Foden Bersinar, Man City Kian Solid Setelah Tekuk Dortmund
Manchester City kembali menunjukkan taringnya, didorong oleh penampilan gemilang Phil Foden yang mencetak dua gol. Kontribusi Foden membantu The Citizens mengukir kemenangan krusial dan mengumpulkan 10 poin dari empat pertandingan di tengah fase grup.
Kemenangan ini terasa lengkap dengan sumbangan gol dari Erling Haaland, yang malam itu mengenakan ban kapten dan mencetak gol ke-27nya untuk klub dan negara. Meskipun Waldemar Anton dari Borussia Dortmund sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-72, gol tersebut hanya menjadi gangguan kecil bagi dominasi City.
Dominasi Gemilang di Lapangan
Pep Guardiola, yang memilih untuk memberikan libur sehari kepada para pemainnya pada hari Selasa setelah kemenangan 3-1 yang melelahkan atas Bournemouth pada Minggu sebelumnya, tampaknya tidak melihat ritme timnya terganggu. Sebuah langkah yang jarang ia ambil, namun hasilnya di lapangan menunjukkan timnya tetap tajam.
Borussia Dortmund sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik, memonopoli bola dan menekan tuan rumah. Sebuah umpan longgar dari Josko Gvardiol sempat membuka peluang bagi Karim Adeyemi yang mengancam gawang Gianluigi Donnarumma. Adeyemi kembali beraksi di sisi yang sama, mengirimkan umpan silang yang gagal dimanfaatkan Maximilian Beier.
Namun, Manchester City perlahan menemukan ritme mereka. Setelah beberapa percobaan, termasuk tembakan Savinho yang ditepis Gregor Kobel, Phil Foden akhirnya mencetak gol pembuka. Gol ini lahir dari skema umpan khas Guardiola; Nico González menemukan Tijjani Reijnders di sisi kanan dalam, yang kemudian mengoper bola kepada Foden. Dengan ayunan kaki kirinya, Foden melepaskan tembakan tenang dan akurat yang menaklukkan Kobel.
Gol Foden seolah menjadi pembuka keran gol bagi City. Tak lama berselang, Savinho melepaskan tembakan yang ditepis Kobel, bola liar kemudian dikuasai Jérémy Doku di sisi kiri yang langsung mengirimkan umpan mendatar ke tengah. Erling Haaland tak menyia-nyiakannya, melepaskan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 2-0.
Momen Krusial dan Alarm Pep Guardiola
Meski unggul dua gol, raut kegirangan Guardiola segera berubah menjadi kekesalan. Ia tampaknya tidak senang dengan detail ketidaksempurnaan dari unitnya. Kobel memang harus kembali berjibaku menepis tembakan Reijnders, dan Haaland bahkan sempat berperan sebagai winger, mengirimkan umpan silang yang gagal dimanfaatkan Nico O’Reilly untuk gol ketiga.
Kemarahan Guardiola mungkin dilampiaskan untuk mencegah kelonggaran. Hal ini terbukti perlu, mengingat pertahanan City sempat lengah ketika Adeyemi mengintai di bawah bola lambung yang justru ditepis Donnarumma keluar daripada ditangkap.
Dortmund, yang datang sebagai tim peringkat ketiga Bundesliga, tujuh poin di belakang Bayern Munich, hanya kalah sekali dalam 14 pertandingan musim ini. Namun, rekor mereka melawan City di Liga Champions kurang mengesankan, hanya menang sekali dalam empat pertemuan sebelumnya.
Di babak kedua, Savinho nyaris menambah gol dengan tembakan cepat yang kembali ditepis Kobel. City kemudian bermain dengan gaya hipnotis mereka, dengan Savinho berlari di dekat kotak enam yard Dortmund dan memaksa tendangan sudut, sebuah gambaran bagaimana pasukan Guardiola telah menghancurkan begitu banyak lawan.
Phil Foden kembali menjadi bintang dengan gol keduanya yang murni kelas dunia. Doku mengoper ke González, yang kemudian mengoper ke Reijnders. Bola sampai ke “Iniesta dari Stockport” yang berputar dan kembali menaklukkan Kobel dari jarak jauh.
City sempat berada dalam suasana hati yang ceria. Sebuah umpan dari Doku diumpan tumit ke Haaland yang mengembalikan bola, dan ketika bola melengkung ke atas, Savinho seharusnya bisa melakukan tendangan voli yang sangat indah namun malah melambung tinggi.
Kesiapan Jelang Duel Sengit
Di luar lapangan, Guardiola juga memberikan kabar terbaru mengenai Rodri. “Rasanya [masalah hamstringnya] belum sempurna – dia tidak akan absen dalam waktu yang terlalu lama,” ujar Guardiola. Saat gelandang nomor 16 itu kembali, City dipastikan akan menjadi semakin tangguh.
Hasil ini membawa City semakin mendekati performa kohesif yang membuat mereka begitu tangguh. Level permainan mereka kembali tinggi bagi juara treble 2022-23 ini, persis seperti yang diinginkan Guardiola sebelum kunjungan Liverpool pada Minggu mendatang.
Manchester City dijadwalkan akan menghadapi Liverpool dalam lanjutan Premier League pada Minggu, 9 November 2025. Pertandingan Premier League biasanya disiarkan secara eksklusif di Indonesia melalui layanan streaming Vidio dan saluran Champions TV.
(SA/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment