Bhaichung Bhutia Sesalkan Kekacauan Sambutan Lionel Messi di Kolkata
Kolkata, garisfinish.com – Mantan kapten tim nasional sepak bola India, Bhaichung Bhutia, menyuarakan kekecewaannya atas kekacauan yang terjadi selama acara publik Lionel Messi di Stadion Salt Lake, Kolkata. Bhutia, yang berbicara pada Minggu lalu, menegaskan bahwa insiden tersebut sangat tidak diinginkan dan ia berharap olahraga harus selalu menjadi prioritas utama ketimbang formalitas politik atau birokrasi dalam setiap perhelatan.
Berbicara setelah sebuah acara lari di Kolkata, Bhutia menekankan bahwa penggemar datang untuk menyaksikan olahraga, dan mereka seharusnya mendapatkan pengalaman tersebut tanpa hambatan.
Prioritas Olahraga di Atas Birokrasi
Bhutia mengkritik kebiasaan yang sering terjadi di India di mana acara olahraga tertunda karena pidato politik, jabat tangan tamu kehormatan, dan berbagai formalitas lainnya. Menurutnya, hal-hal tersebut tidaklah perlu.
“Saya kira kalau ada ajang olahraga, olahraga harus mendapat prioritas,” kata Bhutia. “Sering kali di seluruh India kita melihat acara olahraga tertunda karena pidato politik, jabat tangan tamu utama, dan sebagainya. Itu tidak perlu. Penggemar dan pemain datang untuk menonton olahraga tersebut, dan olahraga tersebut harus dimulai daripada menunggu tamu VIP.”
Ia menambahkan, “Senang sekali melihatnya tidak hanya di Kolkata, tapi di kota-kota lain, para penggemar hanya ingin melihat acara olahraga tersebut, yang hanya ingin melihat Messi dan tidak ada yang lain. Saya harap ini menjadi pelajaran yang bisa kita petik dan tren ini akan berubah.”
Insiden di Stadion Salt Lake
Superstar Argentina, Lionel Messi, saat itu sedang dalam kunjungan tiga hari ke empat kota di India, termasuk Kolkata, Hyderabad, Mumbai, dan Delhi. Meskipun kunjungannya di sebagian besar kota berjalan lancar, insiden di Kolkata menjadi sorotan karena kekecewaan penggemar.
Kekacauan terjadi ketika para penggemar di Stadion Salt Lake tidak dapat melihat Messi dengan jelas. Sekelompok VVIP dan politisi mengerumuni sang megabintang, menghalangi pandangan penonton. Penyimpangan dalam organisasi dan manajemen penonton yang buruk inilah yang memicu amarah di dalam stadion.
Ribuan penggemar merasa frustrasi ketika para politisi, selebritas, dan pejabat membanjiri area sekitar ikon sepak bola tersebut. Hal ini secara signifikan membatasi interaksi publik Messi dan memperpendek waktunya di lapangan. Kondisi ini kemudian membuat penonton mengamuk di dalam stadion.
Komentar Bhutia ini diharapkan dapat menjadi peringatan penting bagi penyelenggara acara olahraga di masa depan, agar pengalaman penggemar dan integritas olahraga selalu diutamakan, khususnya saat mendatangkan tokoh-tokoh besar seperti Lionel Messi.
(SA/GN)
sumber : www.etvbharat.com
Leave a comment