Simon Jadi Tembok, Gagalkan “Tim Paris” di Basque Country, PSG Lanjutkan Perjuangan Liga Champions
Unai Simon, kiper berusia 28 tahun, menjadi sorotan utama setelah menampilkan serangkaian penyelamatan luar biasa di Basque Country. Aksinya yang heroik berhasil menjaga asa tuan rumah tetap hidup dan membuat “Tim Paris,” yang diasumsikan adalah Paris Saint-Germain (PSG), harus pulang dengan rasa frustrasi. Meskipun demikian, PSG tetap berada di jalur yang benar untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Jalannya Pertandingan
Dalam laga sengit tersebut, Tim Paris dibuat kesulitan oleh lini pertahanan Athletic dan penampilan gemilang Simon di bawah mistar gawang. Pelatih Ernesto Valverde menurunkan Alex Berenguer di sayap kanan, pemain yang baru saja mencetak gol liga pertamanya musim ini dalam kemenangan kandang 1-0 atas Atletico Madrid. Di sisi tamu, Nuno Mendes dari Portugal kembali tampil sebagai bek kiri setelah absen dalam dua pertandingan liga terakhir akibat masalah paha. Sementara itu, pemenang Ballon d’Or, Ousmane Dembele, diistirahatkan karena sakit.
Peluang terbaik di setengah jam pertama datang dari Fabian Ruiz, namun tendangan setengah volinya setelah menerima umpan melambung dari Senny Mayulu belum mampu menemui sasaran. Baru 10 detik jelang turun minum, kiper timnas Spanyol dengan 56 caps, Simon, akhirnya diuji. Ia berhasil memblok upaya Mayulu dari jarak dekat, setelah babak pertama di mana Tim Paris kesulitan menghadapi tekanan tinggi dari tim tuan rumah.
Tiga menit setelah jeda, Mayulu kembali memaksa Simon melakukan penyelamatan luar biasa. Pemain berusia 19 tahun itu berhasil menerobos ke kotak penalti Athletic sebelum tembakannya dimentahkan dengan blok gemilang dari sang kiper. Dengan waktu tersisa setengah jam, Luis Enrique memasukkan Desire Doue menggantikan Mayulu, menandai penampilan pertamanya sejak menderita cedera hamstring pada 29 Oktober, dalam upaya mencari terobosan. Simon sempat ‘terkalahkan’ di babak kedua, namun tembakan Bradley Barcola masih membentur mistar gawang.
Kurang dari empat menit tersisa, Simon sekali lagi harus beraksi, memblok upaya Ruiz. Bola muntah sempat menimbulkan kemelut, namun kapten Yuri Berchiche dengan sigap membersihkan tembakan lanjutan dari garis gawangnya sendiri, memastikan gawang Athletic tetap perawan.
Reaksi Pemain
“Kami selalu menginginkan kemenangan,” kata Vitinha kepada Canal+. “Masalahnya adalah dalam pertandingan seperti itu, di Liga Champions, ketika Anda tidak mencetak gol, itu menjadi sulit. Kami menyia-nyiakan terlalu banyak peluang, itu bisa saja terjadi namun itulah perbedaan dalam jenis pertandingan itu,” tambah gelandang Portugal itu.
Konteks dan Dampak
Meskipun hasil ini mungkin sedikit mengecewakan, PSG berhasil naik ke posisi ketiga dalam tabel liga dan tetap berada di jalur untuk mencapai babak 16 besar Liga Champions. Penampilan gemilang Unai Simon menjadi bukti nyata bahwa setiap lawan memiliki potensi untuk memberikan kejutan, terutama dengan kiper kelas dunia di bawah mistar gawang. Bagi PSG, laga ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya efisiensi di depan gawang, terutama menjelang fase krusial kompetisi Eropa.
(SA/GN)
sumber : sharjah24.ae
Leave a comment