PSG Sabet Trofi Piala Interkontinental, Lee Kang-in Tersenyum di Tengah Cedera
Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menorehkan sejarah baru dengan menjuarai Piala Interkontinental FIFA 2025. Kemenangan ini disambut dengan suka cita oleh seluruh tim, meskipun ada sedikit kekhawatiran terkait kondisi salah satu bintang mereka, Lee Kang-in, yang harus ditarik keluar lebih awal karena cedera.
Momen Penuh Tantangan bagi Lee Kang-in
Gelandang serang Paris Saint-Germain, Lee Kang-in, memulai pertandingan final melawan Flamengo dari Brasil. Laga krusial ini berlangsung di Stadion Ahmed Bin Ali, Alaiyan, Qatar pada tanggal 18 Desember waktu setempat. Sayangnya, Lee Kang-in harus mengakhiri penampilannya lebih cepat. Pada menit ke-35, ia terpaksa digantikan karena cedera hamstring.
Kejadian bermula di menit ke-31 babak pertama, ketika ia berbenturan dengan bek lawan di sisi kiri lapangan, membuatnya merasakan nyeri di bagian paha. Padahal, pemain internasional Korea Selatan ini sedang dalam performa menanjak, dengan lima penampilan beruntun di liga dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya sebelum insiden cedera tersebut.
Drama Adu Penalti dan Puncak Kejayaan
Meskipun Lee Kang-in harus menepi, Paris Saint-Germain tidak menyerah. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Flamengo di waktu normal. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti, di mana PSG berhasil unggul 2-1, mengamankan gelar juara. Lee Kang-in, yang sebelumnya digantikan, akhirnya dapat tersenyum lebar saat timnya mencapai puncak kompetisi.
Piala Interkontinental sendiri merupakan kompetisi bergengsi yang mempertemukan enam juara kompetisi klub kontinental dari berbagai benua, menampilkan tim-tim terbaik di dunia.
Enam Gelar dalam Satu Musim, Sejarah Terukir
Kemenangan ini menjadi puncak dari musim gemilang bagi Les Parisiens. Bagi PSG, ini adalah trofi keenam yang mereka raih pada tahun 2025. Sebelumnya, mereka telah mengamankan gelar Liga 1 Prancis, Coupe de France, dan Trophee des Champions di musim 2024-2025. Kemudian, disusul dengan UEFA Champions League pada Juni, dan UEFA Super Cup pada Agustus.
Raihan enam gelar dalam satu tahun kalender ini menempatkan PSG sejajar dengan dua klub raksasa Eropa lainnya, Barcelona (Spanyol) pada tahun 2009 dan Bayern Munich (Jerman) pada tahun 2020. Mereka menjadi tim ketiga dalam sejarah yang berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa ini, mengukir namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia.
(SA/GN)
sumber : www.mk.co.kr
Leave a comment