mengirimkan umpan silang yang disambut Jurgen Ekkelenkamp dengan sebuah sundulan kuat. Bola mengenai tiang gawang dan masuk, membuat Milan tertinggal dua gol sebelum jeda.
Aksi Babak Kedua
Milan mengawali babak kedua dengan lebih agresif dan hampir saja memperkecil ketertinggalan di menit ke-52. Alexis Saelemaekers melepaskan tembakan setengah voli dari jarak sekitar 20 yard, namun Maduka Okoye dengan gemilang menepis bola ke mistar.
Pertandingan akhirnya dipastikan menjadi milik Udinese 19 menit sebelum waktu normal berakhir. Setelah Adrien Rabiot kehilangan bola di dekat garis tengah, Ekkelenkamp cepat mengambil alih dan mengalirkan bola kepada Atta. Atta kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang, membuat skor menjadi 3-0 dan semakin memperburuk keadaan Milan.
Wasit meniup peluit panjang menandakan Milan mengalami kemunduran besar dalam ambisi meraih Scudetto, sementara Udinese meninggalkan San Siro dengan tiga poin penting dan clean sheet dalam Serie A.
Kekalahan ini menjadi pelajaran bagi Milan yang harus memperbaiki penyelesaian akhir mereka, sementara Udinese terus menunjukkan performa menawan di Liga Italia.
(SA/GN)
sumber : www.mykhel.com
Leave a comment