Home Sepakbola Italia Serie A Rekor 16 besar, Serie A tanpa gol Atalanta buat sejarah
Serie A

Rekor 16 besar, Serie A tanpa gol Atalanta buat sejarah

Share
🔥 Rekor 16 besar, Serie A tanpa gol ❌ Atalanta buat sejarah 😱
Share

Pesta Gol di Champions League: Rekor Baru Diciptakan

Putaran 16 besar Liga Champions musim 2025/26 berakhir dengan catatan mengesankan, mencetak 68 gol antara leg pertama dan kedua. Ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah kompetisi, memperlihatkan momen ofensif yang luar biasa dalam sepak bola Eropa saat ini.

Liga Champions: Rekor Sejarah Penuh Gol

Putaran ini memperlihatkan pertandingan dengan tempo tinggi, di mana pertahanan sering kali kesulitan, dan serangan yang terus menerus memberikan ancaman. Hasilnya, ini menjadi salah satu putaran knockout paling produktif yang tercatat dalam sejarah.

“Hari ini menjadi hari dengan rata-rata gol tertinggi di setiap laga UEFA Champions League yang mempertemukan tiga pertandingan atau lebih (23 gol dalam 4 pertandingan):

  • Barcelona 7-2 Newcastle
  • Bayern Munich 4-1 Atalanta
  • Liverpool 4-0 Galatasaray
  • Tottenham 3-2 Atlético Madrid

Atalanta Terpuruk di Pentas Eropa

Sementara itu, Atalanta mengalami salah satu kekalahan terberat dalam sejarah sepak bola Italia. Mereka tersingkir dari Bayern Munich dengan agregat 10-2, setelah kalah 1-6 di leg pertama dan 4-1 di leg kedua. Ini membuat Atalanta menjadi tim Serie A pertama yang kebobolan sepuluh gol dalam satu babak knockout di kompetisi Eropa.

“Atalanta menjadi tim pertama dari Serie A yang menerima setidaknya 10 gol dalam satu putaran fase eliminasi di kompetisi Eropa,” tulis akun Twitter Opta.

Perbedaan Jelas antara Eropa dan Italia

Marten de Roon, kapten Atalanta, mengakui bahwa tim-tim Italia perlu belajar dari klub-klub teratas di Eropa dalam hal gerakan dan kecepatan permainan. “Kami di Italia cenderung lebih statis dan taktikal. Kami harus belajar dari klub-klub ini tentang cara bergerak dan berlari,” ungkapnya.

Krisis Serangan di Serie A

Sementara itu, Serie A menghadapi realitas yang berlawanan. Setelah 29 pertandingan musim 2025/26, hanya tiga pemain yang berhasil mencetak lebih dari 10 gol: Lautaro Martínez, Hojlund, dan Douvikas. Banyak penyerang yang diharapkan tampil cemerlang justru berkinerja di bawah harapan, dan Juventus mengalami output ofensif yang rendah, dengan duet David dan Openda hanya mencetak enam gol.

Baca juga:  Goretzka ungkapkan pilihan klub: Arsenal atau AC Milan?

Perbandingan dengan Musim Lalu

Perbandingan dengan musim lalu semakin menegaskan krisis ini. Setelah 29 pertandingan pada musim 2024/25, sudah ada sepuluh pemain yang mencetak lebih dari 10 gol. Saat itu, Retegui menjadi pencetak gol terbanyak dengan 22 gol, diikuti oleh Kean dengan 15 gol.

Lautaro: Statistik yang Mengingatkan pada Era 80-an

Lautaro Martínez menjadi pencetak gol terbanyak dengan 14 gol, angka yang menunjukkan situasi mendesak karena terendah dalam hitungan yang sama sejak musim 1982/83 ketika Alessandro Altobelli mencetak gol serupa setelah 28 pertandingan.

Kesimpulan Dua Dunia Sepak Bola

Gambaran saat ini sangat jelas: Liga Champions berjalan cepat, banyak mencetak gol, dan meningkatkan level hiburan. Sementara itu, Serie A melambat, tertutup, dan kesulitan menemukan protagonis di lini serang. Dengan 68 gol yang tercipta di putaran 16 besar, kompetisi di Eropa menunjukkan signifikansi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi di kancah domestik Italia.

(SA/GN)
sumber : onefootball.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Host DAZN bikin fans terharu setelah kencan sama superstar Serie A!

Host DAZN berhasil membuat fans terharu setelah berbagi momen kencan romantis dengan...

Apa langkah selanjutnya bagi Azzurri setelah gagal ke Piala Dunia 2026?

Setelah gagal ke Piala Dunia 2026, Azzurri harus segera mengevaluasi performa, memperbarui...

Kembalinya Megastar Argentina: Kunci Inter Milan Raih Gelar Serie A!

Kembalinya megastar Argentina membawa angin segar bagi Inter Milan. Dengan keterampilan dan...

Minta Menteri Abodi jelaskan timnas Italia ke Dewan Perwakilan.

Menteri Abodi diharapkan memberikan penjelasan mendalam kepada Dewan Perwakilan mengenai kinerja timnas...