Messi Raih MVP di Tengah Hujan dan Stadion Sepi, Soroti Tantangan MLS
Momen Historis yang Hambar
Lionel Messi berdiri tegak di atas panggung, menggenggam trofi MVP bersejarah, sementara kilatan lampu kamera dari para fotografer berusaha mengabadikan momen sempurna. Komisaris MLS, Don Garber, tersenyum bangga di sampingnya, sebuah pemandangan seremonial yang mungkin hanya bisa diimpikan Major League Soccer beberapa tahun lalu.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, ada yang kurang dari gambaran ideal tersebut. Presentasi penghargaan itu berlangsung di stadion yang sebagian besar kosong, di bawah guyuran hujan deras, menciptakan suasana yang terasa tidak sepadan dengan kebesaran momen itu sendiri.
Metafora untuk Masalah Besar MLS
Upacara yang sunyi dan basah kuyup di Chase Stadium, markas Inter Miami, Selasa lalu menangkap lebih dari sekadar keunikan logistik. Ini juga menjadi metafora yang tepat untuk masalah lebih besar yang terus diabaikan oleh MLS.
Meskipun Messi, di usianya yang ke-38, terus mengangkat derajat liga di lapangan dan daya tarik globalnya, jaraknya dari ekosistem media tradisional Amerika Utara terus menyingkap salah satu masalah liga yang sudah lama ada.
Pandangan Komisaris Garber tentang Akses Media
“Komunitas sepak bola internasional memandang hubungan mereka dengan media dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan di Amerika Utara. Itu hanyalah perbedaan dalam DNA liga kami di sini dan liga di luar negeri. Itu adalah sesuatu yang harus kami kelola.
Pelatih kami tumbuh di lingkungan yang berbeda, para pemain kami tumbuh di lingkungan yang berbeda. Itu adalah sesuatu yang harus terus kami lalui.”
Komisaris MLS Don Garber
Garber lebih lanjut menambahkan, “Saya percaya bahwa semua pemain dan pelatih kami – jika kami ingin liga kami menjadi lebih populer – harus memanfaatkan akses dengan cara yang serupa dengan apa yang terjadi di NBA, NFL, dan liga domestik lainnya. Tetapi itu adalah pendidikan budaya. Kami akan terus mengupayakannya. Ini hanyalah salah satu hal yang harus kami atasi.”
Kontradiksi Antara Kata dan Tindakan
Meskipun Garber menekankan pentingnya mengatasi tantangan ini, kata-katanya tampaknya tidak selaras dengan tindakan liga. Faktanya, tren yang terlihat justru bergerak ke arah sebaliknya.
Messi bukan satu-satunya bintang di MLS yang belakangan ini jarang berinteraksi dengan media. Tim-tim semakin banyak menghabiskan dekade terakhir untuk menemukan cara-cara kreatif guna menghindari kebijakan ruang ganti terbuka pasca-pertandingan yang sudah lama berlaku di liga.
Akses media terus berkurang seiring dengan semakin berkembangnya Major League Soccer secara internasional. Ini mungkin sejalan dengan praktik olahraga di sebagian besar dunia, namun hal ini justru kontraproduktif dengan pendekatan tradisional Amerika yang menghargai keterbukaan.
Perayaan MVP yang Kurang Meriah
Peristiwa pengumuman MVP MLS Selasa pagi secara sempurna menggarisbawahi benturan budaya tersebut.
Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang memenangkan penghargaan individu dalam dua musim berturut-turut, hanya beberapa hari setelah membantu Inter Miami mengangkat trofi MLS Cup pertamanya. Namun, hampir tidak ada seorang pun yang hadir di stadion untuk merayakannya bersamanya. Bukan rekan satu tim, bukan pelatih, bukan pemilik klub.
Bukan hanya ketiadaan wajah-wajah familiar yang mengurangi kemeriahan dan memperdalam kesenjangan. Hanya beberapa ratus penggemar yang duduk di tribun timur yang menghadiri acara gratis tersebut, yang pemasarannya bisa dibilang buruk dan juga jadwalnya kurang strategis.
Yang membuat acara tersebut terasa begitu mengejutkan adalah konteks di sekitarnya. Upacara yang suram ini bertepatan dengan dimulainya Piala Messi perdana – sebuah turnamen pemuda yang diselenggarakan oleh pemain Argentina itu – dan bertentangan dengan keinginan Major League Soccer untuk pengumuman yang lebih tradisional dan lebih menonjol.
“Terima kasih banyak atas penghargaan ini,” kata Messi yang mencetak 29 gol dan memberikan 19 assist di musim reguler MLS. “Ini merupakan tahun yang sangat istimewa setelah semua yang kami lalui. Itu adalah tahun yang panjang dengan banyak pertandingan dan banyak perjalanan, namun juga merupakan tahun yang sangat historis bagi klub.”
Jalan Panjang MLS
Mungkin peristiwa yang diredam seperti ini adalah perwujudan sempurna dari sifat Messi yang terkenal rendah hati. Tidak banyak keramaian, tidak banyak tontonan, tidak banyak kewajiban.
Namun, hal itu tidak sejalan dengan cara Major League Soccer secara historis menangani pengumuman MVP tahunannya. Ini juga bertentangan dengan keinginan MLS agar para bintang mendapat visibilitas media yang lebih besar dan momen-momen seperti ini berfungsi sebagai pertunjukan utama.
Gambar Messi mengangkat trofi MVP keduanya secara berturut-turut di stadion kosong yang diguyur hujan kini terukir dalam sejarah liga, sebuah pengingat akan seberapa jauh MLS telah berkembang dan seberapa jauh lagi yang harus dilangkahinya.
(SA/GN)
sumber : www.fourfourtwo.com
Leave a comment