Inter Milan Jauhi Napoli, Chivu Ingatkan Bahaya Serie A Selalu Mengintai
Inter Milan berhasil memperlebar jarak di puncak klasemen Serie A setelah menundukkan Parma 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Ennio Tardini pada 7 Januari 2026. Kemenangan ini membuat Nerazzurri kini unggul empat poin dari Napoli yang sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Hellas Verona.
Inter Amankan Poin Penuh di Kandang Parma
Pertandingan di markas mantan klub Chivu ini terbukti bukan laga yang mudah bagi Inter. Namun, Federico Dimarco berhasil memecah kebuntuan sebelum turun minum setelah lolos dari jebakan offside dan memanfaatkan umpan apik dari Francesco Pio Esposito.
Di babak kedua, Parma sempat mencetak gol melalui Ange-Yoan Bonny yang dianulir wasit karena handball Marcus Thuram. Ironisnya, Thuram sendiri kemudian mencatatkan namanya di papan skor tak lama berselang, memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu.
Cristian Chivu Apresiasi Kedewasaan Tim
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan kepuasannya terhadap fokus timnya. “Tidak pernah mudah bermain di Serie A, Anda selalu harus membuktikan diri di setiap pertandingan,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang cukup sulit di malam itu juga menjadi tantangan. “Namun, kami bermain dengan kedewasaan, mencoba membongkar blokade rendah mereka, dan melepaskan lebih banyak umpan silang dibanding laga sebelumnya. Yang terpenting adalah sikap luar biasa yang ditunjukkan para pemain malam ini,” puji Chivu.
Siap Menghadapi Napoli di Laga Penentu
Dengan kemenangan ini, Inter kini memimpin empat poin di atas Napoli. AC Milan sendiri baru akan memainkan pertandingan mereka melawan Genoa besok malam. Namun, fokus utama kini tertuju pada duel perebutan Scudetto akhir pekan ini melawan Napoli.
“Statistik dan angka memang menyenangkan untuk dibaca, tapi yang terpenting adalah rasa lapar dan ambisi yang ditunjukkan di lapangan,” kata Chivu. “Serie A tidak mudah, tidak ada lawan yang bisa diremehkan, bahaya selalu mengintai.”
Parma sendiri bukan tanpa perlawanan. Mereka beberapa kali menciptakan peluang, bahkan Jakob Ondrejka sempat mengancam gawang Inter dengan tendangan volinya yang membentur tiang. Yann Bisseck dan Francesco Pio Esposito juga melakukan hal yang sama di sisi Inter.
“Setiap kali mereka memotong umpan kami, Parma terlihat berbahaya dalam serangan balik, terutama dengan kemampuan Mateo Pellegrino menahan bola untuk rekan setimnya yang lebih cepat seperti Ondrejka dan Oristanio,” jelas Chivu. “Kami seharusnya bisa mengalirkan bola lebih cepat dan memberikan umpan silang yang lebih baik untuk menimbulkan masalah bagi mereka.”
Chivu juga melakukan beberapa perubahan pada susunan pemain inti Inter, mengistirahatkan beberapa pemain jelang laga penting melawan Napoli. Namun, Manuel Akanji tetap menjadi pilihan di lini belakang.
“Dia penting bagi tim, sama seperti Bisseck, Acerbi, dan De Vrij,” jawab Chivu. “Carlos Augusto juga tampil hebat di lini belakang, dia sangat baik dalam menutup celah. Tidak pernah mudah bermain melawan blokade rendah, karena Anda harus menjaga tingkat konsentrasi tetap tinggi. Anda berisiko terlalu terkesan dengan kemampuan sendiri dalam mengalirkan bola dan itu membuat Anda terkejut jika ada serangan balik.”
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inter Milan dalam perburuan gelar juara Serie A, sekaligus menegaskan kesiapan mereka menghadapi tantangan berat berikutnya.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment