Home Sepakbola Liga Lainnya Arsenal Hajar Spurs, Bayern Wajib Contek Taktiknya!
Liga Lainnya

Arsenal Hajar Spurs, Bayern Wajib Contek Taktiknya!

Share
Arsenal Hajar Spurs, Bayern Wajib Contek Taktiknya!
Share

Absennya Alphonso Davies: Ujian Berat Lini Belakang Bayern Munich Hadapi Arsenal

Kabar buruk menerpa Bayern Munich menjelang laga krusial kontra Arsenal. Penggemar Die Roten harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak akan diperkuat dua pilar penting, Jamal Musiala dan Alphonso Davies. Absennya Davies, khususnya, menjadi sorotan mengingat betapa vitalnya perannya dalam menjaga stabilitas lini belakang, terutama setelah melihat bagaimana Arsenal menghantam Tottenham Hotspur.

Meskipun Bukayo Saka tampil relatif tenang dan Jurriën Timber ‘hanya’ mencatatkan satu assist, cara Arsenal menggempur pertahanan Spurs melalui sektor sayap menjadi pembeda utama. Tekanan dari sisi lapangan ini berhasil membuka celah di depan pertahanan lawan, yang kemudian dimanfaatkan dengan sempurna oleh Eberechi Eze untuk mencetak hattrick.

Eberechi Eze menjadi bintang bagi Arsenal dalam laga melawan Tottenham. (Foto: Stuart MacFarlane/Arsenal FC via Getty Images)

Eberechi Eze menjadi bintang bagi Arsenal dalam laga melawan Tottenham. (Foto: Stuart MacFarlane/Arsenal FC via Getty Images)
Sumber: Arsenal FC via Getty Images

Sektor sayap kiri Bayern Munich kini menjadi titik rentan yang patut diwaspadai. Tanpa Davies dan Yuta Ito yang baru pulih dari cedera, pelatih Vincent Kompany kemungkinan harus menggeser Josip Stanisic atau Konrad Laimer dari posisi natural mereka untuk mengisi kekosongan ini.

Situasi kian diperparah dengan absennya Luis Diaz akibat skorsing kartu merah. Semangat juangnya di lini belakang pasti akan sangat dirindukan. Ancaman dari Bukayo Saka dan Jurriën Timber di sayap kiri Bavaria akan menjadi potensi bencana jika Kompany tidak mengambil langkah hati-hati.

Pada dasarnya, kunci ada pada kedisiplinan menjaga bentuk pertahanan. Jika Bayern mampu mempertahankan posisi dan tidak membiarkan winger The Gunners membuka celah di lini depan, pertandingan akan berjalan relatif lancar. Namun, jika gagal, 90 menit penuh tantangan menanti mereka.

Membungkam Emirates: Kunci Menghadapi Tekanan Suporter Arsenal

Atmosfer di Stadion Emirates terasa sangat membara saat menghadapi Spurs. Jika energi serupa dibawa ke malam Liga Champions, tekanan yang dihadapi Bayern Munich akan sangat besar.

Baca juga:  Harry Kane: Bayern siap obrolin kontrak baru!

Namun, gol Richarlison dari luar kotak penalti sempat membuat para suporter Arsenal terdiam. Meskipun Arsenal masih unggul 3-1, stadion menjadi sunyi senyap, bahkan suara nyanyian para penggemar Spurs bisa terdengar jelas dari siaran.

Bayern Munich dikenal memiliki basis suporter tandang yang selalu militan. Mereka punya kebiasaan membuat stadion lawan di Premier League terdiam. Tim hanya perlu memberikan mereka momentum. Satu atau dua gol akan ideal, namun memulai pertandingan dengan baik saja sudah cukup membantu membungkam Emirates.

Mencari Celah di Benteng Arsenal yang Tampak Sempurna

Strategi bermain Tottenham saat itu seolah ditakdirkan untuk kalah. Mereka mulai membuang-buang waktu sejak menit kelima, bermain dengan lima atau bahkan enam bek tanpa tekanan balik atau ambisi menyerang. Tentu saja Arsenal leluasa menghajar mereka.

Bayern Munich dipastikan tidak akan bermain pasif seperti itu. Pertanyaannya, celah apa yang bisa mereka manfaatkan dari Arsenal?

Pada pandangan pertama, Arsenal terlihat seperti tim yang nyaris tanpa cela. Mereka solid di lini belakang, lini tengah mendominasi dengan mudah, dan lini serang mereka tajam. Lantas, strategi apa yang akan diterapkan Kompany?

Sederhananya, Kompany mungkin tidak perlu mengubah taktiknya secara drastis. Dengan performa Arsenal saat ini, mereka bisa dikalahkan jika Bayern Munich menampilkan permainan terbaiknya di Emirates. The Gunners memang memiliki kelemahan, meskipun tidak sejelas kekuatan mereka. Contohnya, pada menit ke-54, João Palhinha (saat itu dipinjamkan ke Spurs) mengejar Zubimendi yang terlihat lambat dan berhasil merebut bola. Bola kemudian diberikan kepada Richarlison, yang mencetak gol sensasional melewati David Raya.

Momen seperti itu jarang terjadi bagi Spurs karena mereka tidak menyerang Arsenal secara agresif. Ketika mereka melakukannya, Palhinha menunjukkan bahwa satu pemain di lini tengah sudah cukup menciptakan masalah. Jika Spurs lebih proaktif, menekan gelandang Arsenal alih-alih bertahan pasif, hasilnya mungkin akan berbeda.

Baca juga:  Nonton Live Dua Pertandingan Argentina Selanjutnya dengan Lionel Messi!

Bayern Munich dikenal sebagai tim yang jauh lebih proaktif daripada Spurs. Mereka akan menghadapi Arsenal dengan intensitas tinggi. Tentu, pendekatan ini bisa membuka peluang bagi Arsenal untuk serangan balik cepat, namun itu adalah risiko yang harus diambil. Sistem permainan Kompany memang dirancang untuk selalu menyerang, apa pun konsekuensinya.

Saat melawan Spurs, Arsenal terlihat agak konservatif dalam passing, lebih memilih untuk mempertahankan penguasaan bola daripada mengambil risiko. Jika mereka tetap bermain hati-hati melawan Bayern, mereka mungkin kesulitan memanfaatkan kesalahan lawan. Tentu saja, ini dengan asumsi Mikel Arteta tidak akan mengatur timnya untuk bermain lebih agresif di Liga Champions.

Secara keseluruhan, Bayern Munich tidak perlu melakukan sesuatu yang luar biasa. Cukup bermain sesuai gaya mereka, dan Arsenal bisa dikendalikan. Namun, penting untuk diingat bahwa mayoritas menganggap The Gunners sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini, dan mereka telah membuktikan itu di Derby London Utara.

Bagaimanapun juga, pertandingan ini dipastikan akan menyajikan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola.

Catatan Tambahan

  • Meskipun Arsenal tidak mencetak gol dari situasi bola mati, kualitas umpan dan organisasi mereka secara keseluruhan sangat menonjol. Bola-bola mati The Gunners akan menjadi perhatian khusus bagi Kompany.
  • Cukup mengejutkan mendengar komentator memperlakukan Eberechi Eze sebagai talenta muda. Padahal, pemain ini sudah berusia 27 tahun.
  • João Palhinha layak disebut Man of the Match untuk Tottenham. Ia seorang diri berhasil menjaga lini tengah dan mencegah Arsenal bermain terlalu dominan.
  • Sulit menilai seberapa solid pertahanan Arsenal karena Spurs nyaris tidak melancarkan serangan.
  • Berbeda dengan Bayern, Arsenal memulai setiap babak dengan tekanan tinggi. Kompany perlu memastikan timnya tidak lengah sejak kick-off, terutama untuk laga mendatang.

(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jadwal pramusim Man United: Pertandingan seru lawan PSG, Leeds, AC Milan!

Jadwal pramusim Man United menghadirkan pertandingan seru melawan PSG, Leeds, dan AC...

Stadion Nu Inter Miami: Biaya dan kapasitas totalnya?

Stadion Nu Inter Miami memiliki kapasitas total yang mengesankan, dengan biaya pembangunan...

Preview: Al Ittihad vs Al Hazem – Prediksi dan Berita Tim Terbaru

Preview: Al Ittihad vs Al Hazem akan menjadi laga seru dengan prediksi...

Juventus Siapkan Kontrak Menarik untuk Bintang Serba Bisa Bayern Munich!

Juventus tengah mempersiapkan kontrak menarik untuk bintang serba bisa Bayern Munich, menciptakan...