Lothar Matthaus Kenang Duel Sengit dengan Maradona: Kami Seperti Messi dan Ronaldo, tapi Kami Pesta Bareng
Kolkata – Jika Diego Maradona tidak pernah ada, akankah dunia sepak bola mengenal Lothar Matthaus seperti sekarang? Atau sebaliknya? Terkadang, persahabatan terjalin dari sebuah rivalitas sengit yang tak terduga, namun pada akhirnya menjadi sebuah keharusan untuk saling memotivasi dan menjadi bagian dari legenda sepak bola.
Mantan bintang tim nasional Jerman, Lothar Matthaus, yang hadir di Kolkata sebagai duta resmi Liga Super Bengal yang akan datang, membuka kembali kenangan manisnya dengan legenda Argentina, Diego Maradona.
Rivalitas Abadi di Lapangan Hijau
Matthaus ditugaskan secara khusus untuk menjaga Maradona pada final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, ia harus menyaksikan rivalnya dari Argentina mengangkat trofi terbesar di dunia sepak bola, mengukuhkan statusnya sebagai seorang legenda. Empat tahun kemudian di Italia, bek Jerman itu — yang kini menjabat sebagai kapten timnya — membalikkan keadaan secara spektakuler. Ia tampil dalam performa terbaiknya dan berhasil menggagalkan upaya Maradona untuk meraih gelar juara dunia kedua secara berturut-turut. Jerman keluar sebagai juara Piala Dunia 1990.
Persahabatan Unik di Luar Lapangan
Matthaus membandingkan persaingannya dengan Maradona seperti rivalitas modern antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, namun dengan sentuhan yang lebih personal.
“Diego adalah pesepakbola terbaik di masa saya. Kami seperti Messi dan Ronaldo. (Tetapi) mereka tidak berbicara satu sama lain. Mereka tidak mengadakan pesta bersama setelah pertandingan. Tapi Diego dan saya – kami memiliki banyak momen pribadi dan kami juga mengadakan pesta setelah pertandingan,” kenang Matthaus pada Minggu.
“Selama pertandingan, kami bertengkar. Kami tidak mengenal satu sama lain seperti teman. Saya pikir kami mendapat untung dari satu sama lain. Dan pada akhirnya, Diego membuat saya lebih besar dan saya membuatnya lebih besar,” tambah peraih Ballon d’Or setelah menjuarai Piala Dunia 1990 itu.
Matthaus dan Pilihan Gaya Messi
Mungkin kekagumannya pada Maradona sebagai seorang penghibur di lapangan itulah yang mendorong Matthaus menjadi penggemar Lionel Messi di era sepak bola kontemporer.
“Saya tidak suka mengatakan bahwa Messi lebih baik daripada (Cristiano) Ronaldo. Ini sangat sulit karena mereka adalah tipe pemain yang berbeda. Ronaldo lebih mengutamakan kekuatan dan fisik. Messi lebih seperti orang terpintar, (dia) lebih mengutamakan hiburan. Saya penggemar Messi karena gaya sepak bolanya,” jelas Matthaus dari sudut pandangnya.
Kekhawatiran untuk Timnas Jerman
Matthaus juga turut menyoroti performa tim nasional Jerman yang belakangan ini gagal memenuhi ekspektasi. “Bukan ini yang kami harapkan dari timnas,” sindirnya dengan nada kecewa, merujuk pada tersingkirnya mereka dari babak penyisihan grup di Piala Dunia 2018 dan 2022. Lantas, apa yang kurang dari Die Mannschaft? “Gairah,” jawabnya lugas.
Komentar Matthaus ini memberikan gambaran mendalam tentang rivalitas epik di masa lalu, bagaimana persaingan dapat memupuk persahabatan yang unik, serta pandangannya terhadap bintang-bintang modern dan kondisi tim nasionalnya sendiri. Sebuah refleksi dari salah satu legenda sepak bola yang melihat perubahan zaman dengan sudut pandang yang jujur.
(SA/GN)
sumber : timesofindia.indiatimes.com
Leave a comment