Milan Kokoh di Puncak Sementara Serie A Berkat Kemenangan Minimalis Kontra Cagliari
Milan mengawali tahun baru dengan menunjukkan pertahanan yang kokoh dan efisiensi mematikan, untuk sementara waktu merangsek ke puncak klasemen Serie A sambil menunggu Inter berlaga. Edisi pagi La Gazzetta dello Sport menggambarkan performa tersebut sebagai “tanpa terlalu banyak trik sirkus, dengan gaya Allegri sejati, namun dengan kekejaman yang terukur.”
Tren positif melawan tim-tim yang secara statistik lebih lemah mulai berubah. Enam poin berhasil diraih dari pertandingan melawan Cagliari dan Verona, dengan Genoa menjadi lawan berikutnya di San Siro.
Jalannya Pertandingan dan Gol Krusial
Skuad Milan yang dilanda badai cedera kembali ke Sardinia. Leao kembali setelah absen sebulan dan belum dalam kondisi fisik terbaiknya, awalnya kesulitan saat bermain membelakangi gawang. Namun, pada kesempatan pertama, ia berhasil membawa Milan unggul. Ini adalah kali kedua belas musim ini di liga Rossoneri mencetak gol dari tembakan tepat sasaran pertama mereka. Kemenangan 0-1 menjadi hasil positif keenam belas berturut-turut di kompetisi sejak kekalahan di hari pembukaan melawan Cremonese.
Pendekatan Milan di awal pertandingan, seperti yang sering terjadi belakangan ini, bukanlah yang terbaik. Milan sempat kebobolan tiga tembakan dalam tiga menit pembukaan. Namun, penampilan babak kedua tidak menyisakan keraguan bahwa tiga poin memang pantas didapatkan. Tuan rumah gagal menciptakan bahaya berarti, terbantu oleh peningkatan performa De Winter. Maignan hanya dituntut melakukan penyelamatan mudah dari sundulan Adopo.
Gol kemenangan Milan lahir dari umpan vertikal Fofana kepada Rabiot, yang kemudian mencapai garis akhir dan mengirim umpan silang mendatar untuk disambut Leao.
Performa Pemain Kunci dan Debutan
Selain Leao yang memang pantas mendapat sorotan dan pujian atas gol kemenangannya, media Italia juga menyoroti performa Adrien Rabiot. Ia tampil solid dan secara teknis meyakinkan bahkan di lapangan Unipol Domus yang licin. Pertahanan yang fokus, sembilan kali clean sheet, lini tengah yang selalu penuh energi, serta debut positif dari Fullkrug juga patut dicatat. Penyerang asal Jerman itu berduel sengit dengan bek tengah lawan dan kemudian juga mengirim Pulisic menembus pertahanan lawan dengan sentuhan halus, sebagaimana dilansir via Milan News.
Ketangguhan Lini Belakang
Rossoneri juga memenangkan pertarungan di sektor sayap. Setelah sempat mengalami kesulitan di awal bagi Estupiñán di sisi sayap, Milan melakukan penyesuaian dan pemain pinjaman Atalanta yang bertalenta itu tidak lagi mampu menimbulkan ancaman nyata. Sepanjang pertandingan, baik bek sayap Ekuador itu maupun Bartesaghi menunjukkan peningkatan performa, di mana Bartesaghi kemarin diturunkan sebagai bek tengah sisi kiri untuk menggantikan Pavlovic yang demam. Hasil akhir 0-1, tiga poin, dan Milan untuk sementara memuncaki klasemen.
Konteks dan Dampak Klasemen
Kemenangan tipis ini menunjukkan kemampuan Milan untuk meraih hasil maksimal bahkan dalam kondisi tim yang tidak ideal. Konsistensi dalam mengamankan poin penuh dari tim-tim papan tengah dan bawah akan krusial dalam perebutan gelar Serie A. Dengan performa defensif yang semakin solid dan efisiensi di lini serang, Milan mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaing bahwa mereka siap untuk tantangan di sisa musim ini.
(SA/GN)
sumber : milanreports.com
Leave a comment