Mental Baja Al Hilal: Bangkit dari Ketertinggalan dan Kartu Merah, Hantam Al Fateh di Liga Saudi
Bek tangguh Al Hilal, Kalidou Koulibaly, melayangkan pujian atas semangat juang timnya setelah mereka berhasil bangkit dari ketertinggalan satu gol dan bermain dengan sepuluh pemain untuk menumbangkan Al Fateh di menit akhir. Kemenangan dramatis ini membuat Al Hilal kini hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Liga Saudi Roshn, Al Nassr.
Drama di Kingdom Arena
Dalam laga pekan ke-9 yang digelar di Kingdom Arena pada Sabtu malam, Al Hilal harus kebobolan cepat di menit kesembilan. Mourad Batna dengan tenang mengonversi tendangan penalti setelah Ruben Neves melakukan pelanggaran di area terlarang. Gol tersebut sempat mengejutkan Al Hilal.
Namun, Al Hilal yang kemudian menjadi juara Liga Saudi 2023-24 itu tidak tinggal diam. Aleksandar Mitrović sukses menyamakan kedudukan di pertengahan babak pertama. Striker tajam itu berhasil memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Koulibaly untuk menaklukkan kiper Fernando Pacheco dan mencetak gol penyeimbang.
Al Hilal kemudian harus menghadapi tantangan berat lainnya ketika Nassr Al Dawsari menerima kartu merah langsung pada menit ke-79. Namun, justru dalam kondisi sepuluh pemain, mental juara mereka terbukti. Dengan dua menit waktu normal tersisa, Al Hilal berhasil membalikkan keadaan. Gol-gol telat dari Saud Abdulhamid dan Salem Al-Dawsari memastikan kemenangan dramatis bagi tim biru Riyadh.
Komentar Kalidou Koulibaly
Kemenangan di menit-menit akhir ini membuat Al Hilal tetap tak terkalahkan di RSL musim ini, memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka di semua kompetisi menjadi sebelas laga. Usai dinobatkan sebagai Man of the Match, Kalidou Koulibaly mengungkapkan rasa bangganya.
“Mentalitas kami sangat penting karena setiap pertandingan tidak bisa sempurna. Kami mengalami banyak kesulitan hari ini karena Al Fateh adalah tim yang hebat, tapi kami menunjukkan banyak karakter,” kata Koulibaly.
“Bahkan ketika bermain dengan 10 pemain, kami ingin memenangkan pertandingan dan alhamdulillah kami berhasil memenangkannya. Kami bisa senang malam ini karena ini adalah pertandingan yang sulit, melawan tim yang bagus dan kami akan terus bekerja untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.”
Mengenai ketahanan yang ditunjukkan timnya, terutama setelah Nasser dikeluarkan dari lapangan, pemain internasional Senegal itu menambahkan:
“Ya, itu benar. Sulit dengan 10 pemain untuk memiliki energi sebesar ini untuk maju dan bangkit dalam pertandingan dan memenangkan pertandingan ini, sungguh, sangat bagus untuk kepercayaan diri tim.”
Koulibaly juga menyoroti bagaimana setiap tim selalu memberikan yang terbaik saat menghadapi Al Hilal.
“Setiap tim ketika bermain melawan Al Hilal, mereka ingin menunjukkan yang terbaik dan mereka menjalani pertandingan yang hebat hari ini. Dua pertandingan terakhir sangat sulit, tapi yang terpenting adalah meraih tiga poin,” jelas Koulibaly.
“Kami mendapatkannya, alhamdulillah, tapi kami akan terus bekerja karena kami tahu tidak ada yang sempurna. Tapi kami akan melakukan segalanya untuk membuat fans Al Hilal senang, memenangkan setiap pertandingan. Kami tahu itu sulit, tapi alhamdulillah hari ini kami menang.”
Persaingan Ketat di Puncak Klasemen
Kemenangan penting ini menjaga Al Hilal dalam jalur perburuan gelar dan terus membayangi Al Nassr. Pada hari Minggu setelah laga ini, Al Hilal berharap Al Khaleej dapat memberi kejutan saat bertandang ke markas pemuncak klasemen Al Nassr. Namun, misi tersebut tidak mudah mengingat Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan setimnya memiliki rekor sempurna di RSL musim ini, dengan delapan kemenangan dari delapan pertandingan sebelum laga tersebut.
Al Nassr saat ini dilatih oleh Jorge Jesus, yang notabene adalah mantan pelatih kepala Al Hilal. Jesus sempat menikmati kesuksesan besar di Riyadh sebelum kemudian ditunjuk melatih rival berat mereka di ibu kota pada musim panas lalu.
Koulibaly Bicara Perbedaan Pelatih
Ditanya mengenai perbedaan bermain di bawah asuhan Jorge Jesus dan manajer Al Hilal saat ini, Jorge Jesus, Kalidou Koulibaly menjawab:
“Bersama Jesus itu bagus karena kami menjalani dua tahun yang hebat setelah dia meninggalkan kami dan hari ini, kami memiliki pelatih baru (Jorge Jesus). Kami memainkan peran yang sama di Piala Dunia Antarklub bersamanya dengan ide-ide baru. Kami bermain dengan banyak pengalaman; kami lebih banyak bermain dengan kepala. Dan hari ini kami bisa melihat hasilnya di lapangan.”
“Bahkan jika kami tidak bagus di lapangan, kami bisa menunjukkan bahwa kami bisa memenangkan pertandingan, dan ini penting. Anda harus menang ketika Anda bermain bagus dan Anda harus menang juga ketika Anda tidak bermain bagus. Dan hari ini kami bisa bahagia.”
(SA/GN)
sumber : www.spl.com.sa




Leave a comment