Home Sepakbola Italia Serie A Piala Dunia 2026: Akankah Italia tersingkir setelah kualifikasi yang menyakitkan?
Serie A

Piala Dunia 2026: Akankah Italia tersingkir setelah kualifikasi yang menyakitkan?

Share
Piala Dunia 2026: Akankah Italia tersingkir setelah kualifikasi yang menyakitkan?
Share

20 Tahun Sejak Italia Meraih Gelar Piala Dunia ke-4

Ketika Italia menjelang pertandingan final melawan Prancis dua puluh tahun yang lalu, mereka diperkuat oleh tim yang bisa dibilang merupakan yang terbaik dalam sejarah sepakbola negara tersebut. Dari Gianluigi Buffon dan Fabio Cannavaro di lini belakang hingga Alessandro Del Piero dan Francesco Totti di lini serang, pelatih Marcello Lippi memiliki beragam pilihan hebat.

Tetapi, kemenangan keempat dalam sejarah Italia ini bukanlah sebuah keberhasilan yang instan; pencapaian ini merupakan hasil dari model pengembangan yang kini tidak lagi ada dalam sepakbola Italia. Fondasi pembangunan itu dimulai satu dekade sebelumnya ketika tim U-21 yang dilatih oleh Cesare Maldini meraih tiga gelar juara Eropa secara beruntun antara 1992 dan 1996.

Pengaruh Aturan di Serie A

Perkembangan tim Maldini, yang terdiri dari Buffon, Cannavaro, Totti, dan Del Piero, didukung oleh sebuah regulasi di Serie A yang membatasi klub-klub memiliki lebih dari tiga pemain non-Eropa di lapangan. Hal ini membuat keempat pemain tersebut mengumpulkan banyak pengalaman senior di klub-klub seperti Parma, Napoli, Roma, dan Juventus sebelum kejuaraan 1994 dan 1996.

Namun, semuanya berubah pada 1995 ketika putusan Bosman mengubah lanskap sepakbola Eropa dengan memperbaiki hak-hak pemain Eropa. Akibatnya, Italia bersama negara-negara Eropa lainnya harus melonggarkan regulasi kuota, yang menyebabkan lonjakan pemain asing ke Serie A menjelang akhir abad ke-20.

Dampak pada Pemain Lokal

Perubahan ini berdampak besar, menyebabkan talenta lokal di generasi berikutnya semakin sulit memperoleh kesempatan bermain di liga utama. “Seiring berjalannya waktu, klub-klub Serie A semakin bergantung pada talenta asing ketimbang lokal,” ujar Gates. “Kita bisa berpikir bahwa kekurangan dana di Serie A seharusnya membuat klub mengandalkan talenta lokal, tetapi faktanya bukan demikian. Mereka justru lebih mengandalkan pemain muda asing daripada pemain Italia.”

Baca juga:  Intip Semua! Cagliari vs Milan: Statistik, Klasemen, Wasit, Sanksi!

Persaingan di Serie A semakin ketat dalam konteks finansial, di mana tidak ada klub Italia yang masuk dalam daftar 10 klub dengan pendapatan tertinggi di dunia menurut Deloitte. Sementara klub-klub di Premier League menikmati kesepakatan TV yang semakin besar, liga lain di Eropa juga menarik investasi besar, Serie A justru mengalami stagnasi pendapatan.

Upaya modernisasi stadion yang belum berhasil di Serie A mengakibatkan dampak pada operasi komersial klub. Kesenjangan pendapatan semakin meluas antara mereka dan liga-liga seperti Premier League, sehingga menyulitkan klub untuk merekrut atau mempertahankan pemain-pemain top. Beberapa klub teratas di liga ini tercatat mengalami kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat mereka terpaksa mengorbankan investasi untuk masa depan.

Kualitas Akademi Pemain

Ahli sepakbola Eropa, Julien Laurens, menyebutkan, “Akademi di Italia tidak cukup memproduksi pemain, atau pemain yang cukup siap untuk bermain di tim utama. Cara mereka membelanjakan uang pun tidak mencerminkan ciri khas klub-klub Italia selama ini.”

Legenda Italia, Alessandro Del Piero, mengungkapkan, “Ini merupakan hasil dari apa yang terjadi di Italia dalam beberapa tahun terakhir. Tingkat investasi rendah, sementara pasar lain telah berkembang jauh lebih besar daripada kita. Masalah? Stadion. Kita tahu harus ada perbaikan dalam hal itu dan juga sistem pemuda.”

Sebagai catatan, hanya delapan dari 487 gol yang tercipta di fase grup Liga Champions musim ini yang dicetak oleh pemain-pemain asal Italia.

Dampak dari situasi ini tidak hanya terasa bagi liga atau klub, tetapi juga bagi pengembangan pemain masa depan Italia yang semakin terancam. Kemandekan dalam menghasilkan bakat baru bisa menggelapkan masa depan sepakbola Italia di pentas Eropa.

Baca juga:  Inter Milan Libas Lecce, Kokoh di Puncak Serie A!

(SA/GN)
sumber : www.bbc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kembalinya Megastar Argentina: Kunci Inter Milan Raih Gelar Serie A!

Kembalinya megastar Argentina membawa angin segar bagi Inter Milan. Dengan keterampilan dan...

Minta Menteri Abodi jelaskan timnas Italia ke Dewan Perwakilan.

Menteri Abodi diharapkan memberikan penjelasan mendalam kepada Dewan Perwakilan mengenai kinerja timnas...

Italia Terkejut! Kegagalan Playoff Lawan Bosnia Hancurkan Impian Piala Dunia.

Italia mengecewakan setelah gagal di playoff melawan Bosnia, menghancurkan impian mereka untuk...

Italia Masih Tak Percaya: Gagal Lagi di Piala Dunia!

Italia masih tertegun setelah kegagalan di Piala Dunia, merasakan duka mendalam. Harapan...